
Sofia 20 tahun..
Reyhan 18 tahun...
"Adikku yang manis, bagaimana dengan hari pertamamu di kampus?" Tanya Sofia saat dia melihat adiknya berjalan masuk ke dalam apartemen miliknya.
"Aku merasa begitu kesal. Apakah Kakak mengenal seorang wanita senior yang terus saja mencoba menggodaku sepanjang waktu?" Ucap Reyhan saat dia duduk di sofa.
"Senior? Namanya siapa?" Tanya Sofia tampak penasaran.
"Sesuatu seperti Sarina.... Ah iya, Sabrina." Ucap Reyhan. "Lupakan semua itu. Bagaimana harimu setelah liburan panjang?" Tanya Reyhan kepada Sofia.
Sofia tertawa kecil saat mendengar adiknya itu menyebutkan kata liburan.
"Semuanya berjalan baik." Ucap Andrew yang terdengar dari dalam dapur.
"Kau ada di sini? Aku pikir kau pulang ke rumahmu untuk bertemu Mamamu." Ucap Reyhan melihat Andrew yang berada di dapur.
"Mama tengah menikmati liburannya bersama suami barunya." Ucap Andrew seraya mengangkat pundaknya.
Andrew lalu berjalan dan duduk di samping Sofia dan mencium pipi Sofia.
"Apa-apaan itu?" Tanya Reyhan melihat ke arah Sofia.
"Aku sudah mengatakan perasaanku kepadanya." Ucap Sofia dengan ekspresi wajahnya yang memerah karena malu.
"Akhirnya Kakak berani mengakuinya setelah 3 tahun." Ucap Reyhan dengan senyuman. "Apakah orang tua kita tahu?" Tanya Reyhan lagi.
"Iya, aku sudah mengatakan hal ini kepada mereka sebelum pergi liburan." Ucap Sofia.
Tiba-tiba ponsel Reyhan bergetar dan dia melihat nomor yang tidak dikenal di layar ponselnya. Dia pun menjawab panggilan itu.
"Halo, Reyhan di sini." Ucapnya.
"Hai Reyhan, ini Sabrina." Ucap seseorang dari seberang telepon dengan suara yang terdengar begitu ceria.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan nomorku?" Ucap Reyhan dengan suara yang terdengar kesal.
"Aku selalu punya cara Tuan Tampan." Balas Sabrina.
...----------------...
__ADS_1
Satu bulan berlalu, dan Sabrina tetap mencoba untuk mendekat dengan Reyhan. Semua keluarga Reyhan, baik orang tuanya dan juga Sofia sudah berteman dan akrab dengan Sabrina sekarang. Tapi Reyhan tetap tidak suka untuk berteman dengan Sabrina.
"Berapa lama lagi kau akan terus mengabaikan dia? Dasar kau idiot." Ucap Sofia kepada Reyhan.
"Kenapa itu mengganggumu?" Ucap Reyhan kepada kakaknya itu.
"Seseorang pernah berkata, bahwa dia akan memberikan harta terindahnya kepada seseorang yang memberikan semua perhatiannya kepada dirinya Ucap Fara kepada mereka saat dia keluar dari dapur dengan membawa kue di tangannya.
"Tuan putri dan pangeran, Papa punya pengumuman untuk kalian berdua." Ucap Ammar saat dia turun dari lantai atas.
Baik Sofia maupun Reyhan dan Fara lantas menatap ke arah Ammar yang tampak tersenyum itu.
"Papa akan membawa Mama kalian untuk liburan panjang selama 1 bulan. Papa harap kalian jangan mengganggu kami dengan menelpon kami dan jika kalian mau, kalian bisa ikut liburan juga, tapi jangan mengganggu kami." Ucap Ammar.
"Aku akan menelpon Andrew untuk sering menemaniku Papa. Lagi pula kami juga sudah punya kegiatan lain." Ucap Sofia dan Ammar hanya menganggukkan kepalanya.
"Bagaimana denganmu Reyhan?" Tanya Sofia melihat ke arah adiknya itu.
"Sabrina selalu datang di saat aku merasa bosan." Ucap Reyhan dengan menyeringai.
"Apa kau mulai menikmati hari-harimu bersamanya?" Ucap Sofia menaikkan alisnya.
"Kau bisa menyebutnya seperti itu." Balas Reyhan tersenyum.
Wajah Reyhan kembali serius dan tak lagi tersenyum. Hal itu membuat kedua orang tuanya tertawa.
Setelah itu Ammar dan Fara pun kembali ke kamar mereka setelah selesai mengobrol dengan kedua anak mereka.
"Ammar, apa kau merasa bahwa kita tidak terlalu tua untuk pergi liburan panjang? Bagaimana dengan pekerjaan kita dan juga anak-anak?" Tanya Fara saat dia mendengar ucapan dari Ammar tentang liburan mereka.
"Aku sudah mengurus semuanya. Jadi tenanglah, kita akan pergi liburan dan jangan membahas hal itu lagi." Ucap Ammar dan berjalan ke arah lemari mulai mengemas pakaian yang akan dia bawa.
Ternyata Ammar membawa Fara ke tempat yang sama di mana mereka menghabiskan waktu bulan madu mereka di masa lalu.
"Yang benar saja Ammar? Kita pergi ke tempat yang sama? Ucap Fara saat mereka memasuki penginapan yang sama.
"Iya, aku mau kita mengunjungi tempat yang sama yang kita kunjungi saat bulan madu kita." Ucap Ammar dan masuk ke dalam kamar mereka. "Aku sudah memikirkan sesuatu sayang." Ucap Ammar lagi saat dia berbaring di atas tempat tidur.
"Apa itu Ammar?" Tanya Fara dengan menyangga kepalanya dengan tangannya.
"Aku mau membuat semua foto yang sama yang kita ambil di saat bulan madu kita dulu." Ucap Ammar seraya tersenyum lebar ke arah istrinya.
__ADS_1
"Bukankah itu terlalu memalukan?" Ucap Fara.
"Tidak ada yang memalukan saat semuanya terasa begitu romantis bersama dengan istriku." Ucap Ammar tersenyum.
Mereka lalu pergi berjalan-jalan dan Ammar berhenti saat melihat sebuah mobil es krim.
"Rasa apa yang kau inginkan?" Tanya Ammar menunjuk ke arah mobil es krim itu.
"Coklat mint." Balas Fara dengan tersenyum.
"Aku tahu itu." Ucap Ammar dan beberapa saat kemudian Ammar kembali dengan dua es krim di tangannya.
"Besok aku akan membawamu ke suatu tempat." Ucap Ammar saat dia mulai berjalan kembali dengan Fara.
Hari berikutnya....
"Bungee jumping?" Ucap Fara dengan wajah yang tampak tidak percaya.
"Iya, kali ini aku benar-benar ingin melompat bersamamu. Apakah kau ikut?" Ucap Ammar dengan tersenyum.
"Iya aku ikut." Balas Fara saat dia memegang tangan suaminya dan berjalan.
"Aku rasa ini sangat berbeda dari yang pertama kali kita melompat dulu. Aku pasti akan menyukai yang kali ini." Ucap Fara.
"Itu semua karena terakhir kali kita belum mengenal satu sama lain. Tapi sekarang kita sudah mengenal satu sama lain setidaknya kita bahkan bisa membuat buku tentang satu sama lain. Jadi tentu saja rasanya berbeda." Ucap Ammar.
Setelah itu mereka lalu berjalan-jalan di taman dan duduk di dekat danau menikmati pemandangan saat Ammar mulai bicara.
"Fara, saat aku pertama kali menikah denganmu, aku hanya pikir itu semua adalah tanggung jawabku untuk menyukaimu dan hidup bersamamu selamanya. Tapi hari berlalu dan aku menemukan bahwa semuanya lebih penting dari sekedar tanggung jawab bahkan jika kita tidak pernah berubah dengan hanya mengatakan 'aku mencintaimu' atau 'aku menyukaimu', aku selalu merasakan perasaan itu di dalam diriku. Dan dengan pasti aku mengatakan padamu, bahwa aku tidak bisa menjalani hidupku tanpa dirimu di sisiku. Aku sangat beruntung karena dirimu hadir di dalam hidupku."
Mata Fara dipenuhi dengan air mata sekarang.
"Aku rasa tidak terlambat untuk mengatakannya sekarang. Sayang, aku mencintaimu." Ucap Fara dengan tersenyum.
"Aku juga menyukai mencintaimu." Balas Ammar dengan tersenyum.
Ammar lalu bergerak mendekat ke arah Fara dan mulai mencium Fara. Fara lalu menarik Ammar dengan kuat kearahnya dan membalas mencium Ammar.
"Aku bahagia untuk menghabiskan hidup ini bersamamu." Ucap Ammar setelah melepaskan ciuman mereka.
"Sama sepertiku sayang." Ucap Fara.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️