
Sinar mentari menerangi pagi hari yang cerah. Rayhan dan Izzah tengah menikmati sarapan mereka yang langsung di masak seorang koki di dapur kamar resort mereka.
"Sayang harus makan ikan salmon yang banyak. Bagus loh untuk kesehatan calon ibu." ucap Rayhan.
"Abang juga nih harus banyak makan tauge biar subur. Hihihi." ucap Izzah sambil menyuapi Rayhan tauge yang di rebus setengah matang.
Mereka berdua pun saling membalas senyuman sambil terus mengunyah makanan masing-masing.
"Alhamdulillah." ucap Rayhan setelah isi piringnya tandas.
"Sayang mau jalan kemana kira-kira hari ini?' tanya Rayhan.
"Loh kan abang yang tau daerah sini. Izzah ikut aja deh bang."
"Abang pikir Izzah sempat browsing gitu mau kemana aja."
"Sempat sih bang. Sebenarnya di daerah sini banyak tempat wisata yang bagus-bagus. Cuma disini yang dominannya wisata pantai, sama kayak pulau dewata. Izzah juga sempat browsing tentang air terjun yang indah-indah disini. Hanya saja lokasinya ya lumayan jauh. Kayaknya Izzah gak sanggup harus jalan jauh."
"Emang Izzah gak boleh capek-capek. Kita kan lagi program buat Izzah hamil. Eemm gimana kalau kita ke salah satu taman terkenal di pulau ini yang gak jauh dari pusat kota." usul Rayhan.
"Ya udah bang, Izzah ikut aja.".
"Atau Izzah mau kita nyebrang ke tiga gili yang terkenal itu."
"Tiga gili? Hmmm... Oh ya Izzah pernah browsing juga tentang gili itu. Izzah gak mau ah, disanakan banyak bule yang pakaiannya minim. Niat hati mau bulan madu nanti tau-taunya abang malah tergoda lagi lihat penampilan seksi mereka." ucap Izzah manyun.
"Uuuu sayang ada-ada aja, gak mungkinlah abang tergoda. Sekarang itu yang ada di pikiran dan hati abang hanya Izzah seorang."
"Gombal." balas Izzah.
"Beneran sayang, kalau gak percaya belah aja deh dada abang. Izzah bakalan lihat di jantung abang terukir nama Izzah." gombal Rayhan lagi.
"Iiihh makin gombal aja. Udah ah, lebih baik kita jalan aja yuk." ucap Izzah.
"Ayo sayang." balas Rayhan kemudian menggandeng tangan Izzah.
Mereka pun berjalan keluar resort menuju mobil jeep yang sudah di sediakan Beni untuk perjalanan mereka.
__ADS_1
Kendaraan mereka mulai menyusuri jalanan pulau seribu mesjid. Sesuai julukannya, sepanjang jalan terdapat begitu banyak masjid yang berdiri kokoh nan megah. Pepohonan rindang menghiasi sepanjang jalan membuat suasanana semakin sejuk. Izzah berdecak kagum melihat pemandangan tersebut. Tak henti-hentinya bibir Izzah mengucap "masyaallah."
Sekitar dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai pada taman yang di sebut Rayhan. Mereka berdua lalu membeli tiket masuk yang harganya terbilang murah, yaitu hanya lima ribu rupiah perorang. Setelah itu mereka pun mulai masuk.
Taman tersebut merupakan taman air peninggalan kerajaan, yang dikenal sebagai kolam pemandian raja. Objek wisata itu merupakan wisata spesial yang terlihat berbeda, diantara obyek liburan yang ada di pulau itu, yang umumnya berhubungan dengan pantai dan laut.
Rayhan dan Izzah mulai berjalan menyusuri taman tersebut.
"Sepertinya taman ini sangat luas ya bang." ucap Izzah.
"Benar sayang, yang abang tau secara umum tempat wisata Taman ini memiliki berbagai fasilitas yang terdiri dari kolam, taman, dan beberapa mata air yang sudah terbukti asli berasal dari gunung api yang terkenal di pulau ini. Sehingga kebanyakan masyarakat sekitar yang menamai mata air tersebut dengan nama mata air awet muda. Sayang mau coba gak minum airnya?"
"Boleh bang. Ternyata abang tau banyak ya tentang taman ini." ucap Izzah.
"Ya namanya juga dulu kan abang pernah kesini juga, jadi ya udah tau apa aja yang ada disini." balas Rayhan.
Mereka terus berjalan menyusuri taman tersebut, pemandangan yang asri sangat menyejukkan mata mereka.
Akhirnya mereka tiba di mata air yang mereka tuju. Untuk masuk ke dalam, mereka diharuskan memakai selendang warna kuning.
"Sayang, konon katanya dengan meminum air dari mata air ini dipercaya bisa membuat awet muda." ucap Rayhan.
"Benar sekali sayang. Ya udah nih minum." ucap Rayhan menyodorkan segelas air yang diambilnya dari kolam mata air itu.
Izzah lalu meminum air yang diberikan Rayhan.
"Alhamdulillah, segar sekali airnya ya bang." seru Izzah.
"Masyaallah, iya sayang. Benar-benar menyegarkan tenggorokan." balas Rayhan.
Setelah itu mereka melanjutkan untuk menyusuri taman tersebut. Mereka mengunjungi pura yang ada di taman tersebut. Sekedar untuk berfoto ria.
Puas menyusuri taman, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke penginapan. Namun ada saja hal menarik yang membuat Izzah ingin singgah. Seperti berkunjung ke Islamic Center yang ada di wilayah tersebut. Mereka juga singgah di beberapa masjid yang terlihat unik untuk shalat dan sekedar untuk menikmati keindahan masjid tersebut.
Tak lupa Izzah juga meminta Rayhan untuk singgah di warung-warung makanan yang membuat Izzah penasaran. Hingga perjalanan mereka sampai ke penginapan jadi lebih lama. Bahkan mereka sampai harus shalat magrib dan isya di masjid yang mereka lewati di jalan.
Tiba di penginapan, Beni menyambut mereka dengan senyum sumringah. Rayhan turun dari mobil, lalu menggandeng Izzah.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan dan Nyonya Rayhan Wijaya." ucap Beni dengan senyum mengembang.
"Lu kenapa Ben, senyum-senyum gak jelas gitu." tanya Rayhan.
"Silahkan ganti pakaian dulu Tuan dan Nyonya, resort kami telah menyiapkan dinner romantis untuk kalian berdua." balas Beni.
"Aduh Ben, formal banget sih lu."
"Ayolah Ray, izinkan gue memperlihatkan keramahan gue terhadap tamu di resort ini. Gak usah komen banyak deh, mending cepetan sana ganti baju. Dinner romantis kalian udah menunggu." ucap Beni lagi.
"Iya-iya, makasih ya Ben." balas Rayhan.
"Gak usah terima kasih Ray, justru gue yang terima kasih karena lu mau honeymoon kesini."
Rayhan dan Izzah tersenyum, lalu mereka menuju kamar untuk berganti pakaian.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka berdua lalu menuju tempat yang sudah di tentukan Beni. Ternyata dinner romantis mereka bertempat di pinggir pantai. Sebuah meja dan sepasang kursi putih tertata rapi dengan lampu-lampu cantik mengelilinginya.
Rayhan dan Izzah duduk, tak lama datanglah pelayan mengantar makanan dan minuman. Musik romantis pun diputar menemani dinner mereka.
Rayhan dan Izzah menyantap makanan dengan saling menyuapi.
"Sungguh malam yang indah." gumam Rayhan.
"Terima kasih untuk kebahagiaan ini ya Allah." gumam Izzah.
***********************************
Setelah seminggu berada di pulau seribu masjid, Rayhan dan Izzah pun kembali ke ibu kota menggunakan jet pribadi. Awalnya Izzah masih ingin menggunakan pesawat biasa, namun Rayhan menolak dengan alasan ingin lebih privasi bersama Izzah.
Izzah pun tak dapat menolak. Akhirnya dia mengikuti keinginan Rayhan.
"Wah ternyata menggunakan pesawat jet berbeda ya bang dengan pesawat biasa. Lebih nyaman, dan lebih aman rasanya." ucap Izzah setelah pesawat lepas landas.
"Kan abang udah bilang, Izzah aja yang ngeyel." ucap Rayhan mencubit hidung Izzah.
Izzah lalu menyandarkan kepalanya di pundak Rayhan. Penerbangan merekapun berjalan mulus tanpa kendala.
__ADS_1
Tiba di Jakarta mereka langsung pulang ke rumah untuk beristirahat.