
"Hemmm, aku harus mandi nih. Persiapan ketemu wanita tercinta. Harus tampil ganteng dan wangi..." ucap Romi cekikikan.
Tanpa ia sadari semua omongannya di dengar oleh Arka dan Arsha sejak saat dia menelepon Izzah.
Romi berjalan menghampiri Arka dan Arsha yang duduk di ruang tamu, sementara dia tadinya berada di dapur saat menelepon Izzah.
"Anak-anak, kalian duduk aja ya dulu. Kalau mau nonton tv sana tinggal kalian nyalain aja. Bisa kan?" ucap Romi.
Kedua anak itu hanya mengangguk.
"Oh ya, itu dikulkas ada es krim udah Om siapin buat kalian. Om mau mandi dulu ya." lanjut Romi seraya berjalan menuju kamarnya.
Arka dan Arsha saling pandang.
"Kak, kayaknya Om Romi jahat deh. Denger gak tadi dia ngomong apa sama Ibu." ucap Arsha.
"Kamu benar Dik, lebih baik kita telepon Ayah aja." balas Arka.
"He'eh." jawab Arsha.
Romi tidak menyadari bahwa jam yang dikenakan kedua anak itu adalah jam ponsel yang dapat menelepon.
Sementara di kantor, Rayhan tengah mengadakan rapat dengan karyawannya.
"Bu Izzah telah mendirikan beberapa unit restaurant yang menyatu dengan hotel kita Pak. Selain itu Bu Izzah juga sedang membangun sebuah yayasan untuk menampung orang-orang tua dan juga anak yatim Pak." jelas salah seorang karyawan yang tengah memaparkan kinerja Izzah selama menjabat sebagai pemimpin di kantor Rayhan.
"Hemmm...." balas Rayhan mengangguk-angguk sambil membaca laporan data keuangan perusahaan.
"Bu Izzah juga tengah berencana...."
Suara ponsel Rayhan berdering, seketika ia mengangkat tangannya pertanda untuk karyawannya berhenti berbicara.
__ADS_1
"Iya sayang ada apa?" tanya Rayhan.
"Ayah, cepat kesini. Kayaknya Om Romi mau jahatin kita Yah." jawab Arka.
"Iya Ayah, cepetan tolongin kita Yah." sambung Arsha.
"Maksud kalian bagaimana? Ibu kalian dimana sayang?"
"Kita lagi di tempatnya Om Romi Yah. Tadi Om Romi telpon Ibu, terus bilang suruh Ibu datang ke apartemennya Om Romi. Terus gak boleh kasih tau siapa-siapa. Kalau gak anak kamu yang jadi taruhannya katanya Yah. Benar gitu kan Kak katanya Om Romi tadi?" ucap Arsha.
"Iya benar Yah. Arka dengar sendiri kok tadi Om Romi bilangnya gitu." lanjut Romi.
"Ya Allah!" seru Rayhan. "Kira-kira anak Ayah yang ganteng dan cantik ini tau gak dimana alamat apartmentnya Om Romi?" tanya Rayhan.
"Dimana ya Kak?" tanya Arsha.
"Kakak juga bingung Dik." jawab Arka.
"Mmmm oh ya, Arsha inget Yah. Tadi Arsha sempat lihat kita lewatin mall yang ada taman bermainnya itu." jawab Arsha.
Rayhan tampak berpikir.
"Oohh ya, Ayah sudah tau. Kalau gitu sekarang juga Ayah kesana. Kalian yang tenang ya, kalian harus berani. Arka tolong jagain adik kamu ya Nak. Ini Ayah udah jalan." ucap Rayhan sembari berjalan meninggalkan ruang rapat tanpa permisi.
Para karyawan Rayhan yang mengikuti rapat tampak bingung karena Rayhan berjalan keluar begitu saja tanpa ada penjelasan apa-apa.
"Awas kau Romi, kalau sampai Izzah dan anakku kenapa-kenapa. Tinggulah akibatanya." ucap Rayhan saat masuk ke dalam mobil.
Mobil Rayhan pun meluncur menuju apartment yang diyakininya tempat Arka dan Arsha berada.
**********************************
__ADS_1
Izzah tiba di apartment Romi. Sekali Izzah mengetuk pintu, Robi dengan cepat membukakan pintu untuk Izzah. Seolah ia sudah tau kedatangan Izzah.
"Silahkan masuk sayangku." ucap Romi.
"Mana anak-anakku." teriak Izzah.
"Santai saja, mereka baik-baik saja."
"Arkaaa....Arshaa....." teriak Izzah.
"Ibuuuuu....." teriak kedua anak itu berlarian langsung memeluk Izzah.
Izzah memeluk kedua anaknya dengan erat, seraya menciumi pipi keduanya.
"Kalian baik-baik aja kan sayang? Gak ada yang luka kan?" tanya Izzah.
"Kita baik-baik aja Bu." jawab Arka.
Izzah kemudian mencium kening kedua buah hatinya bergantian.
"Ayo kita pulang." ucap Izzah menggandeng keduanya.
"Eittsss jangan main pulang-pulang gitu dong." ucap Romi menghadang Izzah.
"Apa-apaan sih kamu. Cepat minggir." bentak Izzah.
Romi yang berpenampilan modis, mengenakan kemeja berwarna biru muda dan celana jeans hitam tiba-tiba berlutut dihadapan Izzah.
"Menikahlah denganku Izzah." ucap Romi sambil menyodorkan sebuah kotak perhiasan berwarna merah dengan menampilkan sebuah cincin bertahtakan berlian yang cukup berkilau.
"A-apa?" ucap Izzah kaget.
__ADS_1