Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
11. Camping


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya....


Amira tengah bersiap untuk pergi camping. Amira harus bersedia untuk menuruti kemauan Dafa agar ia membawa bodyguard yang akan menjaganya selama camping. Meski begitu, Amira meminta agar para bodyguard menjaga jarak agar tak dilihat teman-temannya yang lain.


Semua orang sudah berkumpul dan kemudian duduk di dalam bis. Amira dan Cindy duduk bersama, sementara Ariel duduk bersama dengan Calvin.


"Apa kau sangat membenciku?" Ucap Calvin kepada Ariel.


Ariel malah melihat kearah lain dan tidak membalas ucapan Calvin.


Dalam perjalanan, mereka menikmati semuanya dengan bermain games bersama yang lainnya.


Setelah 1 jam mereka tiba di tempat tujuan mereka. Tempat camping itu berdekatan dengan hutan. Dosen menginstruksikan kepada mereka untuk tidak pergi ke dalam hutan tanpa sepengetahuan dosen.


Mereka semua lalu bekerja sama untuk mendirikan tenda mereka.


"Baiklah semuanya, dengarkan dengan baik!" Ucap dosen. "Kita akan melakukan kegiatan barbeque dan yang setelahnya hanya permainan. Kalian semua harus melakukannya dan kami para dosen akan membimbing kalian. Permainannya tentang, akan ada sebuah clue yang diberikan dan kalian semua harus menebak tentang hal apa itu bersama dengan anggota tim kalian. Bagi kelompok yang dapat menebak pertama kali akan menjadi pemenangnya." Lanjut dosen berbicara panjang lebar.


"Siapa yang tahu bagaimana caranya melakukan barbeque?" Banyak mahasiswa mulai bertanya pada tim mereka masing-masing.


"Amira, kau bisa bukan?" Tanya Cindy pada Amira.


Amira menyeringai dan berkata, "kau hanya tinggal makan saja nanti sayang."


Dafa sudah mengajari Amira sebelumnya, bagaimana cara untuk melakukan barbeque yang enak. Dan tidak ada hal yang tidak diketahui oleh Amira, dia juga hebat dalam memasak.


'Aku mengetahui semuanya, tapi untuk apa yang akan kita lakukan hari ini, aku sudah mempelajarinya sejak kecil. Dan hebatnya hari ini, semua kemampuan itu akhirnya berguna juga. Terima kasih Kak Dafa.' ucap Amira dalam hati.


Mereka semua mulai melakukan barbeque.


Melihat Amira, semua orang mengaguminya. Amira menguncir rambutnya tinggi. Dia menggulung lengan pakaiannya dan melakukan barbeque seperti seorang chef handal. Dia mulai membolak-balik makanan diatas bara api dan menambahkan saus diatasnya.


"Ya Tuhan, kenapa dia sangat seksi." Ucap seorang mahasiswa dari tim Calvin.


Ariel dan Calvin menatap pria itu. Ariel lalu mendekat ke arah Amira dan melepaskan ikatan rambutnya. Ariel berbisik di telinga Amira.


"Aku sudah terpesona, kau tidak perlu melakukannya lagi." Ucap Ariel pada Amira.


Amira pun merona dan dia kemudian langsung mendorong Ariel. Ariel lantas mengedipkan mata kearah Amira dan berkata, "aku menunggu untuk memakan masakan mu."


Melihat hal itu, anggota tim Amira mulai menggodanya.


Setelah beberapa saat, ketika barbeque sudah siap, para dosen mulai menilai hasil masakan mereka.


Semua tim menyajikan barbeque mereka pada dosen. Dosen mulai mencoba makanan dari semua tim dan menilainya.


"Tim pertama hasilnya enak, tapi sedikit gosong."


"Tim kedua juga enak tapi terlalu pedas."


"Tim ketiga sempurna."


"Dan tim keempat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Amira, apakah kau memang sering melakukan ini? Kami benar-benar kagum dengan talenta yang kau miliki."


Semua orang pun memuji Amira dan dosen kemudian mengumumkan pemenang dari kegiatan barbeque adalah tim Amira.


Lebih dari Amira, Ariel jauh lebih merasa bahagia.


"Bagaimana kau bisa begitu sempurna dalam segala hal?" Ucap Cindy pada Amira setelah makan.


"Bodoh, kau juga bisa belajar." Ucap Amira mengusap rambut Cindy dengan tersenyum.


Semua orang merasa begitu puas setelah memakan masakan yang dibuat Amira.


'Memangnya kenapa jika dia sempurna dalam segala hal? Dia hanya orang kaya yang bodoh, yang selalu menggoda orang lain. Aku sangat membencinya. Bukan hanya karena dia selalu menggoda Ariel, tapi juga Calvin. Sangat memalukan. Aku akan memberikanmu pelajaran, karena kau mencoba untuk mencuri orang yang aku sukai.' ucap Febby dalam hati.


Febby juga sangat menyukai Ariel dan selalu mencoba mendekati Ariel kapanpun dia punya kesempatan. Tapi Ariel tidak pernah memperhatikannya. Dia adalah ketua dari tim kedua dan orang yang tidak menyukai Amira. Dia bukan berasal dari keluarga kaya, tidak juga dari keluarga miskin. Amira dan Febby tidak pernah berbicara satu sama lain.


"Amira, kenapa wanita sampah itu melihatmu dengan tatapan yang menjengkelkan?" Ucap Cindy pada Amira.


"Cindy, jangan bicara omong kosong dan abaikan saja dia." Balas Amira pada Cindy


'Sayang, kau tidak bisa terus bersikap baik pada semua orang, kau tidak tahu dia, tapi aku tahu. Dia wanita yang tidak tahu malu, aku sudah pernah melihatnya. Dia selalu berusaha menggoda Ariel. Apakah aku harus mengatakan hal ini pada Amira? Tapi bagaimana jika dia sedih.' pikir Cindy dalam hati.


"Hei, ayo kita pergi jalan-jalan. Aku sangat kenyang." Ucap Amira pada Cindy.


"Ah baiklah, ayo pergi." Balas Cindy.


Amira meminta izin pada dosennya. Amira dan Cindy pergi berjalan bersama setelah meminta izin pada dosen.


Setelah beberapa saat berjalan, ponsel Cindy berdering.


"Jawab panggilan itu." Ucap Amira.


Cindy lantas menjawab panggilan yang merupakan dari Calvin itu. Calvin bertanya dimana dia dan Amira berada. Cindy mengatakan pada Calvin bahwa mereja tengah berjalan di samping kemah. Calvin menelepon Cindy untuk mengatakan bahwa dosen tengah memanggil dirinya.

__ADS_1


"Amira ayo kita kembali, dosen memanggilku." Ucap Cindy pada Amira.


"Tidak, aku akan kembali nanti. Kau pergi dan temui dosen." Ucap Cindy.


Cindy mengangguk dan kembali ke kemah. Sementara Amira berjalan lurus lalu duduk di sebuah batu.


'Hmmmpphhh, jangan salahkan aku Amira. Kau seharusnya tidak menggoda orang yang aku suka.' ucap Febby dalam hati.


Febby tengah berdiri di belakang sebuah pohon. Dia kemudian masuk ke dalam hutan dan berteriak begitu keras hingga Amira bisa mendengarkan suaranya.


"Apa itu! Apa seseorang ada di dalam hutan?" Ucap Amira.


Amira bergegas masuk ke dalam hutan untuk melihat.


"Oh ya Tuhan, Febby apa yang kau lakukan disini?" Tanya Amira padanya


Febby mengaitkan kakinya di sebuah ranting pohon yang ada di tanah. Amira membantunya untuk berdiri


"Amira, temanku masuk ke dalam hutan. Dia bilang, dia akan kembali. Tapi ternyata tidak kembali sampai sekarang, jadi aku pergi mencarinya dan terjatuh." Ucap Febby dengan air mata yang menggenang di matanya.


'Apa-apaan itu? Apa gadis itu sangat bodoh, apa dia tidak mendengar apa yang dikatakan dosen?' ucap Amira dalam hati.


Amira membuat Febby duduk di batu di luar hutan.


"Tunggu disini dan saat Cindy datang, katakan padanya bahwa aku masuk ke dalam hutan." Ucap Amira pada Febby.


Amira lalu masuk ke dalam hutan.


'Hmmmpphh dasar bodoh.' ucap Febby dalam hati.


Febby menyeringai setelah Amira masuk ke dalam hutan.


Amira semakin masuk ke dalam hutan mencoba mencari teman yang dikatakan Febby itu.


"Aku rasa aku sudah tersesat. Sial... Ini adalah perangkap. Bagaimana kau bisa begitu bodoh Amira?" Ucap Amira pada dirinya sendiri.


Amira terus saja berjalan masuk ke dalam hutan dan tersesat. Semua pohon tampak sama, Amira menjadi semakin bingung karena hal itu. Hari pun sudah semakin gelap.


"Sial. Disini juga tidak ada sinyal." Ucap Amira.


'Apakah bodyguard ku mengikuti aku kemari? Jika mereka melakukannya maka aku bisa dengan mudah di temukan. Tapi bagaimana jika mereka ikut tersesat juga. Aaarrgghh... Ini semua gara-gara si Febby itu. Kau sudah melakukan kesalahan fatal, kau akan menyesai semua ini. Kau seharusnya tidak membuat masalah dengan ku, sekarang tunggulah pembalasan dariku.' ucap Amira dalam hati.


Disisi lain...


Semua orang tengah mencari Amira. Febby datang ke arah tenda dengan menangis.


"Pak, Amira masuk ke dalam hutan. Aku sudah berusaha menghentikannya, tapi dia tetap pergi. Aku bilang padanya bahwa dosen akan marah tapi dia bilang mereka tidak akan berani." Ucap Febby dengan terisak dan mengusap air matanya.


"Kau!!!!! Aku tahu ini ulahmu, kau yang melakukan semua ini. Kenapa Amira akan masuk ke dalam hutan begitu saja? Dia tidak bodoh kecuali kau mengatakan sesuatu kepadanya." Teriak Cindy pada Febby.


"Cindy, kenapa kau berkata seperti itu? Kenapa aku harus melakukan hal seperti itu kepada teman sekelas ku?" Ucap Febby dan mendekat ke arah telinga Cindy dan berbisik. "Dia tidak akan kembali dengan selamat."


Mendengar hal itu, Cindy langsung mendorong Febby hingga terjatuh.


"Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu padanya." Ucap Cindy.


Ariel langsung berlari ke dalam hutan, dia mendengar apa yang dibisikkan Febby ke telinga Cindy.


'Aku seharusnya tidak meninggalkan mu sendirian. Ku mohon, kau harus baik-baik saja Amira.' ucap Ariel dalam hati.


Sementara itu di dalam hutan, dimana Amira berada....


"Untuk memberinya pelajaran, aku harus keluar dari sini lebih dulu. Ada banyak nyamuk disini, aku harap Kak Dafa tidak akan memarahi aku." Ucap Amira pada dirinya sendiri seraya menghela napas.


Amira kembali bangun setelah duduk untuk beristirahat beberapa saat dan mulai berjalan kembali. Dia terus menerus mencoba untuk keluar dari dalam hutan, tapi dia tetap saja kembali ke tempat yang sama. Saat berjalan, Amira terjatuh ke dalam sebuah lubang kecil.


"Aduh, aku tidak akan memaafkannya. Dia harus membayar apa yang dia perbuat padaku." Ucap Amira pada dirinya sendiri.


Kaki dan tangan Amira terluka karena terjatuh ke lubang itu. Ia lalu merobek pakaiannya untuk menghentikan pendarahan di tangan dan kakinya.


Malam mulai tiba....


"Amira...!! Amira...!!" Teriak Ariel terus memanggil nama Amira.


Amira mendengar teriakan Ariel. Dia pun ikut berteriak.


"Ariel... Aku disini!!"


Ariel mendengar Amira kemudian melihatnya berada di dalam lubang kecil. Ariel pun melompat turun ke dalam lubang. Ariel langsung menarik Amira mendekat pada dirinya dan memeluk Amira dengan begitu erat.


"Hei... Hei..." Ucap Amira.


'Ya Tuhan, dia begitu gemetar.' ucap Amira dalam hati.


Amira membalas pelukan Ariel.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku tidak bisa melindungimu." Ucap Ariel pada Amira.


"Bodoh, seharusnya aku yang mengucapkan kata maaf." Balas Amira.


"Apa kau bodoh? Kenapa kau mempercayai ucapan wanita tidak tahu malu itu?" Teriak Ariel pada Amira.


Amira menatap wajah Ariel dan mulai tertawa kecil.


"Kenapa kau malah tertawa? Aku ketakutan setengah mati. Aku punya begitu banyak pikiran, bagaimana jika sesuatu mungkin terjadi padamu." Ucap Ariel pada Amira saat memegang tangannya dengan erat.


"Aaahh...!!!" Teriak Amira.


"Apa... Aa yang terjadi? Apa kau terluka?" Tanya Ariel tampak begitu khawatir.


"Ya Tuhan, kau berdarah." Ucap Ariel begitu terkejut.


Ariel mengusap darah di tangan Amira dengan sapu tangannya kemudian meniupnya dengan lembut


Amira tersenyum dan berkata, "terima kasih karena tidak pernah menyerah akan diriku."


Ariel menatap Amira dengan penuh harapan.


"Aku akan memberitahukanmu semuanya setelah camping ini selesai." Ucap Amira lagi pada Ariel.


Ariel tengah mencoba untuk membuat api dengan beberapa kayu yang ia kumpulkan menggunakan dua buah batu yang ia gesekkan, tapi tidak bisa. Amira mendekat ke arahnya dan mengambil batu dari tangan Ariel.


Amira mulai menggesek batu itu dan akhirnya berhasil membuat api. Ariel menatap Amira dengan penuh kekaguman.


"Lihat ke arah lain." Ucap Amira.


Ariel tersenyum dan berkata, "aku tidak akan melepaskan dia dengan mudah, beraninya dia melakukan semua ini padamu."


"Jangan lakukan apapun. Aku akan memberinya pelajaran dengan caraku sendiri." Balas Amira.


Amira lalu merebahkan kepalanya di pundak Ariel. Dia pun terlelap karena merasa begitu lelah sejak pagi tadi.


'Kau mau menghukumnya, tapi kemudian setelah itu aku juga akan menghukumnya. Dia seharusnya tidak menyentuh wanitaku. Dia sendiri yang meminta untuk mati.' ucap Ariel dalam hati.


Hari pun mulai beranjak pagi, Amira terbangun tapi Ariel masih tertidur. Amira membuat Ariel tertidur di pangkuannya. Dari kejauhan, beberapa suara datang mendekat. Amira berteriak dan akhirnya Cindy dan Calvin menemukan mereka.


"Oho! Romansa di tengah hutan hah, boleh juga." Ucap Cindy menggoda Amira.


"Diam lah." Balas Amira pada Cindy.


Ariel pun terbangun saat mendengar mereka berbicara. Dia begitu senang saat terbangun langsung melihat wajah Amira di pagi hari.


Mereka semua lalu keluar dari dalam hutan setelah beberapa saat. Para dosen mulai memarahi Amira, tapi saat mereka melihat luka pda kaki dan tangan Amira, mereka menjadi khawatir dan mulai membantu Amira dengan mengobati lukanya.


Semua mahasiswa berkumpul dan melihat Amira dengan tatapan khawatir di mata mereka. Amira melihat mereka semua.


"Tidak apa-apa guys, aku baik-baik saja." Ucap Amira.


Cindy berjalan masuk ke dalam tenda Febby dan berteriak padanya.


"Lihatlah apa yang sudah kau lakukan pada Amira."


Febby berjalan keluar dari dalam tendanya dan melihat Amira. Amira melirik ke arah Febby dan menyeringai. Febby merasa gugup, namun ia tetap berjalan mendekat ke arah Amira.


"Amira!! Aku senang karena kau baik-baik saja." Ucap Febby dengan suara yang terisak.


Ariel mendorong Febby dan berkata, "Amira terluka, jadi jangan menyentuhnya."


Di mata Febby, tidak ada sedikitpun ketakutan tapi tampak reaksi berbeda.


'Ariel menyentuhku... Oh Tuhan, dia menyentuhku!' ucap Febby dalam hati.


Ariel melihat Febby dengan tatapan yang merasa jijik dan mendorongnya menjauh.


"Menjijikkan." Ucap Ariel dan membawa Amira berjalan kembali ke tenda Amira.


Semua orang melihat ke arah Febby, dia tampak berkeringat dan berkata, "aku sangat lelah, jadi aku akan kembali ke tenda ku."


"Benar-benar wanita yang menjijikkan." Ucap Cindy.


"Cindy, lihat lah sebelum kau berbicara." Ucap Calvin pada Cindy.


Cindy melihat ke arah Calvin dan kemudian pergi ke tenda Amira.


"Wanita ****** itu melukaimu dengan sengaja, kenapa kau tidak mendorongnya menjauh." Ucap Ariel pada Amira.


Amira tertawa dan berkata, "Dia tengah menggali kuburannya sendiri, jadi biarkan saja dia.".


'Sayangku, apa yang akan kau lakukan padanya.... Tapi tetap saja, aku akan membuat dia menyesal.' ucap Ariel dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2