Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
HASUTAN BU ROSITA


__ADS_3

Di kantor Rayhan tengah disibukkan dengan planning acara peresmian Hotel terbaru miliknya. Saat tengah menelepon dengan klien, bu Ros tiba-tiba masuk ke ruangan Rayhan.


"Ray..." ucap bu Ros.


Rayhan menunjukkan jari telunjuknya, memberikan instruksi pada bu Ros agar diam. Karena dia tengan menelepon.


"Baiklah pak Andrew, saya tunggu kedatangannya besok malam di peresmian hotel Wijaya Group yang baru." ucap Rayhan.


Setelah itu sambungan telepon pun terputus. Rayhan lalu memandang bu Ros yang terlihat glamour karena baru selesai perawatan di salon.


"Ada apa mi? Ngapain kesini?" tanya Rayhan ketus.


"Aduh Ray mami cuma pengen ketemu kamu aja. Sudah beberapa hari ini kamu kan gak pulang-pulang. Kasian isteri mu Bella selalu menunggu kepulangan mu." jawab bu Ros.


"Hemmmmm..." ucap Rayhan cuek.


Rayhan lebih fokus menatap layar laptopnya dibandingkan berbincang dengan bu Ros.


"Ray..." ucap bu Ros.


"Apa?" jawab Rayhan dengan ketus.

__ADS_1


"Mami mau perlihatkan kamu sesuatu." ucap bu Ros sambil menyodorkan ponsel miliknya.


Mata Rayhan membulat, dia begitu kaget melihat foto yang terpampang dilayar ponsel bu Ros. Rayhan sampai merebut ponsel itu dari tangan bu Ros..


Terdapat gambar Izzah tengah berpelukan dengan laki-laki yang tidak terlihat wajahnya karena membelakangi kamera.


Nafas Rayhan naik turun, ada emosi yang tertahan. Tapi dengan segera Rayhan menahan diri dan mencoba berpikir positif.


"Kamu lihat sendiri kan, wanita yang selalu kamu puja-puja itu selalu saja dengan mudahnya disentuh laki-laki lain. Dasar wanita murahan." ucap bu Ros.


"Tolong mi, jaga ucapan mami. Bagaimanapun Izzah itu juga isteri Rayhan, dan Rayhan sangat mencintai dia. Apalagi sekarang dia sedang mengandung anak Rayhan, cucu mami."


Rayhan menghela nafas menghadapi sikap ibu nya itu.


"Sebenarnya apa yang membuat mami begitu benci dengan Izzah? Apa salah Izzah sama mami?"


"Asal kamu tau Ray, sampai kapanpun mami gak akan sudi punya mantu yang gak selevel dengan mami. Apalagi tampangnya kampungan seperti dia."


"Sadarlah mi, derajat manusia itu sama disisi Allah bukan karena hartanya, yang membedakan itu keimanan dan ketaqwaan nya." ucap Rayhan.


"Wah sejak kapan kau pandai ceramah Ray?" ejek bu Ros.

__ADS_1


"Sejak Rayhan kenal Izzah. Dia membuat Rayhan menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan mami sebagai orang tua Rayhan tak pernah mengajari Rayhan tentang ilmu agama. Malah Rayhan tak pernah melihat mami shalat apalagi mengaji." ujar Rayhan.


"Alah jangan sok alim kamu Ray. Lihatlah wanita yang kamu eluh-eluhkan itu bermesraan dengan laki-laki lain. Apa dia pantas disebut seorang muslimah yang baik?"


"Sudahlah mi, mungkin saja itu sanak family nya."


"Rayhan, Rayhan... Coba deh kamu pikir, kalau memang itu sanak family nya masa iya dia gak ngasih tau kamu. Kalau misalnya itu sepupunya kan gak boleh gitu juga, gak etis karena bukan muhrim." ucap bu Ros yang lagi-lagi berusaha memanas-manasi Rayhan.


Sejenak Rayhan terdiam, ucapan bu Ros ada benarnya pikir Rayhan. Karena jika memang itu keluarga Izzah, kenapa dia tak menghubunginya sama sekali.


Bagus, rencanaku berhasil. Rayhan mulai terlihat emosi, gumam bu Ros.


"Lihatlah Ray, fotonya bukan hanya itu tapi masih ada yang lain, kamu geser aja ke kiri."


Lagi-lagi terdapat foto Izzah yang tengah dicium oleh lelaki itu. Semua foto yang diambil tak pernah menampilkan wajah lelaki itu. Rayhan semakin emosi, namun dengan cepat dia berpikir positif.


Izzah gak mungkin ngelakuin semua ini, aku gak boleh gegabah dengan cepat percaya gitu aja. Aku harus bertanya pada Izzah. Aku tak mau mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, gumam Rayhan.


Rayhan kemudian beranjak dari kursinya dan keluar ruangannya lalu bergegas menuju toko kue Izzah.


Akhirnya rencanaku berhasil, tunggu saja kau Izzah, Rayhan akan meniggalkanmu. Bahkan aku yakin Rayhan pasti akan langsung menceraikan kamu, gumam bu Ros dengan senyum liciknya.

__ADS_1


__ADS_2