Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Romantis


__ADS_3

"Gimana? Pada mau ikut gak?" Tanya Izzah setelah Mang Diman pergi.


"Aku gak bisa Bu. Hari ini ada rapat penting di kantor." Balas Arka.


"Aku juga gak bisa Bu, tadi udah bilang kok sama Ayah. Banyak pasien yang udah buat temu janji hari ini." Sambung Arsha.


Izzah menghela nafas panjang.


"Sudahlah sayang, kan kita bisa pergi berduaan." Ucap Rayhan. "Sekalian bulan madu.." bisik Rayhan.


Wajah Izzah memerah.


"Ibu kenapa? Sakit perut ya?" Tanya Arsha yang melihat perubahan wajah Izzah.


"Gak apa-apa." Balas Izzah cepat, sementara Rayhan terlihat cekikikan.


"Ya udah, Ibu sama Ayah hati-hati ya nanti disana. Aku jalan dulu." Ucap Arka mencium kening Izzah kemudian mencium tangannya juga, begitu juga dengan Rayhan. Arka mengucap salam serta mencium tangan ayahnya itu.


"Oh ya, Ayah gak usah nyetir sendiri. Minta sopir yang antar. Kampung Ibu kan lumayan jauh, takutnya Ayah kecapaian." Ucap Arka lalu melenggang keluar rumah menuju kantornya.


"Kalau gitu aku juga berangkat ya Bu, Ayah. Jangan lupa oleh-olehnya."


"Kamu mau oleh-oleh apa sayang?" Tanya Rayhan mengelus kepala puterinya itu.


"Apa ya? Emmm stroberry yang langsung dipetik sendiri di perkebunan aja deh."


"Oke, mau ayah bawakan satu karung gak?" Ucap Rayhan.


"Ah, ayaaah." Arsha mencubit perut Rayhan.


"Ampun, ampuun."


"Udah ah, aku berangkat Yah." Ucap Arsha sambil mencium tangan Rayhan, lalu menghampiri Izzah dan memeluknya, "jangan lama-lama disana ya Bu. Aku gak betah jauh dari Ibu."


"Aduh sayang, gimana nanti kalau udah nikah. Kamu kan harus ikut suami kamu."


"Gak mau ah. Biar dia aja yang ikut aku kesini."


Rayhan tertawa mendengar ucapan Arsha.


"Sudah, nanti saja kita bahas ya sayang. Kamu kan harus berangkat sekarang." Ucap Izzah.

__ADS_1


"Oh, iya. Aku berangkat ya Bu. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam..." Jawab Rayhan dan Izzah bersamaan.


*********************


Setelah menempuh perjalanan yang panjang, Rayhan dan Izzah tiba di kampung halaman Izzah. Rumah Izzah yang dahulu, masih senantiasa terawat dengan baik.


Rumah itu kini ditempati pasangan Pak Budi dan Bu Narmi. Keduanya merupakan keluarga dekat Izzah. Pak Budi adalah sepupu Izzah, anak dari adik ayah Izzah, Pak Haris.


"Yaa Allah Izzah, kenapa tidak bilang-bilang mau kesini. Arsha sama Arka mana?" Tanya Bu Narmi.


"Mereka gak bisa ikut Mbak, ada banyak pekerjaan yang tidak bisa mereka tinggalkan." Ucap Izzah. "Mbak sehat?"


"Alhamdulillah sehat Zah, ayo masuk."


Percakapan merekapun berlanjut, sampai tentang pernikahan Arka serta Arsha.


Setelahnya, Izzah dan Rayhan beristirahat di kamar Izzah yang dulu saat masih tinggal di rumah itu. Namun sekarang kamar itu sudah di renovasi agar lebih besar. Kamar Izzah digabungkan dengan kamar Hani.


"Suasana disini memang sangat romantis ya sayang." Ucap Rayhan sambil memeluk Izzah yang tengah berbaring membelakanginya.


"Hmmmm...." Balas Izzah.


."Hemmm...." Balas Izzah lagi.


"Buatin Arka dan Arsha adik yuk." Bisik Rayhan di telinga Izzah.


Sontak mata Izzah yang sudah terpejam, seketika membelalak karena kaget. Izzah langsung berbalik dan memukul dada Rayhan.


"Abang ngomong apa sih? Kita ini udah tua, malu sama umur kalau sampai punya bayi lagi. Lagian Arka dan Arsha juga udah mau nikah. Masa anak-anak yang nikah, malah ibunya yang hamil. Malu Bang...."


"Malu kenapa sayang? Malu karena punya anak lagi. Kenapa harus malu, anak itu titipan Allah. Toh kita juga suami isteri yang sah. Masa harus malu punya anak. Malu itu justru orang-orang yang berbuat zina tanpa ikatan pernikahan. Apalagi sampai memiliki anak dari hubungan gelap itu."


"Ah sudahlah, nanti aja kita bahasnya Bang, Izzah mau istirahat dulu." Ucap Izzah malas, sambil kembali membelakangi Rayhan.


Rayhan yang gemas, semakin memeluk Izzah dengan erat.


**********************


Sore harinya, setelah merasa lebih segar, Izzah dan Rayhan berjalan menuju tempat pemakaman umum yang tidak terlalu jauh dari rumah lamanya.

__ADS_1


"Lumayan, sambil lihat-lihat pemandangan." Ucap Izzah saat mengajak Rayhan berjalan kaki.


"Waahh nanti baliknya, kita berhenti disini ya, petikin Arsha stroberry." Ucap Rayhan kala keduanya melewati sebuah perkebunan stroberry.


"Iya Bang." Balas Izzah.


Sekitar lima belas menit mereka berjalan, akhirnya tiba di tempat pemakaman. Tiga gundukan tanah ditumbuhi rumput hijau yang sudah di rapikan itu, berderet berdampingan.


Tiga makam itu masing-masing merupakan makm dari ibu kandung Izzah, ayah Izzah, dan ibu tiri Izzah.


Izzah mulai menaburkan bunga dan air di makam itu. Air mata Izzah seketika jatuh saat mulai membacakan doa untuk ketiga orang tuanya itu.


"Rabbighfir li, wa li walidayya, warham huma kama rabbayani shaghira." Ucap Izzah diakhir doanya.


Rayhan merangkul Izzah, berusaha untuk menenangkan isterinya.


"Ibu, Ayah, maafkan Izzah karena baru datang sekarang lagi. Itupun cuma berdua dengan Bang Rayhan, anak-anak tidak bisa datang." Ucap Izzah.


Setelah selesai nyekar, Izzah dan Rayhan pun kembali berjalan pulang ke rumah.


Sesuai rencana, Rayhan dan Izzah berhenti di perkebunan stroberry. Mereka bak pengantin baru yang tengah liburan berdua. Keduanya benar-benar pasangan yang romantis, membuat pengunjung lainnya merasa iri akan keromantisan pasangan yang berusia hampir setengah abad itu.


Kemanapun Izzah berjalan, Rayhan dengan setia mengikutinya. Bahkan tangan Rayhan tak mau lepas untuk menggenggam tangan Izzah.


"Kemanapun kau pergi, aku akan mengikutimu sayang..." Ucap Rayhan dengan nada tengah membaca puisi.


"Iisshh abang, tuh banyak orang yang lihat. Malu sama umur Bang." Balas Izzah.


"Ngapain malu sih sayang, kita kan suami isteri. Jadi wajar kalau Abang bersikap seperti ini."


"Hemm terserah Abang aja." Ucap Izzah. "Bang lepasin tangan Izzah dong."


"Gak..."


"Gimana metik stroberry kalau Abang pegangin." Ucap Izzah sambil memperlihatkan tangan kanannya yang memegang keranjang kecil berisi stroberry.


"Siniin keranjangnya." Ucap Rayhan merebut keranjang dari tangan Izzah. "Nih udah Abang pegangin, sekarang Izzah petik aja."


Izzah menggeleng-gelengkan kepalanya, membuat Rayhan menjadi tersenyum.


"I love you sayang." Ucap Rayhan.

__ADS_1


"Iya Bang, Izzah tau." Jawab Izzah.


Bersambung.......


__ADS_2