
Rayhan dan Aldi kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai shalat magrib.
"Bro, Iam hungry. Bisakah kita makan dulu sebelum sampai rumahmu." ucap Aldi.
Rayhan tertawa.
"Sure, why not." balas Rayhan.
Mereka lalu berhenti di restaurant yang menjual makanan khas nusantara.
"Aku sengaja milih restaurant ini buat ajak kamu makan. Supaya ada sensasi berbeda, aku yakin kamu udah lama gak makan makanan khas Indonesia." ucap Rayhan.
Aldi hanya tersenyum, lalu Rayhan memesan makanan dengan berbagai macam menu. Mulai dari sate, ayam bakar, rendang, dan yang lainnya.
"Wow it look delicious." seru Aldi.
"Ya, ayo makan." ucap Rayhan.
Mereka pun menyantap makanan yang ada di hadapan mereka dengan lahap.
Izzah berdiri diruang keluarga merasa khawatir karena Rayhan belum juga kunjung pulang.
"Sebenarnya kemana sih bang Rayhan.? Kenapa sampai sekarang belum pulang juga." ucap Izzah khawatir.
Bi Inah yang melihat Izzah mondar mandir mendekat.
"Maaf nyonya kalau lancang. Nyonya kenapa terlihat gusar?" tanya bi Inah.
"Aku baik-baik aja kok bi. Oh ya tolong gak usah panggil aku nyonya, panggil Izzah aja." balas Izzah.
"Ya gak bisa gitu, kan gak sopan sama majikan sendiri." ucap bi Inah.
"Kalau gitu panggil neng Izzah aja, sama seperti panggilan bi Asih dan mang Diman." ucap Izzah.
"Baiklah kalau begitu nyonya. Eh maksud saya neng." balas bi Inah.
"Oh ya bi, tadi lihat gak bang Rayhan kemana?" tanya Izzah.
"Tadi saya hanya lihat Tuan Rayhan pergi pakai mobil neng. Kencang sekali larinya." jawab bi Inah.
" Yaa Allah kemana ya bang Rayhan, gak biasanya dia gak pulang sampai jam segini." ucap Izzah.
"Tenang aja neng, Tuan pasti baik-baik aja. Neng gak usah khawatir, gak usah banyak pikiran. Gak baik untuk kandungan neng Izzah."
"Bi Inah tau dari mana saya hamil?" tanya Izzah.
"Tadi sebelum pergi, Tuan Rayhan berpesan agar saya menjaga neng Izzah agar tidak terlalu capek dan kerja yang berat-berat."
Izzah termenung mendengar penuturan bi Inah.
"Kalau begitu saya permisi ke belakang dulu neng. Neng Izzah makan aja dulu, yakinlah insyaallah Tuan Rayhan pasti baik-baik aja. Neng Izzah gak perlu khawatir." ucap bi Inah kemudian berlalu meninggalkan Izzah menuju ruang belakang.
"Ngapain sih sebenarnya aku khawatirin bang Rayhan. Bisa jadi saat ini dia malah lagi senang-senang sama Bella sampai lupa waktu." gumam Izzah.
Izzah kemudian kembali ke kamarnya membawa makanan. Setelah selesai makan Izzah kemudian menunaikan shalat isya.
Cukup lama Izzah mondar mandir memikirkan kemana perginya Rayhan. Di satu sisi, Izzah marah atas kejadian siang tadi. Namun disisi lain, Izzah tak dapat membohongi hatinya jika dia tetap mengkhawatirkan Rayhan.
Pintu kamar Izzah diketuk oleh bi Inah.
"Ada apa bi?" tanya Izzah saat membuka pintu.
"Itu neng, Tuan Rayhan datang bersama temannya." ucap Izzah.
__ADS_1
"Temannya? Siapa? Perempuan?" tanya Izzah.
"Laki-laki neng." jawab bi Inah.
"Ya udah biarin aja." ucap Izzah hendak menutup pintu.
Ada perasaan lega di hati Izzah karena Rayhan telah pulang dan dalam keadaan baik-baik saja.
"Maaf neng, Tuan Rayhan minta neng turun untuk bertemu temannya." lanjut bi Inah.
"Bilang aja bi, aku lagi males." ucap Izzah lalu menutup pintu.
Bi Inah segera turun dan memberi tahu Rayhan apa yang dikatakan Izzah.
"Maaf Tuan, Nyonya Izzah bilang sedang malas." ucap bi Inah.
Rayhan menghela nafas panjang dan menatap Aldi.
"Ya sudah, bi Inah balik lagi gih ke belakang." perintah Rayhan.
"Baik Tuan." balas bi Inah.
"See. Izzah gak mau ketemu aku. So, bagaimana caranya aku bisa jelasin semuanya." ucap Rayhan frustasi.
"Relax bro, now get your phone. Sms dia, bilang berikan kesempatan sekali saja untuk menjelaskan semuanya. Setelah itu keputusan ada di tangannya." saran Aldi.
"But, gimana kalau Izzah tetap gak percaya. Terus dia kekeh mau cerai. Aarrrgghh I dont wanna lose her bro." ucap Rayhan.
"Bro coba aja dulu. I will do my best. Izzah pasti percaya, karena aku punya bukti. Toh faktanya kita memang benar, dan kita tidak berbohong. So untuk apa takut mencoba. Setidaknya kita sudah berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kalian berdua." ucap Aldi.
Rayhan mengangguk, kemudian mulai menulis pesan untuk Izzah di ponselnya.
"Bismillah. Semoga Izzah mau turun." ucap Rayhan saat mengirim pesan pada Izzah.
Izzah tengah berbaring saat pesan dari Rayhan masuk ke ponselnya.
"Baiklah, aku memang harus memberinya kesempatan untuk menjelaskan semuanya. Jika dia punya bukti untuk menyangkal perbuatannya, aku juga punya bukti untuk aku perlihatkan padanya." ucap Izzah.
Lalu Izzah mengambil hijabnya di dalam lemari, kemudian turun dengan membawa kotak berisi pakaian Rayhan yang dikirim Bella, serta amplop berisi foto Rayhan dan Bella.
Saat Izzah tiba di ruang keluarga, Rayhan dan Aldi berdiri menyambut Izzah. Mata Rayhan tertuju pada barang yang di bawa Izzah.
Izzah kemudian duduk di sofa yang terletak jauh dari Rayhan. Lalu meletakkan barang bawaannya di atas meja.
"Sayang kenalin ini sahabat abang yang abang bilang mau ketemu dia tadi sore. Namanya Aldi Permana." ucap Rayhan.
"Salam kenal." ucap Aldi.
Izzah membalas dengan anggukan.
"Sayang sebelumnya abang minta maaf sudah..."
"Gak perlu basa-basi, udah jelasin aja apa yang mau di bicarakan." ucap Izzah memotong omongan Rayhan.
Rayhan menghela nafas, lalu memandang Aldi dan mengangguk.
"Maaf sebelumnya, aku berani jamin semua yang terjadi di hotel tadi hanya salah paham." ucap Aldi.
"Salah paham gimana? Udah jelas-jelas bang Rayhan kedapatan mesum sama mantan isterinya. Masih mau bilang salah paham, huh." ucap Izzah ketus.
"Aku punya bukti bahwa Bella merencanakan semuanya untuk membuat kalian bertengkar. Rayhan memang berniat untuk menemui aku karena permintaan dariku. Tapi Bella memanfaatkan aku untuk mencapai tujuannya. Dia mengatakan bahwa Izzah lah yang merusak rumah tangganya. Hingga dia meminta tolong padaku untuk mempertemukan dia dengan Rayhan di kamar hotel itu. Aku sama sekai tidak tau bahwa Bella merencanakan semua itu. Iam so sorry, aku juga bersalah disini. Ini silahkan Izzah lihat sendiri isi pesan dari Bella." ujar Aldi panjang lebar.
Izzah membaca pesan dari Bella di ponsel milik Aldi. Mata Izzah memerah, semua pesan Bella memang berisi tentang apa yang dikatakan Aldi. Izzah lalu mengembalikan ponsel Aldi.
__ADS_1
"Oke, aku udah liat buktinya. Dan kini aku percaya jika itu memang siasat Bella. Tapi bagaimana dengan bukti yang aku punya? Semuanya menunjukkan memang benar bang Rayhan kembali menjalin hubungan dengan Bella." ucap Izzah.
"Bukti? Apa maksud Izzah?" tanya Rayhan.
Izzah kemudian mengeluarkan foto yang terdapat di dalam amplop coklat serta pakaian Rayhan yang berada di dalam kotak. Rayhan terlihat bingung sekaligus kaget bagaimana bisa pakaian yang sudah di buangnya ke tong sampah bisa berada di Izzah.
"Kenapa? Kaget?" tanya Izzah.
Rayhan diam seribu bahasa, sementara Aldi tampak memperhatikan foto Rayhan yang tengah berciuman dengan Bella.
"Masih ingat dengan foto ini?" ucap Izzah. "Saat itu abang bilang Bella tiba-tiba datang menghampiri abang. Lalu memeluk dan mencium abang dengan paksa. Oke saat itu Izzah percaya. Tapi keesokan harinya pakaian abang ini dikirim ke rumah. Ada pesan dari Bella bilang abang dan Bella habis bertemu di hotel. Saat itu Izzah tanya kemana pakaian abang. Abang jawab di buang karena kena cipratan lumpur. Tapi setelah Izzah periksa baik-baik, sama sekali gak ada noda lumpur. Yang ada malah bekas lipstik dan bau parfum wanita." ucap Izzah panjang lebar.
"Yaa Allah, segitu liciknya kamu Bella." ucap Rayhan. "Tapi sayang demi Allah, abang sudah memberi tahu Izzah yang sebenarnya. Abang benar-benar membuang baju itu ke tong sampah. Abang juga bingung bagaimana ceritanya baju itu bisa sampai rumah lagi. Kalau Izzah gak percaya, kita bisa ke toko baju itu besok pagi. Kita tanyakan pada pemilik toko."
"Abang bisa aja kan bayar mereka untuk tutup mulut." ucap Izzah.
"Astagfirullah.." seru Rayhan.
"Sudahlah bang, mengaku saja atas kesalahan abang. Abang boleh berkelit tentang foto dan pakaian itu, tapi abang gak bisa berkelit lagi dengan bukti video ini." ucap Izzah.
"Video apalagi?" tanya Rayhan.
"Abang tau gak kenapa Izzah bisa ngikutin abang tadi siang? Karena semalam Bella sms ke ponsel abang bilang terima kasih udah melayani dia, dan dia mau ketemu abang lagi di hotel. Hanya saja Izzah menghapus pesan itu karena gak enak sama abang sudah dengan lancang membuka ponsel abang."
"Demi Allah sayang, semuanya hanya akal-akalan Bella." ucap Rayhan.
"Terus ini apa?" ucap Izzah memutar video yang memperlihatkan Rayhan tengah beradegan panas dengan seorang wanita yang membelakangi kamera.
Rayhan dan Aldi terbelalak melihat video tersebut.
"Astaghfirullahal'adzim... itu semua fitnah. Abang gak pernah seperti itu." ucap Rayhan putus asa dengan meremas rambutnya.
Aldi lalu mengambil ponsel Izzah, memperhatikan video itu dengan seksama. Kemudian Aldi menggeleng lalu tersenyum.
"Maaf sebelumnya, bukan bermaksud ikut campur. Tapi dapat ku katakan video ini palsu. Video ini editan, video ini memang menampilkan wajah Rayhan. Tapi ini bukan Rayhan. It's fake." ucap Aldi.
"Maksudnya?" tanya Izzah.
"Coba perhatikan raut wajah Rayhan di video ini. Sama sekali tidak menampilkan ekspresi. Datar dan monoton, pandangannya pun kosong. Jika di lihat lebih teliti dahinya terlalu lebar dibanding dahi Rayhan. Rambutnya pun tidak sama dengan Rayhan." ucap Aldi meyakinkan.
Izzah kemudian mengambil ponselnya melihat kembali ponsel tersebut untuk memastikan apa yang dikatakan Aldi.
"Lagi pula, wanita yang di video tersebut bukanlah Bella. Karena yang aku tau Bella mempunyai tahi lalat di pundaknya sebelah kiri." lanjut Aldi.
Izzah mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa apa yang dikatakan Aldi benar, namun dasar karena Izzah sudah terlanjur cemburu membuatnya tetap pada pendiriannya bahwa Rayhan memang selingkuh.
"Gimana Izzah sudah percayakan bahwa Rayhan gak mungkin berkhianat." ucap Aldi memegang pundak Rayhan.
"Aku bakalan percaya seratus persen kalau bang Rayhan bisa membuktikan kalau apa yang dia katakan tentang kejadian pakaiannya yang terkena lumpur benar adanya." ucap Izzah lalu meninggalkan Rayhan dan Aldi.
Rayhan duduk bersandar lalu meremas rambutnya dengan kasar.
"Aku gak nyangka Bella sampai senekat ini." ucap Rayhan.
"Love is blind bro. Saking butanya karena cinta seseorang bisa melakukan apapun buat orang yang dia cintai." ucap Aldi.
Rayhan kemudian bangun dari duduknya hendak menuju kamarnya.
"Kamu nginap aja disini malam ini. Ini udah larut, kamu bisa tidur di kamar itu." tunjuk Rayhan pada kamar tamu.
"Oke bro. I have to sleep now. Go get her." goda Aldi.
"What do you mean?" tanya Rayhan.
__ADS_1
"Alah pura-pura gak tau. Izzah itu cemburu melihat adegan kamu dan Bella. Malam ini belai dia, buat dia melupakan masalah kalian. Good luck bro." ucap Aldi kemudian masuk kamar.
Rayhan kemudian dengan cepat menaiki anak tangga menuju kamarnya.