
Sepanjang jalan Bella menangis saat menyetir mobilnya.
"Sialan kau Ray.." umpatnya.
Mobil Bella memasuki area rumah Rayhan, dengan segera Bella turun dari mobil. Dengan wajah penuh emosi Bella masuk rumah. Bu Rosita yang tengah duduk-duduk memainkan gawai nya diruang tamu kaget dengan kedatangan Bella tanpa permisi.
"Habis dari mana Bell, kok muka kamu kusut gitu?" tanya bu Ros.
"Ini semua gara-gara mami." teriak Bella kesal.
"Loh kok karena mami sih? Maksud kamu apa? Pulang-pulang kok marah-marah." balas bu Ros kesal.
"Andai sejak awal mami ngasih tau Bella kalau Rayhan sudah punya isteri ngapain Bella mau nikah sama dia." teriak Bella.
"Isteri? Maksud kamu apa Bell?" tanya bu Ros heran.
"Halah. Gak usah sok-sok gak mengerti, sejak awal mami sudah tau kalau Rayhan gak cinta sama Bella, malah cintanya sama Izzah, isterinya." ucap Bella kesal.
"Izzah? Isteri Rayhan?" ucap bu Ros penuh tanda tanya.
"Udah deh, mami gak usah berlaga bego. Apa mami gak ingat, saat Rayhan jatuh sakit waktu itu, mami bilang habis ngelabrak wanita simpanannya Rayhan. Wanita itu Izzah kan? Isterinya Rayhan."
__ADS_1
"Jaga bicara kamu Bella. Mami ini mertua kamu." ucap bu Ros emosi. "Bagaimanapun mami sama sekali gak tau kalau Izzah itu sudah jadi isterinya Rayhan. Yang mami tau dia itu pelakor yang rebut Rayhan dari kamu." sambung bu Ros.
"Mami salah, Izzah itu isteri pertamanya Rayhan, dan Bella ini adalah isteri keduanya." ucap Bella.
"Apa? Gak mungkin, kamu pasti bohong."
"Ngapain aku bohong, gak ada untungnya sama sekali buat aku. Dan asal mami tau sekarang aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan Rayhan." ucap Bella seraya berjalan menuju kamarnya.
Bu Rosita mengejar Bella. Saat masuk ke kamar Bella, bu Ros kaget karena Bella tengah memasukan pakaiannya ke dalam koper.
"Bell kamu mau kemana?" tanya bu Rosita.
"Ya pulanglah, ngapain disini orang aku mau cerai sama Rayhan." jawab Bella.
"Bukan nyerah mi, aku juga punya harga diri. Ngapain aku jadi isteri kedua, udah gitu gak pernah dianggap lagi sama Rayhan."
"Sekarang kamu dengerin mami. Kamu itu isteri pertamanya Rayhan dimata hukum. Sementara dia itu hanya istri sirri. Jadi si Izzah itu tidak akan bisa menuntut apapun pada Rayhan."
"Mau sirri kek mau resmi kek, Bella gak perduli yang jelas tekad Bella usah bulat, mau cerai dengan Rayhan."
"Jangan gitu donk Bell, masa kamu nyerah gitu aja. Kamu tidak seperti Bella yang mami kenal. Dulu waktu masih kecil kau sama sekali tidak mau menyerah ataupun mengalah untuk mengambil mainan kesayanganmu yang sering direbut Rayhan. Lalu sekarang kamu kok jadi labil gini." ucap bu Ros panjang lebar.
__ADS_1
"Itu dulu saat kami kecil mi. Sekarang udah beda ceritanya. Gimana Bella gak nyerah, udah hampir setengah tahun Bella nikah sama Rayhan tapi dia tetap aja dingin sama Bella. Apalagi sekarang Izzah lagi hamil. Otomatis perhatian Rayhan tertuju padanya." terang Bella panjang lebar.
Mata bu Ros melotot karena kaget mendengar penuturan Bella.
"Hamil? Wah benar-benar gak bisa dibiarin ini. Pokoknya mami gak mau kamu cerai sama Rayhan. Gimanapun caranya mami akan pisahin Rayhan sama perempuan licik itu."
"Percuma mi, Rayhan...."
"Gak ada kata percuma saja, selama kita mau berusaha. Sekarang mami mau tanya, kamu masih cinta gak sama Rayhan?"
"Ya jelas saja aku cinta."
"Kalau gitu perjuangkan, jangan menyerah. Mami akan selalu ada buat kamu, satu hal yang mami janjiin. Mami akan buat si Izzah itu menderita." ucap bu Ros.
Sejenak Bella berpikir.
Benar juga kata mami, aku gak boleh nyerah untuk mendapatkan hati Rayhan.
"Ya udah Bella ikut mami aja. Tapi yakin ya, Rayhan bakal cinta sama Bella dan akan meninggalkan Izzah." ucap Bella.
"Mami janji..." ucap bu Ros.
__ADS_1
Sorry Zah, kau memang perempuan yang baik. Tapi maaf aku tidak akan menyerah jika menyangkut soal Rayhan. Tunggu aja pembalasanku Zah.