
Pertemuan keluarga dokter Harun dan keluarga Bella berjalan lancar. Dengan kesepakatan bersama, dua malam setelahnya acara lamaran resmi dan seserahan diadakan. Izzah senantiasa selalu berada disamping Lisa, sesuai permintaan Lisa. dia ingin Izzah menjadi brides mate.
Dua minggu setelah acara seserahan, akad nikah pun diselenggarakan di rumah dokter Harun.
Acara akad berlangsung khidmat dan penuh haru. Air mata Lisa menetes setelah dokter Harun dengan lantang mengucapkan ijab qobul dengan satu tarikan nafas.
Resepsi pernikahan dokter Harun dan Lisa diadakan malam harinya. Suasana kekeluargaan begitu terasa, karena hanya keluarga dan para kerabat serta sahabat dekat yang diundang. Raut wajah kedua mempelai terpancar begitu bahagia.
Rayhan dan Izzah bergandengan tangan naik ke atas pelaminan untuk menyalami kedua pengantin. Izzah memeluk Lisa, serta dokter Harun yang merangkul dokter Harun.
"Selamat bro, akhirnya lu laku juga. Bersyukurlah karena Lisa mau nerima lu karena dia satu-satunya perempuan yang mau sama lu. Hahaha." gelak Rayhan tertawa.
"Sialan lu." balas dokter Harun tertawa. "Ray, akhirnya entar malam gue bisa makan duren." bisik dokter Harun.
"Hahaha, hati-hati ya maklum banyak durinya." balas Rayhan.
Izzah mencubit pinggang Rayhan. Lisa ikut tertawa melihat tingkah Izzah dan Rayhan.
"Eeehh udah-udah sana cepetan. Itu antrian panjang orang pada mau salaman sama gue nunggu giliran." ucap dokter Harun.
__ADS_1
"Ya ya, gue pergi." balas Rayhan.
"Sekali lagi selamat ya buat kalian berdua. Semoga pernikahan kalian mendapat keridhoan dari Allah, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah." ucap Izzah.
"Aamiin." balas dokter Harun dan Lisa serempak.
"Jangan nunda-nunda ya, langsung buat gue denger kabar kalau gue bakalan punya keponakan dari kalian berdua." ucap Rayhan terkekeh.
"Aamiin." ucap dokter Harun dan Losa serempak. "Doa yang sama untukmu Zah." lanjut Lisa.
***************************
Seminggu berlalu, semalam Izzah mendapat kabar jika ayahnya tengah sakit.
"Sayang, tak bisakah menunggu sampai besok? Biar abang juga bisa ikut, karena hari ini abang tengah ada jadwal meeting dengan kolega abang dari luar negeri."
"Izzah pergi sendiri aja bang. Abang lanjut aja pekerjaan abang. Please bang, izinin Izzah ya?"
"Baiklah, Izzah boleh pergi. Tapi abang gak akan izinin jika Izzah pergi sendiri. Izzah harus pergi dengan Rina. Setelah pekerjaan abang selesai, abang akan segera nyusul Izzah." ucap Rayhan.
__ADS_1
"Terima kasih bang." balas Izzah seraya mencium pipi Rayhan.
Setelah berkemas, Izzah akhirnya berangkat bersama Rina menuju kampung halamannya. Sementara Rayhan berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya agar dapat segera menyusul Izzah.
Namun hingga malam menjelang masih ada saja pertemuan yang Rayhan harus hadiri. Hal tersebut membuatnya harus menahan diri untuk menyusul Izzah hingha pagi hari.
Izzah telah sampai dirumahnya dan dengan segera langsung menemui ayahnya yang tengah terbaring.
"Ayah..." ucap Izzah lirih.
"Izzah... Kenapa bisa ada disini? Kapan kemari? Mana Rayhan?" cecar pak Haris.
"Izzah baru aja nyampe ayah, Izzah mau jagain ayah sampai sembuh. Bang Rayhan titip salam, insyaallah secepatnya bang Rayhan akan menyusul kemari ayah. Hmmm ngomong-ngomong ibu dan Hani kemana? Kok ayah ditinggal sendirian dirumah?"
"Mereka pasti lagi belanja ke pasar." bbalas pak Haris.
Tak lama Hani dan bu Novi pulang membawa seabrek kantong plastik berisi makanan. Melihat kehadiran Izzah, dengan jengkel Hani langsung masuk ke kamarnya. Begitu juga dengan bu Novi.
Izzah merawat pak Haris dengan telaten. Sesekali Rina juga membantunya. Sementara Hani dan bu Novi tidak pernah memperlihatkan batang hidungnya. Izzah menghela nafas berat.
__ADS_1
Ya Allah, sembuhkanlah ayah. Buatlah ia menjadi sehat sepeti sedia kala, gumam Izzah.
Bersambung.....