Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Resepsi


__ADS_3

Malampun tiba.....


Hotel bintang lima milik Rayhan telah dipersiapkan sedemikian rupa. Bertemakan perpaduan adat dan modern, dihiasi susunan bunga mawar warna putih yang ditata mengelilingi ruangan menambah kesan elegan acara pernikahan anak-anak Rayhan dan Izzah.


Ruangan ballroom mulai dipadati oleh para tamu sejak pukul delapan malam tadi. MC dan hiburan yang secara khusus mendatangkan artis Ibu Kota menambah kemeriahan acara. Jam delapan malam acara dimulai, semua mata tertuju pada dua pasangan raja dan ratu sehari.


Terlihat antrian di singgasana pengantin yang berhiaskan bunga mawar itu oleh tamu undangan untuk pengambilan gambar dan bersalaman dengan para pengantin.


Hal unik yang menjadi sorotan tamu undangan adalah, jika pengantin pada umumnya posisinya berada di tengah, diapit oleh kedua belah pihak orang tua masing-masing, berbeda dengan resepsi pernikahan keluarga ini.


Justru, Rayhan dan Izzah lah yang berada di tengah-tengah. Di ujung paling kiri, berdiri orangtuan Nabila, disusul pasangan pengantin Arka dan Nabila. Rayhan dan Izzah berada di tengah-tengah, dan disebelah mereka ada pasangan pengantin Devan dan Arsha disusul orang tua Devan.


"Ini teh, bukan Arka dan Neng Arsha yang menikah. Tapi Rayhan sama Neng Izzah." Celetuk Mang Diman yang duduk bersama Bu Mona.


Bu Mona menatap pelaminan dengan perasaan haru.


'Andai kau ada disini Kak. Cucu-cucu kita akhirnya menikah.' ucap Bu Mona memikirkan Bu Ros, ibunda Rayhan.


Tamu-tamu semakin ramai menyalami para mempelai dan keluarga.


"Selamat ya Sha, huaaaa." Ucap Vita yang datang bersama pacarnya itu sambil cipika cipiki dengan Arsha. "Eeeh Van, jagain ya nih anak, terus jangan larang-larang dia kalau mau ketemu aku dan Tia." Lanjut Vita.


"Iya, iya." Balas Devan.


"Eh kamu juga, cepetan halalin si Vita, takutnya dia belok ke arah lain. Karena capek lurus mulu nungguin kamu." Ucap Arsha pada laki-laki yang mendampingi Vita.


"Hehehe iya Sha, masih ngumpulin modal."


"Ngumpulin modal mulu, emang Vita minta apa sih? Sampai tuh modal belum cukup juga bertahun-tahun." Tanya Arsha.


"Wah banyak. Vita minta rumah, mobil, tanah sekebon, belum kebo, ayam, kam.."


"Hush, apaan sih." Potong Vita mentoyor kepala pacarnya itu.


Arsha dan Devan terkekeh.


"Woy, udah belum. Lama amat, itu salam atau sungkeman." Teriak Tia yang juga sahabat Arsha.

__ADS_1


Terlihat antrian orang-orang yang ingin menyalami Arsha dan Devan.


"Iya, iya sorry." Balas Vita, kemudian menggandeng pacarnya turun dari panggung.


Tia memeluk Arsha dengan erat.


"Akhirnya si dokter gigi melepas masa lajang juga dengan pria yang selama ini dia idam..." Belum sempat Tia melanjutkan bicaranya, Arsha dengan cepat membekap mulutnya.


"Jangan buka kartu." Bisik Arsha.


"Hehehe iya iya." Balas Tia. "Sekali lagi selamat ya, moga langgeng dunia akhirat."


"Aamiin." Ucap Arsha dan Devan bersamaan.


Disisi lain...


"Jadi, kamu benar-benar meninggalkanku?" tanya salah tamu undangan pada Nabila, pria berkulit sawo matang yang mengenakan kemeja berwarna putih.


"Aku, kan, sudah bilang berkali-kali, segera move on!" balas Nabila.


"Hmm ... baiklah, akan aku usahakan. Bolehkan aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?" tanya pria itu lagi dengan wajah mengiba.


"Nabila, aku kira kamu bercanda saat bilang akan menikah." Kali ini pria bertubuh sedikit tambun menatap Nabila lekat, setelah beberapa saat pria yang pertama tadi pergi.


Nabila mencebik. "Kamu aja yang nggak pernah percaya sama omonganku, dari dulu malah. Sudah kubilang, aku itu makannya banyak! Kamu malah habisin semua."


'Siapa lagi ini? Kenapa banyak sekali pria aneh malam ini?' batin Arka sembari menatap pria yang menggenggam tangan istrinya itu dengan erat.


"Jadi ini alasanmu menolakku kemarin dan menikah dengannya?" Pria berbeda lagi kini berdiri di hadapan Nabila.


Gadis yang menjadi ratu semalam itu terkekeh. "Maaf, Bung. Dia lebih ganteng darimu. Semangatlah lagi dalam mencari jodoh, kali aja bakal dapat yang lebih cantik dari aku. Mmmm itupun kaau ada..."


Sementara Arka terus menggumam dalam hati saat melihat beberapa tamu pria aneh yang berinteraksi dengan istrinya.


Akhirnya ada jeda waktu untuk mereka beristirahat sebelum melanjutkan sesi bersalama dan berfoto dengan para tamu.


Arka memberikan diri untuk bertanya, "Jadi ... siapa para pria aneh tadi?"

__ADS_1


Nabila mentautkan alis sembari menatap Arka sekilas. "Mereka hanya masa lalu saya, Pak," jawabnya santai.


"Masa lalu?"


"Para mantan pacar saya."


Mata Arka kembali membelalak. "Semua? Sebanyak itu?"


"Iya, masih ada banyak lagi, tapi sengaja nggak saya undang. Takut khilaf, Pak."


"Banyak lagi? Kamu playgirl?"


Nabila yang mendengar itu terkekeh. "Bukan, saya hanya ... seorang penjelajah cinta."


"Kamu sangat mengesankan. Ibu sepertinya salah memilih menantu," balas Arka dengan wajah yang terlihat kesal.


Ditatapnya wajah sang suami dengan bingung. "Kenapa ngomong kayak gitu?"


"Karena kamu penjelajah cinta, tak pernah puas dengan satu pria. Bagaimana nanti kalau kamu seling–"


Nabila yang tadinya bingung, seketika langsung terbahak. Namun, dengan cepat ia menutup mulut dan mencoba menahan diri. "Saya ini hanya penjelajah cinta, Pak. Bukan penjelajah pria, saya pastikan akan setia pada Anda sampai kita beranak pinak dan hanya maut yang bisa memisahkan, itu kalau Anda memenuhi semua keinginan saya, sih."


Pria yang baru saja menjadi suaminya itu hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Huft! Saya sangat capek, Pak. Bisakah Anda saja yang bersalaman dengan para tamu?" tanya Nabila saat sang MC mulai memberitahu kalau para tamu akan mulai naik lagi ke atas panggung.


Seulas senyum tersungging di bibir tipis Arka. "Capek banget?"


"Iya. Kakiku rasanya hampir patah karena terlalu lama berdiri, tahu gitu pake sandal jepit aja tadi, bukan sandal tinggi gini."


"Ini belum seberapa. Nanti malam akan lebih capek lagi," bisik Arka tepat di telinga istrinya.


Nabila mengeryitkan dahi, menatap pria yang baru sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu itu bingung.


"Sudah sering olahraga, 'kan? Nanti malam kita olahraga bareng," bisik Arka lagi sembari mengerling mata.


Nabila yang langsung paham dengan ucapan suaminya itu, seketika menegang dan segera memalingkan wajah. Ia langsung berdiri dan menjaga jarak, lalu tersenyum lebar kepada para tamu yang mulai mendekat untuk menutupi rasa canggungnya.

__ADS_1


'Katanya penjelajah pria, denger kayak gitu aja langsung kayak kerupuk kesiram air, melempem,' batin Arka puas dan terbahak dalam hati.


Bersambung......


__ADS_2