
Sementara itu di dalam kamar, Rayhan tengah menjelaskan semuanya pada Izzah.
"Demi Allah sayang, abang gak tau kalau itu Lastri. Sejak abang masuk rumah, abang teriak-teriak manggil sayang. Tapi gak ada yang jawab, setelah itu abang jalan nyari Izzah. Disitulah abang lihat Lastri yang abang kira itu Izzah karena dia pakai hijab Izzah sedang berdiri menghadap taman. Spontan abang peluk dari belakang." ujar Rayhan panjang lebar.
"Masa abang gak bisa bedain mana Lastri mana Izzah." balas Izzah marah. Cemburu sudah menguasai hatinya.
"Demi Allah sayang, abang gak tau. Karena tinggi badan kalian yang sama dan jilbab besar itu menutupi bentuk badan Lastri yang berbeda dengan Izzah membuat abang gak bisa ngenalin dia." lanjut Rayhan.
"Ohh jadi maksud abang badan Lastri lebih seksi gitu dibanding Izzah?"
"Astaghfirullah, bukan begitu sayang." pekik Rayhan.
"Habis itu apa? Tadi abang bilang badan Lastri berbeda dengan Izzah." ucap Izzah ketus.
__ADS_1
"Sayang dengerin abang, sayang itu segala-galanya buat abang. Sayang itu lebih cantik dari wanita manapun, lebih baik dari siapapun, lebih..."
"Lebih seksian Lastri daripada Izzah." potong Izzah.
Rayhan menghela nafas panjang.
"Okelah, Izzah terima alasan abang gak ngenalin dia dari belakang. Tapi masa iya saat abang peluk dia abang sama sekali gak sadar kalau dia itu Lastri. Jelas-jelas bentuk badan kami berbeda. Pasti abang senengkan bisa pegang-pegang asetnya dia." lanjut Izzah lagi.
"Astagfirullah." ucap Rayhan mengelus dada.
Wajah Rayhan memerah, dengan kasar ia menarik Izzah dalam rangkulannya. Rayhan lalu mecium bibir Izzah penuh nafsu. Sampai membuat Izzah kesulitan bernafas karena ciuman mendadak Rayhan.
Izzah memukul-mukul dada Rayhan. Namun Rayhan dengan beringas mengangkat tubuh Izzah dan membaringkannya di kasur. Rayhan menarik paksa hijab yang Izzah kenakan. Izzah meronta, namun Rayhan sudah kepalang sakit hati atas ucapan Izzah.
__ADS_1
Rayhan tak lagi peduli akan tangis Izzah. Rayhan terus saja membuka paksa pakaian Izzah. Hingga tak satu helaipun tersisa. Izzah berteriak, namun Rayhan semakin beringas. Rayhan menciumi seluruh tubuh Izzah dari ujung kepalanya sampai ke bagian favoritnya. Tak ada bagian yang Rayhan lewatkan.
Izzah meringis, air matanya luruh. Akhirnya Rayhan berhenti, setelah puas menciumi lekuk tubuh Izzah. Rayhan lalu menutup tubuh Izzah dengan selimut.
"Maafkan abang Zah, abang ngelakuin ini semua karena abang pengen Izzah tau. Abang sama sekali gak tertarik dengan wanita lain selain Izzah. Seseksi apapun, secantik apapun dia, buat abang Izzah lebih segala-galanya. Abang hanya tak terima dan sakit hati atas ucapan Izzah. Maafkan abang. Dan sekali lagi abang bilang demi Allah Zah, abang benar-benar gak tau kalau dia Lastri." ucap Rayhan mencium kepala Izzah yang berbaring miring membelakangi Rayhan.
Rayhan kemudian hendak bangun, namun Izzah menarik tangan Rayhan. Izzah lalu duduk dengan menutup tubuhnya dengan selimut.
"Maafin Izzah bang." isak Izzah. "Izzah hanya takut kehilangan abang. Izzah cemburu bang." lanjutnya.
Rayhan kemudian mengecup kening Izzah.
"Percayalah sayang, hanya Izzah di hati abang." ucap Rayhan menatap Izzah lekat.
__ADS_1
Izzah lalu memegang dagu Rayhan, untuk pertama kalinya Izzah memberanikan diri mencium bibir Rayhan terlebih dahulu. Rayhan membalasnya dengan lembut. Keduanya pun akhirnya memadu kasih. Mengalirkan rasa cinta yang bergejolak di hati mereka masing-masing.
Bersambung....