
Bella begitu kecewa dengan sikap Rayhan sampai meneteskan air mata. Pak Seno semakin sakit hati dengan tingkah Rayhan. Bu Ros mengelus punggung Bella yang tengah terisak.
"Sudah sayang, jangan nangis lagi. Mami akan buat wanita itu menderita karena merebut Rayhan dari kamu." ucap bu Ros.
"Jangan cuma ngomong aja, segera lakuin cara apapun untuk buat Rayhan kembali sama anak kesayangan aku." ucap bu Mila sambil mencium kepala Bella.
Bu Ros lalu berdiri dan berjalan menuju sudut ruangan. Dia mengamati suasana ruangan itu. Bu Ros melihat seorang pelayan tengah berbicara dengan Izzah.
"Sepertinya Izzah sedang meminta sesuatu pada pelayan itu." ucap Bu Ros.
Setelah pelayan itu meninggalkan Izzah. Bu Ros segera memanggil pelayan itu.
"Hei kamu, kesini." panggil bu Ros.
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu." ucap pelayan wanita itu.
"Tadi wanita itu ngomong apa sama kamu?" tanya bu Ros sambil menunjuk Izzah.
"Oh nyonya Rayhan." ucap pelayan wanita itu membuat bu Ros manyun.
"Iya saya tau, karena saya ini ibunya Rayhan. Memang dia minta apa?"
"Maafkan saya bu, dia minta diambilkan air putih bu." ucap pelayan itu.
"Kalau begitu ini kebetulan saya memang sudah membawa air mineral dari rumah, berikan pada menantu kesayangan saya itu ya." bu Ros menyeringai.
"Baik bu." lalu pelayan itu berjalan menuju Izzah dan memberikannya air mineral itu.
Rasain kamu Izzah, air itu sudah aku campur dengan obat yang akan membuatmu kehilangan sesuatu yang membuat Rayhan selalu dekat denganmu. Jika kamu kehilangan itu, Rayhan pasti akan meninggalkanmu.
__ADS_1
Bu Ros lalu kembali menuju mejanya dengan tersenyum puas.
"Mami dari mana?" tanya Bella yang sudah tampil ceria lagi.
"Menjalankan rencana mami." jawab bu Ros dengan enteng.
"Rencana apa?" tanya bu Mila dan pak Seno bersamaan.
"Tunggu aja, gak usah banyak nanya. Yang penting Rayhan bakal kembali lagi sama Bella." seringai bu Ros.
Izzah tengah berbincang-bincang dengan mang Diman dan bi Asih. Lalu dia meminum air mineral yang diberikan pelayan itu sampai separuh botolnya kosong.
"Haus banget ya neng?" tanya mang Diman.
"Hehe iya mang. Habis dari tadi belum minum." jawab Izzah.
"Minum air putih yang banyak itu bagus untuk ibu hamil neng. Bagus buat bayinya juga." ucap bi Asih.
Dari tempat duduknya bu Ros tersenyum puas melihat Izzah telah meminum air itu.
Rasain kamu, tunggu aja bentar lagi kamu pasti bakalan kesakitan.
Rayhan tengah sibuk berbincang-bincang dengan tamu-tamu penting.
Sementara Izzah mulai merasakan kram diperutnya.
"Aduh perut Izzah kok mules ya bi." ucap Izzah.
"Emang neng makan apa tadi? Gak salah makan kan?" tanya bi Asih.
__ADS_1
"Gak kok bi, sebelum kesini tadi Izzah cuma makan buah. Nah barusan disini makan makanan yang sama dengan makanan bi Asih dan mang Diman." ucap Izzah.
"Sakit banget ya neng?" tanya bi Asih lagi.
"Kayaknya Izzah mau ke toilet dulu bi." ucap Izzah.
"Mau bibi temenin?"
"Gak usah bi, Izzah bisa sendiri."
"Ya udah, neng hati-hati ya."
"Ya bi." ucap Izzah lalu berjalan menuju toilet.
Bu Ros yang melihat Izzah berjalan menuju toilet segera bangun untuk mengikutinya dari belakang.
"Mami ke toilet dulu Bell." ucap bu Ros.
Bella hanya mengangguk. Bu Ros lalu berjalan dengan cepat. Izzah masuk terlebih dulu ke dalam toilet. Diikuti bu Ros. Izzah masuk ke bilik toilet paling ujung. Bu Ros memperhatikan beberapa pintu bilik toilet yang lain tertutup.
Sepertinya ada orang lain disini, aku harus cepat dan harus hati-hati, jangan sampai ketahuan, gumam bu Ros.
Bu Ros mengeluarkan sebuah botol berisi cairal baby oil dan menumpahkannya tepat didepan pintu bilik toilet yang Izzah masuki.
Klek!!
Sebuah pintu bilik toilet yang lain terbuka, dengan gelagapan bu Ros memasukan botol itu kedalam tasnya, lalu dengan segera menghadap cermin yang tersedia. Berpura-pura merapikan riasan wajahnya.
Seorang wanita yang keluar dari bilik toilet itu tersenyum ke arah bu Ros. Kemudian bu Ros keluar dengan segera.
__ADS_1
Uuhh hampir saja ketahuan, gumamnya.
"Tinggal menghitung menit kamu akan kehilangan segalanya Izzah." ucap bu Ros menyeringai.