Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KEMARAHAN BU ROS


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertunangan antara Aldi dan Hani. Acara diselenggarakan di kediaman Izzah yang kini di tempati Hani dan orang tua mereka.


Persiapan telah rampung, kediaman Hani pun telah di dekorasi sedemikian rupa. Tamu yang hadir hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja. Izzah dan Rayhan sudah berada di tempat acara untuk ikut mengatur persiapan.


Sementara Bella mulai menjalankan rencananya dengan menghubungi bu Rosita. Bu Rosita yang tengah berada di rumah menerima telepon dari nomor Bella.


"Halo..." ucap bu Ros.


"Halo mi. Bella mau ketemu sama mami."


"Mau ngapain lagi Bell, kalau kamu cuma mau hasut mami untuk membuat Rayhan kembali sama kamu. Maaf mami gak bisa. Lebih baik kamu usaha sendiri aja."


"Bukan itu mi...tapi...."


"Udah ya Bell, mami sibuk. Mau ke acara tunangan adiknya Izzah."


"Mami please dengerin Bella dulu. Mami harus ketemu Bella agar mami gak menyesal nanti."


"Emang kamu mau ngomongin apa sih?"


"Makanya, ayo kita ketemu dulu mi."


"Ya udah, shareloct aja biar mami nanti kesana."


"Bella tungguin ya mi." ucap Bella lalu menutup telepon.


Tak lama pesan berisi lokasi tempat mereka akan bertemu, masuk di ponsel bu Ros.


"Sebenarnya Bella mau ngomongin apa ya?" ucap bu Ros.


Mobil bu Ros lalu melaju menuju lokasi yang diberikan Bella. Tak lama bu Ros sampai di sebuah cafe. Saat masuk ke dalam cafe, Bella sudah menunggu. Bella langsung menghampiri dan memeluk bu Ros.


"Kamu mau ngomongin apa sebenarnya Bell? Kelihatannya penting banget." ucap bu Ros.


"Gini mi, mami harus tau asal usul Izzah yang sebenarnya."


"Heemmmm kalau itu mami sudah tau."


"Hah, apa? Mami udah tau?" tanya Bella heran.


"Ya jelas aja udah tau. Izzah kan menantu mami. Izzah itu berasal dari kampung X, dia tinggal dulu tinggal bersama ayah dan ibu tirinya dan adiknya yang bernama Hani." balas bu Ros.


"Bukan itu mi maksud Bella." ucap Bella.


"Terus maksud kamu apa?" tanya bu Ros.


"Dengerin Bella baik-baik mi, Izzah itu perempuan gak bener."

__ADS_1


"Cukup Bell, mami udah gak mau denger apa-apa lagi. Kalau kamu cuma mau ngomong itu aja mami lebih baik pergi dari sini." ucap bu Ros berdiri hendak pergi meninggalkan Bella.


Bella memegang tangan bu Ros.


"Demi Tuhan mi, kali ini Bella gak mengada-ada. Bella bisa membuktikan semua omongan Bella." ucap Bella meyakinkan.


Sejenak bu Ros terlihat berpikir.


"Please mi, duduk dulu. Dengerin penjelasan Bella."


Bu Ros kemudian duduk kembali lalu mulai mendengar ucapan Bella.


"Mi, Izzah itu dulu ketemu sama Rayhan di rumah lokalisasi."


"Apa? Kamu pasti bohong." ucap bu Ros.


"Bella gak bohong mi. Dulu Izzah itu dijual sama ibu tirinya di rumah lokalisasi. Lalu, Rayhan membayar Izzah pada mucikari nya dengan harga yang lebih mahal." lanjut Bella.


"Jangan asal bicara kamu Bella." hardik bu Ros. "Demi melancarkan rencana kamu untuk merebut Rayhan, kamu berusaha memfitnah Izzah."


"Mami boleh gak percaya sama ucapan Bella, tapi mami bisa lihat video ini." ucap Bella.


Bella memperlihatkan video yang menampilkan mami Lita yang tengah membicarakan tentang masa lalu Izzah.


Bu Ros terlihat tak percaya.


"Tidak, ini semua pasti bohong." ucap bu Ros.


Bella lalu menelepon seseorang dari ponselnya.


"Halo, mami Lita tolong cepetan kesini. Aku butuh mami Lita disini untuk menjelaskan semuanya secara langsung." ucap Bella melalui sambungan telepon.


Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, mami Lita akhirnya datang menemui mereka.


Bu Ros menatap mami Lita dengan sinis.


"Kenalin aku mami Lita." ucapnya.


Bu Ros tak menggubris uluran tangan mami Lita.


Mami Lita kemudian menjelaskan semuanya pada bu Ros. Raut wajah bu Ros berubah merah padam. Dia terlihat begitu marah karena merasa dibohongi Rayhan.


"Sialan kau Izzah." ucap bu Ros berdiri lalu berjalan meninggalkan Bella dan mami Lita yang saling memandang.


Setelah kepergian bu Ros, Bella kemudian tertawa penuh kemenangan.


"Rasain kau Izzah, hidupmu akan segera hancur. Begitu pula denganmu Hani. Aku yakin acara pertunanganmu akan batal. Hahaha." ucap Bella.

__ADS_1


"Jangan ketawa dulu, cepetan mana bayaran ku." ucap mami Lita.


Bella lalu kembali mentransfer dana sejumlah sepuluh juta pada rekening mami Lita.


"Terima kasih banyak nona Bella. Senang berbisnis dengan anda. Kalau masih butuh bantuan, jangan sungkan untuk hubungi saya." ucap mami Lita kemudian pergi meninggalkan Bella.


Sementara Bella masih saja tersenyum puas atas rencana yang dia lakukan berhasil menghasut bu Ros.


Bu Ros kemudian segera menuju kediaman Hani. Acara pertunangan akan segera dimulai. Tamu-tamu undangan sudah mulai berdatangan.


Tepat setelah semua tamu sudah duduk di kursi, serta Hani dan Aldi sudah duduk berhadapan. Bu Ros datang dan berteriak memanggil Izzah.


"Izzaaaahhh...." teriak bu Ros.


Semua tamu undangan kaget menatap kedatangan bu Ros yang terlihat penuh amarah.


Rayhan dan Izzah saling pandang, kaget melihat kedatangan bu Ros yang penuh emosi. Rayhan lalu menghampiri bu Ros.


"Ada apa mi?" tanya Rayhan.


"Dasar kamu anak bodoh." teriak bu Ros.


"Apa maksud mami?" tanya Rayhan.


"Jangan pura-pura gak tahu. Kamu selama ini sudah bohongin mami." jawab bu Ros.


"Demi Allah mi, Rayhan gak ngerti. Sebenarnya mami kenapa? Kenapa seperti ini?" tanya Rayhan lagi.


"Dari awal kamu memang sudah buta, gara-gara wanita murahan itu. Kamu melawan sama mami." ucap bu Ros sambil menunjuk Izzah.


Semua orang terlihat kaget atas ucapan bu Ros. Termasuk mang Diman dan bi Asih yang juga turut hadir di acara itu.


"Apa bapak bilang Mak Lampir itu hanya pura-pura baik. Lihat sekarang dia malah mau mempermalukan Izzah dihadapan semua orang." bisik mang Diman pada bi Asih.


"Mami kenapa sih?" ucap Rayhan.


"Semuanya karena kau wanita sialan. Kau merusak hidup anakku dan keluargaku." ucap bu Ros mendekati Izzah.


Bu Ros kemudian menarik hijab yang dikenakan Izzah.


"Pergi kau dari hidup anakku, wanita murahan." teriak bu Ros.


Rayhan mendekat dan menarik tangan bu Ros.


"Cukup mi, jangan begini. Gak enak dilihat orang." teriak Rayhan.


"Jangan kau bela perempuan kotor ini. Lebih baik cepat kau ceraikan dia. Mami gak sudi punya menantu apalagi cucu dari wanita kotor yang kau pungut dari rumah lokalisasi seperti dia." ucap bu Ros.

__ADS_1


Semua orang terlihat kaget mendengar ucapan bu Ros. Air mata Izzah luruh tak dapat lagi di tahannya. Sementara orang tua Aldi terlihat bingung atas apa yang terjadi.


Bersambung.....


__ADS_2