
Rayhan tengah duduk di taman belakang rumah. Ada kolam renang berukuran besar dengan air mancur disudut kolam. Terdapat gazebo yang dikelilingi taman aneka macam bunga. Bella datang menghampiri Rayhan. Dia memeluk Rayhan dari belakang.
"Lepasin Bell, gerah." ucap Rayhan.
Bella cemberut, namun dia kembali bergelayut manja di lengan Rayhan.
"Please Bell, aku capek." ucap Rayhan berusaha melepaskan pegangan Bella.
Bella semakin erat merangkul lengan Rayhan. Bella menyandarkan kepalanya di bahu Rayhan. Merasa risih Rayhan kemudian bangun, membuat kepala Bella terbentur kursi.
"Aawww...sakit Ray." ringis Bella.
"Suruh siapa nyandar. Dari tadi aku udah bilang aku capek." ketus Rayhan.
"Kamu kenapa sih Ray dingin banget sama aku. Aku istri kamu Ray. Sampai kapan kamu kayak gini?" tanya Bella.
"Sampai aku bisa cinta sama kamu." jawab Rayhan.
"Aaarrrhgghhh..." teriak Bella yang didengar bu Rosita. Bu Rosita memperhatikan Bella dan Rayhan dari dalam rumah.
"Aku capek Ray, kita tuh udah nikah hampir tiga bulan. Dan selama itu kamu gak pernah nyentuh aku Ray. Sebenarnya kenapa kamu mau nikahin aku kalau kamu perlakukan aku seperti ini?" teriak Bella.
Rayhan menghela nafas.
"Maafin aku Bell, kamu sendiri tau aku terpaksa nikahin kamu karena dijodohin. Kamu juga pasti udah tau gimana kerasnya Mami. Kalau kamu gak tahan dengan hubungan ini, kamu boleh ajukan perceraian." ucap Rayhan seraya berlalu meninggalkan Bella yang tengah menangis.
__ADS_1
Melihat Rayhan pergi, bu Rosita datang menghampiri Bella.
"Bell kenapa kamu gak pernah cerita sama mami kalau Rayhan gak pernah tidur bareng kamu?" tanya bu Ros.
"Bella malu mi, masa Bella harus cerita sama mami kalau Rayhan gak pernah mau nyentuh Bella."
"Ya ampun Bell, kenapa harus malu. Semuanya kan demi hubungan kamu sama Rayhan. Sekarang jangan sedih lagi. Nanti malam kamu bakal dapetin Rayhan seutuhnya." ucap bu Rosita.
"Gimana caranya mi?"
"Kamu hanya perlu pakai lingerie yang super seksi."
"Kalau itu udah sering mi, gak mempan." ucap Bella.
"Udah kamu tenang aja, pokoknya kamu bersiap aja nanti malam. Sisanya mami yg urusin."
"Ya." jawab bu Ros.
Malam pun tiba, bu Ros tengah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman Rayhan. Sementara Bella tengah bersolek di dalam kamar, menunggu kedatangan Rayhan. Bu Ros memberikan minuman tersebut pada Rayhan.
"Nih Ray, mami buatin coklat panas buat kamu." ucap bu Ros.
"Tumben banget mi." tanya Rayhan.
"Udah minum aja, dulu waktu kamu kecil mami kan sering buatin kamu coklat panas."
__ADS_1
Rayhan kemudian menyeruput coklat panas buatan bu Ros. Mereka berbincang-bincang hampir setengah jam. Setelahnya Rayhan pamit untuk tidur, namun sampai kamar Rayhan merasa ada yang aneh pada dirinya. Tubuhnya terasa panas, keringatnya mengucur deras. Di aturnya suhu ac agar lebih dingin. Bella keluar dari kamar mandi mengenakan lingerie merah. Lekuk tubuhnya terlihat jelas membuat Rayhan menelan ludah.
Rayhan terlihat gusar, darahnya berdesir, degup jantungnya tak karuan.
Ada apa denganku? Kenapa aku begini?
"Kamu kenapa Ray?" tanya Bella sambil menaruh telapak tangannya di kening Rayhan.
Rayhan semakin gelagapan, hasrat lelakinya timbul. Dia menyentuh pipi Bella. Namun bayangan Izzah muncul. Sontak Rayhan menghindari Bella. Namun Bella dengan gencar mendekati Rayhan.
"Kamu sakit Ray?" tanya Bella memegang tangan Rayhan.
Rayhan memandang Bella lekat. Perlahan mendekati Bella, mengangkat dagu Bella lamu mencium bibir Bella dengan liar. Bella membalas dengan tak kalah liar.
Namun lagi-lagi wajah Izzah terbayang. Rayhan kemudian mendorong Bella. Dia berdiri membelakangi Bella. Bella sontak kaget, namun tak menyerah mendekati Rayhan. Bella memeluk Rayhan dari belakang. Tangannya menyentuh area sensitive Rayhan.
Rayhan masih diam mematung. Pikirannya menerawang memikirkan Izzah. Namun hatinya kembali sakit mengingat foto yang menunjukkan Izzah berselingkuh. Tangannya mengepal, kemudian Rayhan berbalik menatap Bella dengan lekat.
Izzah saja bisa selingkuh, kenapa aku tidak. Lagipula Bella juga istriku, aku berhak menggaulinya.
Kemudian Rayhan ******* bibir Bella dengan kasar. Nafsu Rayhan sudah tak tertahankan, hampir dua bulan dia tak memenuhi hasrat kelelakiannya.
Ini semua terjadi karena kamu Izzah. Jadi jangan salahkan aku.
Rayhan menggendong Bella dan meletakkannya di atas tempat tidur. Bella tersenyum bahagia. Akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
Bersambung....