Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
RECANA DOKTER HARUN MELAMAR LISA


__ADS_3

Orang-orang mulai saling berbisik setelah kepergian Bella. Mereka menatap lekat Izzah dan Rayhan.


"Sayang gak apa-apakan?" tanya Rayhan membelai pipi Izzah lembut.


"Izzah gak apa-apa bang." jawab Izzah.


"Alhamdulillah, udah makan?" tanya Rayhan lagi.


"Ini baru aja mulai makan bang sama Lisa."


"Lisa? Mana?" tanya Rayhan heran.


Rayhan lalu menoleh ke belakang tepat dimana Lisa tengah berdiri. Sontak Rayhan kaget dengan penampilan baru Lisa.


"Masyaallah, ini beneran Lisa? Lisa sekretaris di kantor abang, sayang?" tanya Rayhan.


"Iiihh kamu Ray, ngeledek ya." ucap Lisa.


"Ya ampun Lis, kamu beda banget. Kalau boleh bilang kamu terlihat lebih baik seperti ini." puji Rayhan.


"Alhamdulillah." jawab Lisa.


"Dokter Harun mana bang?" tanya Izzah.


"Tadi si katanya mau ke toilet bentar." jawab Rayhan. "Nah itu dia orangnya panjang umur." tunjuk Rayhan pada dokter Harun yang tengah berjalan ke arah mereka.


Lisa merasa deg-degan karena kedatangan dokter Harun.


"Kamu kenapa Lis? Kok mukanya merah gitu?" goda Izzah.


"Iiisshh Izzah..." pekik Lisa.


"Lama amat lu di toilet. Pasti lu keasyikan maen game ya?" ucap Rayhan.


"Aahh lu dikit-dikit game, nggaklah. Tadi gue kelamaan ngaca, kan mau ketemu pujaan hati. Pakai parfum juga biar wangi, abis tadi keringetan banget gara-gara main futsal."


Dokter Harun tak menyadari bahwa Lisa tengah duduk meminum jus. Izzah terkekeh melihat tingkah dokter Harun.


"Ya elah, pake acara parfuman segala. Bau ketek lu gak bakal ketutupan sama parfum merk apapun."


"Sialan lu. Ehh Zah ngomong-ngomong Lisa mana? Kata Rayhan kamu janjian sama dia disini." tanya dokter Harun.


Izzah hanya tertawa.


"Yee ditanya malah ketawa." lanjut dokter Harun.


"Gimana bini gue gak ketawa. Lu tu ya keknya harus pakai kacamata deh, orang Lisa dari tadi ada disini lu gak nyadar." ucap Rayhan.


"Disini? Mana?" balas dokter Harun melihat sekeliling.

__ADS_1


Lisa hanya tertunduk sambil terus meminum jus jeruk ditangannya.


"Bentar-bentar, jangan-jangan Lisa...." ucap dokter Harun seraya memandang ke arah Lisa yang tertunduk.


"Lis...." panggil dokter Harun.


Lisa lalu mendongak ke arah dokter Harun.


"Ya mas." jawab Lisa.


Seketika dokter Harun diam membisu, mulutnya tampak menganga. Lisa yang melihat ekpresi dokter Harun tersipu malu, lalu menunduk kembali.


Izzah dan Rayhan tertawa menatap dokter Harun yang diam mematung.


"Eehh bro, jaga tuh mulut lu, cepetan ditutup. Air liur lu udah netes. Gak usah di pandang terus, belum halal." Rayhan cekikikan.


Seketika dokter Harun menutup mulutnya, lalu tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ayo duduk, Izzah pesenin makanan." ucap Izzah.


Mereka akhirnya melanjutkan makan siang mereka bersama. Setelah Izzah memesankan makanan untuk Rayhan dan dokter Harun.


Tak ada pembicaraan sepanjang mereka menyantap makanan. Izzah dan Rayhan larut dalam kemesraan dengan saling menyuapi. Mereka tak lagi menghiraukan orang-orang yang memandang ke arah mereka.


Sementara Lisa dan dokter Harun fokus pada makanan mereka masing-masing. Tak ada tegur sapa, hanya terdengar suara denting sendok dan garpu yang menyentuh piring.


Setelah selesai makan siang, Izzah dan Lisa pergi ke toilet. Sementara Rayhan dan dokter Harun memutuskan menunggu mereka di dalam restaurant.


"Oohh bagus dah kalau gitu, segerakan aja sebelum diembat sama orang lain." jawab Rayhan tanpa menoleh ke arah dokter Harun, dia fokus menatap layar ponselnya.


"Ya Ray, gue mau ngelamar dia sekarang."


Rayhan hampir saja terjungkal dari kursi yang didudukinya karena kaget.


"Apa...? Serius lu?" tanya Rayhan.


"Serius Ray. Dua rius malah. Gue udah nggak tahan Ray."


"Ya elah bro. Ngenet banget lu, sampe segitu gak tahannya pengen...."


"Otak mesum lu, bukan gak tahan yang itu. Maksud gue, gue gak tahan buat gak nikahin Lisa. Gue takut dosa kalau mandang dia terus. Sumpah dia beda banget dengan penampilannya yang sekarang." ucap dokter Harun.


"Ya udah, terus lu mau moment lamaran lu kek gimana? Apa perlu gue nyuruh orang gue buat nyiapin semuanya?" tanya Rayhan.


"Gak perlu Ray, gue mau spontan aja. Biasa-biasa aja. Cuma yang jadi masalahnya gue gak tau gimana ukuran jarinya Lisa. Gue bisa aja sekarang langsung nyari cincin. Tapi takut kekecilan atau kegedean."


Rayhan terlihat berpikir.


"Ahh lu tenang aja, mumpung sekarang Izzah lagi sama Lisa di toilet. Gue sms aja Izzah, cari cara gimana biar dia tau ukuran jarinya Lisa."

__ADS_1


Seketika Rayhan langsung mengirim pesan ke Izzah.


Izzah yang tengah memperbaiki riasan diwajahnya, langsung merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya yang berdering tanda sebuah pesan masuk.


Izzah sedikit heran akan apa maksud Rayhan menanyakan ukuran jari Lisa. Namun Izzah tak mau banyak bertanya. Segera saja dia mecoba mencari cara untuk mengetahui ukuran jari Lisa.


Izzah melihat sebuah cincin melingkar di jari tengah Lisa. Izzah langsung mendapat ide.


"Lis cincin kamu bagus." ucap Izzah.


"Cincin ini?" tunuk Lisa.


"Iya. Boleh aku coba gak, biar nanti aku minta bang Rayhan carikan yang model kayak gitu."


Lisa langsung melepaskan cincin itu, lalu memberikannya pada Izzah. Izzah berpura-pura memakainya untuk mengetahui ukuran jari Lisa. Dan ternyata ukurannya sama dengan jari Izzah.


Lisa dan Izzah lalu keluar dari toilet menuju tempat Rayhan dan dokter Harun menunggu. Mereka semua lalu berjalan-jalan. Kemudian memasuki toko perhiasan yang menjual berlian.


Lisa memilih duduk menunggu Izzah, begitu juga dengan dokter Harun. Namun mereka berdua menjaga jarak. Lisa merasa canggung akan situasi itu.


"Bang sebenarnya apa maksud abang nanyain ukuran jari Lisa?" tanya Izzah.


"Sayang gak usah bilang-bilang ya sama Lisa. Harun berencana melamar Lisa sekarang." jawab Rayhan.


"Apa?" teeiak Izzah.


Sontak membuat Lisa kaget.


"Kamu kenapa Zah?" tanya Lisa.


"Hehehe gak apa-apa Lis. Ini aku cuma kaget aja sama harga cincin ini." jawab Izzah.


"Oohh." balas Lisa.


Izzah menghembuskan nafas lega. Kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Rayhan sambil berbisik. Tak lama Izzah memanggil Lisa.


"Lis sini deh. Kira-kira kamu suka yang mana?" tanya Izzah.


"Loh! Kok aku sih?" tanya Lisa.


"Aku cuma mau tanya pendapat kamu aja." ucap Izzah.


Rayhan lalu memilih duduku bersama dokter Harun.


"Lu tenang aja, soal cincin udah Izzah yang atur. Sekarang tinggal siapin mental lu aja." ucap Rayhan pada dokter Harun.


Dokter Harun mengangguk. Setelah selesai memilih cincin, Izzah lalu memanggil Rayhan. Lisa kembali duduk lagi.


"Bang, tadi Lisa pilih yang Ini." bisik Izzah.

__ADS_1


"Ya udah sini abang bayar sekarang. Izzah ajak aja Lisa keluar duluan, kemana kek. Nanti abang sama Harun nyusul." ucap Rayhan.


Izzah kemudian mengajak Lisa keluar dari toko perhiasan. Mereka berjalan menuju toko buku. Sementara Rayhan dan dokter Harun tengah mengatur rencana untuk aksi lamaran terhadap Lisa.


__ADS_2