Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
HUBUNGAN ALDI & HANI


__ADS_3

Aldi tengah menunggu Hani di taman tempat biasa mereka bertemu. Sekitar sepuluh menit Hani datang menemui Aldi yang duduk sendirian di bangku panjang yang terdapat di taman.


"Maaf kak, Hani telat." ucap Hani duduk disamping Aldi.


"Gak apa-apa kok dek." balas Aldi.


Aldi menatap Hani lekat, Aldi begitu iba melihat kondisi Hani. Mata Hani terlihat begitu sembab.


"Maafkan aku ya dek." ucap Aldi.


"Kakak gak salah kok, kenapa minta maaf." balas Hani.


Aldi menunduk penuh rasa bersalah.


"Hani, orang tua ku akan membawaku kembali ke Amerika."


Deg! Dada Hani bergemuruh, sedih sudah barang tentu dirasakan. Namun Hani berusaha terlihat tegar dihadapan Aldi.


"Namun kakak sudah meminta waktu pada orang tua kakak supaya membuktikan tuduhan bu Rosita pada ibumu itu salah. Mereka memberi kakak waktu tiga hari, agar hubungan kita terus berlanjut." lanjut Aldi.


"Tapi sayangnya aa yang dikatakan bu Rosita itu benar kak." balas Hani menyeka air matanya.


"Maksud kamu?" tanya Aldi tak percaya.


"Iya kak. Apa yang dikatakan bu Ros itu benar adanya. Ibu aku memang pernah membawa kak Izzah ke jakarta dengan alasan bekerja di butik. Tapi karena kebencian yang ibu punya dulu terhadap kak Izzah membuatnya menjadi begitu jahat. Ibu malah menjual kak Izzah pada mucikari. Karena harga yang ditawarkan bernilai fantastis menurut ibu, membuatnya menjadi semakin gelap mata. Namun dibalik itu semua, pada akhirnya kak Izzah bertemu kak Rayhan yang membebaskannya dari tempat kotor itu lalu menikahinya." ujar Hani panjang lebar.


Aldi terlihat tak percaya akan apa yang didengarnya.


"Astaga, poor you Izzah. Malang sekali nasibmu Izzah." ucap Aldi.


"Iya, kak Izzah merupakan wanita yang begitu tangguh dan baik hati. Dia mampu melewati berbagai masalah hidupnya dengan selalu tersenyum. Dia begitu baik mau memaafkan kesalahan fatal ibu. Menurut kak Izzah, apa yang dilakukan ibu terhadapnya sudah takdir dan garis kehidupan yang ditentukan Allah untuk kak Izzah. Karena kejadian itulah yang membuat hidup kak Izzah sekarang berubah karena bertemu kak Rayhan."


Aldi kemudian memandangi Hani yang berusaha tegar menahan air matanya agar tak jatuh lagi.


"Karena kak Aldi sudah mendengar semuanya, jadi kak Aldi gak usah lagi susah payah mau berusaha untuk membuktikan apa-apa pada orang tua kak Aldi. Karena kenyataannya memang seperti ini adanya. Mungkin Allah memang tidak ingin menakdirkan kita untuk bersama sebagai pasangan kak. Jadi lebih baik kakak ikuti saja keinginan orang tua kakak." lanjut Hani.

__ADS_1


Mendengar ucapan Hani, Aldi malah memeluknya. Membuat Hani sontak kaget.


"Aku gak salah sudah memilih kamu untuk aku jadikan teman hidup. Tak perduli apa masa lalu keluargamu. Yang terpenting sekarang keluargamu sudah menjadi keluarga yang baik. Aku akan tetap berusaha memperjuangkan hubungan kita. Iam promise." ucap Aldi.


"Tapi kak? Bagaimana dengan orang tua kakak?" tanya Hani melepas pelukan Aldi.


"Aku akan berusaha meyakinkan mereka bahwa kamulah wanita terbaik untukku. I love you Hani." ucap Aldi.


"I love you too kak." balas Hani.


Keduanya kemudian berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing.


Tiba di rumah, Hani disambut bu Novi yang sudah menunggunya di ruang tamu bersama pak Haris dan Izzah.


"Assalamualaikum." ucap Hani.


"Waalaikumsalam." jawab semua orang.


"Gimana Han, apa yang dikatakan Aldi?" tanya Izzah.


"Kak Aldi bilang akan memperjuangkan hubungan kami kak." jawab Hani.


"Alhamdulillah." balas Izzah.


Bu Novi terlihat bernafas lega.


"Sayang maafin ibu ya." ucap bu Novi.


"Hani akan maafin ibu, kalau ibu bisa meyakinkan orang tua kak Aldi untuk menerima Hani sebagai menantu mereka. Waktu ibu hanya tiga hari, karena mereka sudah berencana untuk kembali ke Amerika." ucap Hani ketus.


"Ayah, kak Izzah, maaf ya Hani permisi dulu mau ke kamar dulu. Hani lelah." lanjut Hani kemudian meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya.


Izzah dan pak Haris mengangguk sementara bu Novi menunduk, air matanya kembali luruh. Izzah kemudian mendekati bu Novi, lalu mengelus punggungnya.


Sementara itu, Rayhan sepulang dari kantor memutuskan untuk mampir ke rumah utama. Hendak menemui bu Ros untuk menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Rayhan langsung masuk menerobos kedalam rumah. Rayhan mendapati bu Ros tengah menonton televisi.


"Pulang juga kamu. Udah sadar?" ucap bu Ros.


"Mi, Rayhan mau bicara. Rayhan mau jelasin semuanya." balas Rayhan.


"Apalagi yang mau kamu jelasin. Semuanya sudah jelas terpampang nyata kalau isterimu itu mantan wanita panggilan."


"Gaaakk, mami salah." hardik Rayhan.


Hati Rayhan begitu sakit mendengar ucapan bu Ros yang menyebut Izzah wanita panggilan.


"Salah gimana? Sudah jelas memang begitu adanya kan? Kamu sendiri yang membelinya dari si mami Lita itu."


"Iya memang benar Rayhan bu Novi menjual Izzah pada mucikari itu. Tapi Rayhan saat itu langsung menebus Izzah sebelum Izzah sempat disentuh orang lain." balas Rayhan.


"Dari mana kamu tahu kalau wanita itu belum di sentuh laki-laki lain?" tanya bu Ros.


"Karena Rayhan ada di malam saat Izzah di jual oleh bu Novi. Rayhan melihat sendiri Izzah diseret masuk ke dalam rumah lokalisasi. Dan...." suara Rayhan tercekat mengenang akan masa lalu yang kelam akan pertemuan pertamanya dengan Izzah.


"Dan apa? Apa kamu hanya mengada-ada?" tanya bu Ros.


"Dan Rayhan lah orang pertama yang menyentuh Izzah. Rayhan lah yang merusak Izzah. Awalnya Rayhan gak perduli, namun melihat raut wajah polos Izzah membuat Rayhan kasihan, lalu Rayhan menebus Izzah agar bebas dari tempat itu. Setelah itu Rayhan membawa Izzah ke villa dan mami pasti tau cerita selanjutnya bagaimana. Rayhan menikahi Izzah hingga sekarang." ucap Rayhan tertunduk.


"Mami gak percaya, bisa aja kamu bohong."


"Sekarang terserah mami mau percaya atau gak sama Rayhan, yang penting Rayhan sudah menjelaskan semuanya. Kalau mami mau percaya sama Bella silahkan. Toh selama ini mami selalu saja dengan mudahnya dihasut Bella. Satu hal yang Rayhan tekankan, selama ini apakah Rayhan pernah bohong sama mami? Itu aja mi, maaf kalau Rayhan belum jadi anak yang baik untuk mami. Rayhan pamit mi, mau menemui isteri Rayhan yang tengaj mengandung cucu mami." ucap Rayhan kemudian meninggalkan rumah utama.


Setelah kepergian Rayhan, bu Ros nampak berpikir.


"Apa benar yang Rayhan jelaskan? Bisa jadi dia hanya ingin membuat isterinya itu tampak baik dihadapanku. Tapi dia selama ini memang tidak pernah berbohong. Aku harus selidiki sendiri." gumam bu Ros.


Di tempat lain, kabar tentang kacaunya acara pertunangan Aldi dan Hani yang berujung batal sampai ke telinga Bella. Bella nampak begitu bahagia apalagi Bella juga mendapat info tentang kemarahan bu Ros pada Izzah di acara tersebut.


"Rasain kau Izzah, siapa suruh kau merebut Rayhan dariku. Dan untuk adikmu itu, dia juga harus merasakan penderitaan yang lebih darimu. Karena dia sudah dengan berani mengganggu lelaki yang mencintai aku. Pokoknya aku akan menghancurkan kalian berdua, sampai sehancur-hancurnya. Hahahaha." ucap Bella tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2