
Selama satu jam Rayhan tak sadarkan diri, dokter Harun tengah sibuk memeriksakan kondisi Rayhan. Sementara Bella mondar mandir terlihat tidak tenang melihat kondisi Rayhan.
"Sebenarnya Rayhan kenapa sih? Kok belum sadar juga." tanya Bella pada dokter Harun.
"Rayhan hanya demam tinggi, dia juga sepertinya kurang istirahat. Tapi jangan terlalu khawatir, aku sudah ngasih dia obat pereda demam. Sebentar lagi dia juga pasti akan sadar." jawab dokter Harun.
Mobil bu Rosita sampai didepan rumah. Dengan cepat dia masuk rumah menuju kamar Rayhan.
"Gimana kondisi Rayhan?" tanya bu Ros saat memasuki kamar Rayhan.
"Rayhan belum sadar mi." jawab Bella.
"Harun apa kau tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa membuatnya cepat sadar?" tanya bu Ros ketus.
"Aduuhh tante tenang aja, Rayhan baik-baik saja. Dia hanya mengalami demam, dia belum sadar karena kelelahan." jawab dokter Harun.
Bu Rosita lalu memilih untuk duduk lalu memijit keningnya. Bella menghampiri bu Rosita.
"Mami kenapa? Sakit kepala ya mi?" tanya Bella.
"Gak apa-apa, mami cuma capek dan sedikit pusing." jawab bu Ros.
"Terus tadi mami dari mana?"
"Aahh..." bu Ros menghela nafas panjang. "Mami habis ngelabrak wanita yang sering goda Rayhan." sambungnya.
"Apa? Terus gimana mi?".
"Ya pokoknya mami sudah ngancem dia buat ngejauhin Rayhan."
"Mi kalau boleh Bella tau siapa wanita itu?"
"Emmm itu, ada wanita kampung. Udah ah gak usah bahas dia lagi, gak penting. Yang penting sekarang dia pasti gak akan berani deketin Rayhan lagi." ucap bu Rosita.
Apa maksud wanita kampung itu bilang kalau Bella lah yang merebut suaminya, gumam bu Ros.
Harun yang mendengar percakapan mereka mengerutkan dahi. Tak lama Rayhan akhirnya sadar.
__ADS_1
"Wah sadar juga lu akhirnya Ray." ucap dokter Harun. "Gak capek tiduran dari tadi?" sambungnya.
Bu Ros dan Bella segera menghampiri Rayhan.
"Syukurlah kau udah sadar sayang." ucap Bella seraya memegang tangan Rayhan.
Dengan cepat Rayhan menarik tangannya. Harun menatap Rayhan yang tampak jengkel melihat Bella maupun bu Rosita.
"Ray, mami buatin sup ayam ya."
"Gak perlu mi. Tolong kalian tinggalin Ray sama Harun berdua." perintah Rayhan.
Bella dan bu Ros saling pandang, lalu keluar dari kamar Rayhan.
"Bro ternyata lu bisa sakit juga ya." ledek dokter Harun. "Ini membuktikan ternyata lu juga manusia biasa sama seperti gue." lanjutnya.
"Sialan lu." jawab Rayhan.
"Eehh ngomong-ngomong tadi gue denger nyokap lu sama Bella ngomongin masalah perempuan yang sering godain lu. Apa yang mereka maksud itu cewek yang pernah gue periksa waktu itu. Bentar dulu siapa yaa namanya, gue lupa." ucap dokter Harun sambil terlihat berpikir. "Aaahh gue inget, Izzah. Namanya Izzah kan?" lanjutnya.
"Husshh gak usah kenceng-kenceng nanti si Bella denger." jawab Rayhan sambil memperbaiki posisi duduknya.
"Gak apa-apa, gue udah mendingan kok." jawab Rayhan.
"Terus-terus sebenarnya si Izzah itu siapa sih? Apa bener dia simpanan lu?" tanya dokter Harun.
Rayhan menghela nafas seraya memijit pelipisnya.
"Itu dia yang mau gue ceritain ke elu. Tapi lu harus janji jangan ngomong apa-apa sama si Bella."
"Yaa elah Ray, lu kayak gak tau gue aja. Tampang gue yang ganteng gini gak mungkin jadi tukang kompor-komporin Ray."
"Ganteng dari hongkong. Gantengan juga gue kemana-mana." gelak Rayhan.
"Ganteng-ganteng takut istri mah lu itu." ucap dokter Harun.
"Gue bukannya takut sama Bella. Cuma gue takut Bella bakalan nekat ngelakuin sesuatu yang bakal nyelakain Izzah." balas Rayhan.
__ADS_1
"Emang sebenarnya hubungan lu sama si Izzah itu apaan? Soalnya gue gak percaya aja, tampang cewek kayak Izzah jadi wanita penggoda."
"Izzah itu istri gue Run. Gue udah nikahin dia jauh sebelum gue nikah sama Bella."
"Apa?" teriak dokter Harun kaget. "Lu kira-kira dong Ray, mentang-mentang ganteng punya istri udah dua aja. Nah gue yang lebih ganteng dari lu masih belum laku sampai sekarang." sambung dokter Harun.
Rayhan terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Lu harus banyak belajar dari gue." ucap Rayhan.
"Terus sekarang si Izzah dimana? Dia gak sakit hati gitu lu nikah sama Bella?" tanya dokter Harun.
"Nah itu dia masalahnya, awalnya Izzah nggak mempermasalahkan gue nikah sama Bella. Karena dia tahu gue terpaksa. Lu juga tau sendirikan dari dulu gue gak pernah cinta sama Bella. Gue cintanya sama Izzah. Benar-benar cinta mati Run." tutur Rayhan.
"Terus yang jadi masalahnya apa tuan Rayhan Aditya Wijaya?" ledek dokter Harun.
"Sialan." ucap Rayhan.
Rayhan menceritakan masalahnya dengan Izzah. Dokter Harun mendengarkan dengan serius.
"Hemmm gue heran sama lu Ray, masa iya lu percaya gitu aja kalau si Izzah bisa selingkuh. Tampang cewek selugu Izzah gak mungkin deh jadi tukang selingkuh." ucap dokter Harun.
"Itu dia Run. Gue bener-bener bodoh, percaya aja ucapan mami. Tanpa ngasih Izzah kesempatan buat ngejelasin semuanya. Gue cemburu buta Run liat foto Izzah digendong laki-laki lain." ucap Rayhan.
"Ternyata lu bisa bucin juga Ray." ucap dokter Harun terkekeh. "Terus sekarang Izzah udah maafin lu?" tanyanya.
"Belum Run, gue bingung harus gimana lagi. Semua cara udah gue lakuin, tapi tetap aja Izzah belum mau maafin gue." jawab Rayhan.
"Semuanya butuh waktu Ray, namanya juga lu udah menorehkan luka dihati Izzah, jadi wajar aja dia butuh waktu untuk menyembuhkan luka itu." terang dokter Harun.
"Wah bijak banget kata-kata lu Run. Udah cocok banget lu gantiin Mario Teguh. Harun Teguh the Golden Way." ejek Rayhan.
"Sialan. Udah ah gue pulang dulu. Lu istirahat aja, gak usah kemana-mana dulu. Jangan lupa minum obat sama vitamin yang gue kasih. Kalau butuh bantuan telepon aja gue." ucap dokter Harun seraya berdiri bergegas meninggalkan kamar Rayhan.
"Thanks ya Run." ucap Rayhan.
"Waahh tumben banget lu bilang terima kasih, biasanya juga nggak. Izzah ternyata bisa buat lu berubah banyak. Kalau lu emang udah gak percaya lagi sama Izzah, sini kasih ke gue aja. Gak bakal gue sia-siain deh." ucap dokter Harun seraya berlari meninggalkan kamar Rayhan.
__ADS_1
"Sialan lu." teriak Rayhan sambil melempari dokter Harun dengan bantal.
Bersambung....