Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Malam Pengantin


__ADS_3

Setelah kurang lebih tiga jam acara berlangsung, akhirnya mereka beristirahat dan merenggangkan otot. Para mempelai pengantin, hampir dua jam berdiri dan menyalami para tamu, membuat ia seperti patung di pinggir jalan.


Izzah dan Rayhan menemui anak-anaknya terlebih dahulu, sebelum pulang ke rumah. Para pengantin baru, telah disediakan kamar di hotel sebagai tempat mereka bermalam.


"Sha, ibu sama ayah pulang dulu, kalian istirahat ya. Besok kalau bisa langsung pulang ke rumah. Ibu mau siapin makanan untuk menantu-menantu ibu." Ucap Izzah.


"Sayang, kayaknya mereka gak bisa pulang pagi-pagi. Kan pengantin baru, pasti kesiangan."


Devan tersenyum ke arah Arsha, sementara Arsha terlihat menahan malu.


"Titip Arsha ya Nak Devan. Maklum dia ini masih manja. Mmm dia juga takut gelap." Ujar Izzah.


"Siap bu, saya akan menjaga Arsha dengan seluruh jiwa raga saya." Balas Devan.


"Bagus Nak Devan." Ucap Rayhan.


"Ya udah ya Sha. Ibu sama Ayah mau ke kakak kamu dulu, ngasih kunci kamarnya. Oh ya sampai lupa ibu. Nih kunci kamar kalian."


Devan dan Arsha masuk ke dalam kamar mereka. Keduanya masih tampak malu-malu. Devan langsung menuju kamar mandi mengganti pakaiannya. Sementara Arsha duduk di pinggiran tempat tidur.


Saat Devan keluar dari kamar mandi, ia terlihat sudah mengganti pakaian. Lalu mendekat ke arah Arsha.


"Mmmm Van, bisa gak malam ini kita gak...."


"Sana ganti baju kamu dulu." Ucap Devan memotong ucapan Arsha.


"Bentar, aku mau cari baju ganti dulu." Balas Arsha.


"Kenapa gak pakai ini aja?"


Devan menunjukkan sebuah kado yang bertuliskan dari Tia dan Vita, dengan ucapan 'pakai baju ini.'


Arsha antusias membuka kado itu, saat sudah terbuka Arsha begitu kaget. Karena isinya pakaian tipis berwarna biru muda yang sudah tentu jika dipakai akan tembus pandang.

__ADS_1


'Apa-apaan ini. Eeeuuuhh.....' pikir Arsha lalu melepas pakaian itu dan mengambil bajunya di dalam tas.


"Gak mau pakai nih?" Goda Devan.


"Gaaaakkk." Teriak Arsha lalu berlari masuk ke kamar mandi.


*******************


"Ini kunci kamar kalian," ucap Izzah sambil menyodorkan benda kecil pipih ke arah Arka yang sudah berganti pakaian.


"Ingat, kamu harus baca doa dulu sebelum bercocok tanam," bisik Rayhan, Arka yang mendengar itu seketika membelalakan matanya.


"Aduh, ayah ada-ada aja...." balas Arka sambil menyugar rambut hitamnya.


Izzah tertawa karena mendengar bisikan Rayhan ke puteranya itu.


"Ka, ini nanti kasih ke Nabila ya," ucap Izzah lagi, sembari menyodorkan paper bag putih ke arah Arka.


"Apa ini?"


"Ingat, harus baca doa dulul" ucap Rayhan lagi.


Arka memutar bola mata malas. "Hmm."


Arka mendekat ke arah Nabila yang tengah bersama dengan Bu Maya, wanita paruh baya itu terlihat berat hati saat akan berpisah dengan putri semata wayangnya.


"Nak Arka, mamah titip Nabila, ya," ucap Bu Maya saat Arka sudah berada di dekatnya.


Pria yang sudah menjadi menantunya itu tersenyum dan mengangguk pelan. "Iya, Ma."


"Nanti kalau mamah kangen gimana, Bil?"


"Kita, kan, masih tinggal di kota yang sama, Mah. Aku nggak pindah ke Planet Mars, kok."

__ADS_1


"Nanti rumah jadi sepi, Nan. Nggak ada yang teriak-teriak minta diambilin handuk lagi." Bu Maya memeluk Nabila, lalu melepas cepat dan menggosok-gosok mata.


"Kenapa, Mah?" tanya Nabila bingung.


"Air mata mama ke mana ya, Bil? Niatnya pengen nangis ini."


"Udah mama gade'in kali buat beli daster baru."


"Oh iya, kemarin digade-in, ya? Lupa mama."


Arka yang mendengar dua obrolan absurd itu hanya bisa tersenyum simpul.


"Nak Arka, Nabila ini kadang susah tidur kalau malam, jadi biasanya sebelum tidur harus banyak gerak dulu, kadang ngepel, loncat-loncat, salto, merayap di dinding, dan–"


"Ma!" potong Nabila cepat. "Jangan gibahin di depan orangnya langsung dong," bisiknya menahan malu.


Arka yang mendengar itu hanya bisa tertawa kecil. "Kenapa harus gitu?"


"Jangan kepo, Pak." balas Nabila.


Disenggolnya lengan Nabila keras. "Eh, nggak boleh galak-galak sama suami, nanti bisa kesurupan."


"Maaf, ya, Nak Arka, anak ini memang agak aneh. Jadi, nanti kalau tahu dia lagi gerak nggak jelas sebelum tidur biarin aja, jangan kaget, apalagi manggil ustad suruh ngerukiyah," pesan Bu Maya lagi.


Nabila hanya bisa menelan ludah berat, menahan malu mendengar ucapan mama nya itu.


"Ya sudah, kalian segera istirahat aja. Mama mau merayakan hari kemerdekaan tanpa ada lagi yang teriak minta uang bulanan buat beli skincare. Mama pulang, ya, Bil," pamit Bu Maya sembari memeluk Nabila dan juga Arka.


"Hati-hati di jalan, Ma," ucap Nabila.


"Kamu juga hati-hati di kamar, jangan keras-keras nanti teriaknya," balas Bu Maya dengan lirih.


"Ha? Maksudnya?" Nabila bingung dengan ucapan mamanya. Tetapi sang Mama tak menjawab dan malah pergi menjauh.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Arka saat melihat kebingungan di wajah istrinya. Nabila hanya membalas dengan gelengan pelan dan senyuman canggung.


__ADS_2