
Izzah cerita lah padaku jika kau punya masalah." ucap Intan.
"Gak kok Tan, aku baik-baik saja." balas Izzah.
"Kalau memang kau baik-baik saja, lalu kenapa kau mainkan makananmu? Gak biasanya kau seperti itu. Cerita lah Zah, siapa tau dengan menceritakan semuanya beban mu jadi sedikit berkurang."
Izzah menghela nafas panjang, lalu menceritakan masalahnya pada Intan. Intan mendengarkan dengan seksama.
"Zah kamu yakin bisa bertahan dimadu?" tanya Intan setelah mendengarkan cerita Izzah bahwa dia adalah istri yang dinikahi secara siri oleh Rayhan.
"Dalam agama islam, bermadu itu tak disalahkan. Jadi aku ridho dengan keadaan, kalau Bela juga bisa ridho maka kami bisa hidup bersama." ucap Izzah.
"Huh... ridho!! Coba kau tanyakan pada hatimu sendiri Izzah, bagaimanapun hatimu pasti sakit mengetahui suamimu memiliki wanita lain. Itu bukan ridho namanya, itu pasrah. Ridho itu ikhlas. Pasrah itu menyerah." ucap Intan.
Sesaat mereka terdiam.
"Mungkin ini memang sudah takdirku Tan." jawab Izzah.
__ADS_1
"Semuanya bisa berubah Zah selama kamu mau perjuangkan pernikahanmu. Sekarang dengerin aku, seharusnya kamu harus membujuk Rayhan untuk segera menikahimu secara negara. Bukannya apa-apa Zah, ini semua demi anakmu. Bayangkan jika dia lahir, kau tak akan bisa menyelipkan nama ayahnya pada bayimu itu. Karena apa? Ya karena dimata hukum anakmu tidak memiliki ayah selama pernikahanmu tidak tercatat di mata hukum."
Izzah menghela nafas panjang, dia merasa omongan Intan ada benarnya. Namun apa yang bisa dilakukan Izzah, dia hanya bisa menunggu sampai Rayhan sendirilah yang sudah siap menikahinya secara hukum.
Sementara di kantor Rayhan tengah sibuk dengan pekerjaannya. Ada banyak laporan yang harus dia tanda tangani. Tiba-tiba Bella masuk ke ruangan Rayhan dan langsung bergelayut manja dileher Rayhan tanpa menghiraukan kehadiran Lisa.
"Lepasin Bella, aku masih banyak pekerjaan ." ucap Rayhan.
"Rayhan sayang, kita keluar dinner yuk nanti." ajak Bella.
"Aku sibuk, gak bisa." jawab Rayhan.
Rayhan sama sekali tak menanggapi ocehan Bella, dia kembali melanjutkan pekerjaannya. Bella yang kesal akhirnya memutuskan untuk pergi.
Di dalam mobil, Bella tak henti-hentinya mengumpat.
Semua ini pasti karena selingkuhannya itu, tunggu saja akan aku tunggu kamu Ray. Aku yakin kamu akan menemuinya dan saat itu aku akan melabrak kalian berdua, gumam Bella.
__ADS_1
Tak lama Rayhan keluar dari kantor hendak menuju toko kue Izzah, karena sebelumnya Rayhan sudah menghubungi Izzah, dan Izzah memberitahunya kalau dia sedang berada di toko kue miliknya.
Saat mobil Rayhan melaju keluar dari kantor. Bella dengan segera mengikuti Rayhan. Setelah satu jam akhirnya mereka hampir sampai. Bella bingung kenapa Rayhan sepertinya hendak menuju toko kue Izzah.
Dan benar adanya Rayhan berhenti didepan toko kue Izzah. Izzah yang melihat kedatangan Rayhan segera mendekatinya lalu mencium punggung tangan Rayhan. Rayhan membalas dengan mencium kening Izzah, lalu memeluk Izzah dengan begitu erat. Bella yang melihat adegan itu dari dalam mobil terlihat sangat kaget.
Izzah ternyata kau, gumam Bella.
Lalu Bella turun dari mobil dan langsung menuju tempat Izzah dan Rayhan tengah berpelukan. Izzah yang melihat Bella langsung melepaskan pelukan Rayhan.
"Ternyata kau pelakornya Izzah." teriak Bella seraya hendak menampar Izzah.
Dengan cepat Rayhan menahan tangan Bella.
"Jaga bicaramu Bella." ucap Rayhan.
"Memang dia pelakor, kenapa aku harus menjaga bicaraku pada wanita murahan seperti dia." ucap Bella sambil menunjuk Izzah.
__ADS_1
Izzah mulai menitikkan air mata.