
Deburan ombak menghempas ke pinggir pantai. Semilir angin berhembus kencang menggoyangkan daun kelapa dan pepoponan lainnya yang tumbuh subur di sekitar halaman resort tempat penginapan Rayhan dan Izzah.
Malam ini selepas shalat isya, Izzah duduk sendirian di balkon memandangi pantulan cahaya sinar bulan di air laut. Sementara Rayhan tengah berada di kamar mandi.
"Masyaallah, sungguh indah sekali ciptaan-Mu ya Rabbi." gumam Izzah.
Izzah begitu larut dalam suana indah malam. Hingga dia tak menyadari kehadiran Rayhan yang duduk disampingnya. Rayhan memandang Izzah yang tatapannya fokus kedepan.
"Sayang..."
"Iya..." jawab Izzah kaget. "Sejak kapan abang duduk disitu?" tanya Izzah.
"Sejak tadi sayang. Duhh lagi fokus liatin apa sih? Sampai kedatangan abang gak di hiraukan."
"Hehehe maaf bang. Izzah terpesona lihat pemandangan laut di malam hari. Apalagi cahaya bulannya menerangi gelapnya malam. Tuh coba abang lihat cahayanya mantul di laut." ucap Izzah.
"Iya sayang abang liat kok. Lagian abang juga udah biasa lihat yang begituan." balas Rayhan.
"Kalau Izzah, ini adalah pengalaman pertama Izzah lihat laut di malam hari. Terakhir kalai ke pantai pun itu saat Izzah duduk di bangku SMA karena ada kegiatan study tour, malah itu pengalaman pertama Izzah. Nah sekarang ini yang ke dua kalinya. Jadi Izzah benar-benar takjub bang. Apalagi pantai disini pasirnya putih bersih. Masyaallah indah sekali." tutur Izzah panjang lebar.
"Memang Izzah sama sekali gak pernah gitu ke pantai sama teman-temannya Izzah untuk liburan gitu?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Sama sekali gak pernah bang. Hidup Izzah dulu berputar di tempat yang sama, yaitu di kampung Izzah. Izzah gak pernah keluar daerah ya kecuali ke pantai untuk study tour itu. Tapi semenjak di ppajak ibu ke Jakarta kehidupan Izzah bisa di bilang semuanya serba pertama kali. Seperti naik kereta pertama kali, ke Jakarta pertama kali, naik mobil pertama kali. Apalagi setelah bertemu abang, semuanya serba pertama kali." ucap Izzah lagi.
"Pasti maksud Izzah pertama kali itu kan?" goda Rayhan.
Pipi Izzah bersemu merah.
"Iiihh abang, bukan itu maksud Izzah."
"Terus apa dong?"
"Maksud Izzah, setelah bertemu abang untuk pertama kalinya Izzah bertemu laki-laki arogan, lelaki cuek, lelaki..."
"Apa? Hah...?" ucap Rayhan mencubit hidung Izzah.
Rayhan tersenyum lalu memeluk Izzah.
"Abang pun begitu sayang. Sejak bertemu Izzah, untuk pertama kalinya abang tau yang namanya cinta. Ingat saat pertama kali kita ketemu? Saat itu abang hampir saja nabrak Izzah. Saat itu abang langsung tertarik sama Izzah. Apalagi abang nemuin dompet Izzah, jadi abang tau nama Izzah saat itu juga. Hanya saja abang saat itu memang benar-benar lelaki yang jahat, karena tertarik abang tidak bisa menahan diri abang. Haah." Rayhan menghela nafas panjang.
"Maafkan abang ya sayang karena saat itu abang..."
Izzah memotong ucapan Rayhan.
__ADS_1
"Sudahlah bang, yang penting sekarang abang sudah jadi lebih baik. Bukannya Izzah membenarkan apa yang telah abang lakukan pada Izzah. Tapi apapun itu yang terpenting abang nyatanya mau nikahi Izzah." ucap Izzah.
"Abang juga bingung saat itu kenapa abang bisa sampai nekat mau nikahin Izzah. Padahal jujur Izzah saat itu penampilannya kuno. Hihihi."
Izzah manyun mendengar ucapan Rayhan.
"Tapi walaupun begitu, Izzah tetap cantik dan anggun. Hingga abang gak bisa menolak pesona Izzah dan abang benar-benar gila buat nikahin Izzah." lanjut Rayhan.
Izzah tersipu malu lalu menggenggam tangan Rayhan.
"Terima kasih ya bang untuk semuanya."
"Justru abang yang berterima kasih sayang, karena selama ini Izzah sudah bersabar menghadapi sikap abang yang kadang kekanak-kanakan. Terima kasih ya sayang." ucap Rayhan mengecup kening Izzah.
"I love you." ucap Izzah.
"I love you more." balas Rayhan.
Kemudian mereka saling mencurahkan cinta mereka dengan bercumbu di terangi sinar rembulan yang membuat suasana semakin romantis.
"Masuk ke dalam yuk sayang. Kita program biar mami cepat dapat cucu." ucap Rayhan cekikikan.
__ADS_1
Izzah mencubit perut Rayhan, lalu Rayhan menggendong tubuh Izzah masuk ke dalam dan meletakkannya di atas ranjang. Ritual bulan madu pun dilakukan.