
"Ka apa kamu belum mau menikah Nak?" tanya Izzah.
Arka yang tengah bermain video game seketika memandangi Ibunya yang berdiri di sampingnya itu. Arka kemudian mengajak Izzah untuk duduk.
Meski sudah bekerja sebagai CEO perusahaan ayahnya, Arka masih saja seperti anak muda lainnya yang suka bermain video game.
"Kenapa ibu tiba-tiba nanya gitu?" ucap Arka memegang tangan Izzah.
Izzah mengelus pipi putera kesayangannya itu.
"Sebenarnya, Ibu maunya kamuyang duluan nikah daripada Arsa. Karena kamu sebagai anak laki-laki, dan bisa dibilang kamu kan Kakaknya Arsha, jadi Ibu mau kamu yang dulian nikah."
Arka menghela nafas panjang.
"Mau gimana dong Bu, sampai sekarang Arka kan belum punya calon. Beda sama Arsha yang jodohnya tiba-tiba datang." balas Arka.
"Kalau seandainya jodoh kamu juga tiba-tiba datang sekarang, apa kamu bersedia nikah sekarang juga?" tanya Izzah.
"Ya kalau jodohnya ada kenapa nggak. Cuma gak mungkin kan Bu, tiba-tiba jodoh Arka datang gitu aja. Lahian ya Bu, Arka itu maunya calon isteri Arka itu harus seperti Ibu. Nah masalahnya itu sampai sekarang, aku belum nemu."
"Gimana kamu bisa nemu kalau deket sama cewek aja kamu gak pernah. Apalagi sampai dikenalin sama Ibu dan ayah."
"Hehehe sibuk kerja Bu." balas Arka.
"Nah kalau gitu kamu mau gak Ibu jodohin sama seorang gadis?"
"Siapa sih Bu? Anak temen Ibu? Perasaan Tante Intan gak punya anak perempuan deh?"
"Bukan anak temen Ibu."
"Terus siapa?"
"Kamu kenal kok!" seru Izzah.
"Kenal?" ucap Arka seraya menggaruk kepalanya.
__ADS_1
"Nabila." balas Izzah.
Arka yang kaget langsung berdiri dari samping Izzah.
"Nabila? Ibu seriusan mau jodohin aku sama Nabila?" tanya Arka tak percaya. "Jangan bercanda deh Bu. Nabila kan gadis....."
"Gadis apa Ka?" ucap Izzah balik bertanya. "Jangan nilai seseorang dari...."
"Bukan Bu." potong Arka. "Aku bukan mau nilai dia akan kondisi ekonomi atau apalah itu. Tapi bagi aku dia itu gadis aneh."
"Aneh giman sih Ka."
"Ya aneh aja, masa tiba-tiba lamar cowok di tempat umum. Lagian dia juga tuh penguntit..."
"Penguntit, maksud kamu?"
"Dia udah liat aku...." ucap Arka terjeda.
"Lihat kamu ngapain?" tanya Izzah penasaran.
Izzah tersenyum.
"Ka, ibu itu mau jodohin kamu sama Nabila, karena ibu lihat Nabila itu gadis yang baik, dan insyaallah sholehah, bonusnya dia juga . Ibu gak mungkin main jodoh-jodohin kamu sembarangan sama perempuan sembarangan kalau ibu gak lihat bibit bebet bobotnya. Ya, ibu sih gak akan maksa kamu. Tapi kalau bisa kamu shalat istikharah aja, minta petunjuk sama Allah. Insyaallah akan ada jawabannya." ucap Izzah kemudian menciumi kening puteranya itu lalu keluar dari kamar Arka.
Setelah Izzah keluar, Arka terlihat berpikir.
'Ibu benar sih, gadis itu cantik, kelihatan baik, cuma ya itu rada aneh', gumam Arka.
Izzah masuk ke dalam kamarnya, terlihat Rayhan tengah sibuk dengan komputernya.
"Dari mana sayang?" tanya Rayhan sambil matanya terus menatap layar komputer.
"Dari kamar Arka Yah." balas Izzah.
"Tumben, ngapain?" tanya Rayhan lagi.
__ADS_1
"Habis minta Arka buat nikah." balas Izzah santai seraya menyalakan televisi.
Rayhan seketika meninggalkan meja kerjanya berjalan mendekat ke arah Izzah yang duduk di sofa panjang yang menghadap televisi.
"Terus Arka bilang apa sayang?"
"Gak bilang apa-apa sih, Ibu cuma kasih saran buat dia shalat istikharah aja buat minta petunjuk." jawab Izzah.
"Emang ibu mau jodohin sama siapa?" tanya Rayhan lagi.
"Siapa lagi kalau bukan Nabila." jawab Izzah. "Gimana, ayah setuju gak?" lanjut Izzah balik bertanya.
"Hmmm ayah sih setuju-setuju aja. Gadis itu juga terlihat gadis baik-baik, dan yang paling utama dia juga terlihat sholehah." balas Rayhan.
"Dia juga cantik kan Yah, cocok sama Arka yang ganteng."
"Lebih cantik juga isteri ayah ini." goda Rayhan dengan mencubit hidung Izzah.
"Iiihh ayah masih aja gombal. Ingat umur Yah." ucap Izzah.
"Siapa yang gombal sayang, memang kenyataannya kan. Ibu itu perempuan tercantik yang pernah ayah lihat." ucap Rayhan bersungguh-sungguh kemudian mencium pipi Izzah.
Keduanya tersenyum, Izzah kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Rayhan.
"Gak nyangka ya Ayah, bentar lagi anak-anak kita nikah. Dan kita bakal punya cucu." ucap Izzah.
"Semuanya atas izin Allah sayang." balas Rayhan.
"Iya, ayah benar. Begitu banyak lika-liku yang terjadi dalam perjalanan cinta kita. Alhamdulillah, selama ini Allah selalu melindungi dan memberikan jalan terbaik." ucap Izzah.
"Iya sayang." ucap Rayhan kemudian kembali mencium kening Izzah. "I love you Izzah." ucap Rayhan.
"I love you more Bang Rayhan." balas Izzah tersenyum.
"I love you most Izzah ku." timpal Rayhan lagi.
__ADS_1
Keduanya saling pandang dan tersenyum bersama dengan kening yang menempel satu sama lain.