Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Melapor ke Polisi


__ADS_3

Pagi hari....


Rayhan dan Izzah tengah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor polisi bertemu dengan Pak Agus juga disana guna melakukan penggerebekan terhadap Ana.


Rayhan menerima telepon dari nomor yang tak dikenal.


[Halo. Assalamualaikum.] ucap Rayhan.


[Halo Rayhan, ini saya Pak Surya. Pamannya Ana.] jawab Pak Surya tanpa membalas salam Rayhan.


[Oh, ada apa Pak?] tanya Rayhan tersenyum ke arah Izzah yang tengah menyusui Arsha.


Izzah terlihat bertanya dengan isyarat matanya, menyakan siapa yang menelepon Rayhan.


"Pamannya Ana." ucap Rayhan pelan menjawab pertanyaan Izzah.


"Oohh" balas Izzah tak kalah pelan.


Keduanya tersenyum.


[Rayhan, saya mau minta izin buat ngajak Ana jenguk bibinya yang lagi sakit.] ucap Pak Surya.


Cih dasar penipu, gumam Rayhan.


[Oh, silahkan Pak. Kalau boleh tau, bibinya Ana sakit apa? Dan dirawat dimana? Biar nanti saya bisa jenguk juga sekalian jemput Ana.] balas Rayhan.


Sialan, pake nanya lagi, harus jawab apa sekarang, gumam Pak Surya.


[Eemmm sakit....sakit....diare Rayhan.] ucap Pak Surya setelah beberapa saat terdiam. [Cuma dirawat di rumah aja, nanti kamu tidak usah jemput Ana. Biar saya yang antar lagi.] lanjutnya.

__ADS_1


[Baiklah Pak, tolong jaga Ana baik-baik ya.] ucap Rayhan.


[Pasti saya akan jaga Ana baik-baik. Kalau begitu saya tutup dulu ya. Samlekom.] ucap Pak Surya lalu menutup telepon.


"Astaghfirullah." ucap Rayhan mengelus dadanya.


"Gimana Bang?" tanya Izzah.


"Aman, tadi si Surya itu bilang mau jemput Ana buat jenguk bibinya yang lagi sakit diare. Subhanallah, ternyata di dunia ini ada penipu seperti mereka." balas Rayhan.


Di rumah Ana...


Ana tengah menunggu kedatangan Pak Surya di depan rumahnya. Hari ini Bi Surti diminta libur saat Ana sedang diluar rumah.


Sekarang Ana hanya seorang diri duduk didepan rumah, duduk dengan tatapan kosong seolah benar-benar buta.


Tak lama Pak Surya datang, dan langsung hendak memeluk Ana. Namun Ana melarangnya dengan memelototkan matanya. Ana yang membelakangi kamera pengawas, tak nampak tengah berbicara pada Pak Surya.


"Udah gak usah celingak celinguk nanti malah ketahuan. Ayo jalan." ucap Ana.


Pak Surya lalu menggandeng Ana.


"Ayo sayang, aku sudah gak tahan." ucap Pak Surya saat keduanya sudah menaiki motor.


Keduanya tiba di kos-kosan mereka.


"Iiihhh bau banget nih kamar, mana sempit lagi. Beda sama rumah tempat aku tinggal sekarang." ucap Ana.


"Wah mulai sombong kamu ya." balas Pak Surya yang sudah tak mengenakan pakaian.

__ADS_1


"Loh loh Mas mau ngapain?" tanya Ana.


"Ya mau apa lagi kalau udah begini." jawab Pak Surya mendorong Ana ke kasur.


"Mas, mas, jangan dong, nanti kita telat. Uang lima puluh juta bisa hangus."


"Heh kamu itu harus layanin aku dulu sebagai suami kamu. Enak aja udah sebulan lebih kamu gak dipake malah keduluan orang daripada aku suami kamu sendiri. Lagian waktu kamu ngelayanin mereka nanti siang kok. Makanya sekarang puasin aku dulu." ucap Pak Surya kemudian mencumbu Ana.


"Aahh Mas memang paling bisa kalau yang beginian." balas Ana.


Keduanya lalu larut dalam lautan nafsu.


********************


Di Kantor Polisi....


Rayhan, Izzah, Mang Diman dan Pak Haris tengah berada di Kantor Polisi. Mereka kemudian bertemu dengan Pak Agus disana.


Rayhan lalu masuk kedalam ruangan bersama Pak Agus untuk mengajukan laporan. Sementara Izzah dan yang lainnya memilih menunggu diluar.


"Pak saya mau mengajukan laporan tentang adanya tindakan prostitusi di hotel saya." ucap Rayhan di kantor Polisi.


"Apa anda memiliki bukti?" tanya Pak Polisi yang bernama Arman itu.


Rayhan kemudian meminta Pak Agus untuk menjelaskan kronologinya. Sampai tentang Rayhan yang ditipu tentang kebutaan Ana.


"Berarti ada dugaan penipuan yang dilakukan saudari Ana." ucap Pak Arman.


"Benar Pak, dan sepertinya Ana tidak melakukannya sendiri. Ada dalang dibalik semua kejadian kecelakaan yang diduga dialami Ibu saya Pak." ucap Rayhan menambahkan.

__ADS_1


"Baik, kalau begitu sesuai arahan Pak Rayhan dan Pak Agus. Kita akan melakukan penggerebekan nanti siang saat diberi tanda oleh Pak Agus untuk masuk." ucap Pak Arman.


Pak Arman kemudian berkoordinasi dengan anak buahnya untuk melakukan penggerebekan nantinya.


__ADS_2