Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
BELLA LAGI


__ADS_3

Sepulang dari bulan madu, Rayhan dan Izzah kembali ke rutinitas seperti biasa. Rayhan mulai bekerja di kantor, sementara Izzah kembali sibuk di toko kue miliknya.


Namun Izzah menuruti perintah Rayhan dengan tidak terlalu lelah dan harus pulang ke rumah sebelum Rayhan pulang kantor, atau saat Rayhan menjemput Izzah, sesibuk apapun pekerjaan Izzah harus ia tinggalkan.


Hari ini Izzah memutuskan pulang lebih awal dan menyerahkan seluruh tanggung jawab pada Intan. Izzah berniat mampir di rumah mang Diman.


Tiba di rumah mang Diman, Izzah langsung disambut oleh bi Asih yang tengah menyapu halaman depan rumahnya.


"Assalamualaikum bi." salam Izzah.


"Waalaikumsalam. Waahhh tumben neng Izzah mampir. Udah lama bibi teh gak liat neng Izzah." balas bi Asih seraya memeluk Izzah.


Mereka lalu duduk di teras rumah mengobrol santai.


"Maaf ya bi, baru bisa mampir. Soalnya minggu lalu Izzah keluar daerah bareng bang Rayhan. Nih Izzah bawain oleh-oleh." ucap Izzah menyodorkan sebuah paper bag pada bi Asih.


"Aduh neng pakai acara bawa oleh-oleh segala. Pasti neng habis bulan madu ya." goda bi Asih.


"Hehehe iya bi, bang Rayhan yang punya ide."


"Bagus dong neng, siapa tau habis ini neng bakal segera ngisi."


"Aamiin, doain ya bi. Ngomong-ngomong mang Diman dimana bi?" tanya Izzah.


"Tadi teh bilangnya sama bibi pergi keliling-keliling kontrakan neng." jawab bi Asih.


"Assalamualaikum." ucap mang Diman yang tiba-tiba muncul.


"Waalaikumsalam, nah panjang umur nih bapak. Baru aja dicariin neng Izzah."


"Waahh apa ini bu?" tanya mang Diman menatap paper bag yang terletak di atas meja.


"Ini oleh-oleh dari neng Izzah pak. Neng Izzah habis pulang dari bulan madu." jawab bi Asih.


"Wah wah hebat bener yang habis bulan madu. Kok gak ngajak mamang sama bibi sih? Mamang kan juga mau bulan madu juga. Hihihi." celetuk mang Diman.


Izzah tersenyum menatap mang Diman.

__ADS_1


"Isshh bapak, yang namanya bulan madu teh berdua. Kalau ngajak-ngajak itu liburan pak, lagian mana mau neng Izzah dan Rayhan ngajak bapak. Bisa malu mereka bawa bapak, bapak kan orangnya malu-maluin."


"Eleuh-eleuh malu-maluin ibu bilang. Padahal teh ibu sendiri cinta mati sama orang yang ibu bilang malu-maluin ini. Huh." balas mang Diman manyun.


"Isshh sudah-sudah kok malah ribut sih. Mending di lihat dulu apa yang Izzah bawa, semoga mang Diman sama bi Asih suka." ucap Izzah.


Mang Diman lalu membuka paper bag yang diberikan Izzah. Saat dilihat ternyata isinya kain tenun dan beberapa pakaian serta sejadah yang berbahan kain tenun dari pulau seribu masjid.


"Wah ini teh bagus-bagus pisan atuh neng. Kayaknya kemeja ini pas deh buat bapak." ucap bi Asih.


"Iya bagus pisan. Terima kasih ya neng." ucap mang Diman.


"Iya mang sama-sama." balas Izzah.


"Astagfirullah, maaf ya neng kok bibi malah lupa buatin neng Izzah minum." ucap bi Asih seraya berdiri hendak menuju dapur.


"Aduh bi gak udah repot-repot." balas Izzah.


"Gak apa-apa kok neng, sekalian juga bibi mau buatin mamang kopi." ucap.bi Asih berlalu.


Setelah lama mengobrol, Izzah pun pamit pulang.


********************************


Rayhan tengah bersiap-siap pulang ke rumah. Dia tengah berjalan di pelataran parkir menuju mobilnya. Saat hendak masuk mobil tiba-tiba seseorang mendorong kembali dengan kasar pintu mobil Rayhan. Sontak Rayhan menoleh.


"Bella.' seru Rayhan.


"Iya, kenapa? Kaget aku disini?" tanya Bella.


"Ngapain harus kaget, mau apa lagi kamu?" bentak Rayhan.


"Aku kangen Ray, aku cuma pengen ketemu kamu." ucap Bella memeluk Rayhan dengan tiba-tiba.


"Eeehh ngapain sih kamu main peluk-peluk. Kita ini sudah bukan suami isteri lagi." bentak Rayhan berusaha melepas pelukan Bella.


"Aku tahu Ray, tapi aku benar-benar gak bisa lupain kamu. Aku gak bisa jauh dari kamu." balas Bella memeluk Rayhan semakin erat.

__ADS_1


"Lepasin gak? Kamu tuh gak punya malu ya? Maiin peluk-peluk suami orang." ucap Rayhan sembari tetap berusaha melepas pelukan Bella.


"Biarin aja, aku gak peduli kalau orang bilang aku gak punya malu. Lagian aku kan pernah jadi isteri kamu, dan aku masih cinta sama kamu."


"Udah, lepasin." teriak Rayhan berhasil melepaskan pelukan Bella.


"Dengerin aku baik-baik ya, kamu itu bukan siapa-siapa lagi dihidupku. Lagian sejak awal sudah ku katakan, aku tidak pernah mencintai kamu. Aku hanya mencintai Izzah." ucap Rayhan.


"Udah ngomongnya? Kamu juga dengerin aku ya, aku gak peduli." balas Bella.


"Terserah kamu." ucap Rayhan hendak masuk mobil.


Namun Bella menarik tangan Rayhan lagi.


"Apa lagi sih?" bentak Rayhan berbalik menatap Bella.


Dengan cepat Bella memegang dagu Rayhan dan mencium bibir Rayhan. Sontak Rayhan kaget langsung mendorong Bella.


"Gila kamu." bentak Rayhan lalu masuk ke dalam mobil.


Mobil Rayhan pun melaju meninggalkan Bella yang tersenyum di pelataran parkir.


Seseorang lalu menghampiri Bella dengan menenteng sebuah kamera.


"Gimana? Dapat gambar yang bagus gak?" tanya Bella.


"Tenang saja bos, saya sudah dapat gambar terbaik." jawab laki-laki itu.


"Bagus, ini bayaran buat kamu. Lain kali aku bakal hubungin kamu lagi buat tugas yang sama. Jadi selalu standby ya." ucap Bella.


"Siap bos." jawab laki-laki itu mengambil amplop coklat yang di berikan Bella.


Bella menyeringai, lalu pergi dari parkiran kantor Rayhan.


"Tunggu saja kau Izzah. Ini baru permulaan dari semuanya. Aku gak bakalan biarin kamu hidup bahagia. Kalau aku gak bisa milikin Rayhan, kamu juga gak boleh." gumam Bella.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2