Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
RUMAH BU ROS


__ADS_3

Hari minggu pagi Rayhan dan Izzah berencana menuju rumah bu Ros. Saat keluar rumah Izzah mendapati sebuah amplop besar warna coklat.


"Ini apa ya?" ucap Izzah.


Rayhan yang keluar rumah belakangan melihat Izzah memegangi amplop itu.


"Apa itu sayang?" tanya Rayhan.


"Gak tau nih bang, Izzah nemunya di depan pintu." jawab Izzah.


"Ya udah ayo di buka." balas Rayhan.


Izzah lalu membuka amplop tersebut. Saat terbuka mata Izzah membulat sempurna.


Foto-foto kemesraan Rayhan dan Bella terpampang jelas di lembaran-lembaran foto yang terdapat di dalam amplop tersebut.


Rayhan terperanjat kaget, dengan cepat dia merebut foto itu dari tangan Izzah.


"Apa maksudnya ini bang?" tanya Izzah dengan mata memerah.


"Abang bisa jelasin sayang, semuanya gak seperti yang Izzah pikirkan." jawab Rayhan.


Rayhan menarik Izzah masuk lagi ke dalam rumah. Mereka kemudian duduk di sofa ruang tamu. Izzah terlihat manyun, sementara Rayhan menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Sayang dengerin abang, maaf semalam abang gak ceritain ke Izzah kalau kemarin abang sempat ketemu Bella di parkiran kantor abang. Abang gak nyangka dian tiba-tiba datang langsung meluk abang."


"Terus kenapa gak dilepasin? Kenapa malah sampai cium-cium segala?"


"Semuanya gak sengaja sayang. Semua ini pasti hanya akal-akalan Bella buat merusak hubungan kita. Percaya sama abang sayang, gak mungkinlah abang dengan sengaja mau begitu. Kan abang sendiri udah cerain dia." jelas Rayhan.


Izzah tampak berpikir, namun raut wajahnya tetap saja menunjukkan amarah dan cemburu.

__ADS_1


"Sayang...percaya kan sama abang?"


"Ya udah kali ini Izzah percaya, lain kali gak lagi." balas Izzah.


"Alhamdulillah, makasih ya sayang udah mau percaya sama abang. Abang janji gak bakal kecewain


[Kamu pasti sudah terima amplop itu. Gimana rasanya ngelihat suami mesraan dengan wanita lain? Aku yakin pasti sakit kan. Rayhan sudah pasti menyangkal semuanya, tapi asal kamu tau Rayhan itu memang bukan laki-laki sebaik yang kamu kira. Dia akan tetap menggilai banyak wanita. Kamu pasti gak percaya, nih buka aja video yang aku kirim.]


Izzah menahan sesak di dadanya melihat sebuah video yang terkirim menampilkan Rayhan tengah bertelanjang dada memeluk seorang wanita yang juga tanpa busana duduk dipangkuan Rayhan membelakangi kamera.


Tanpa terasa air mata Izzah jatuh menetes. Melihat Izzah menangis, sontak Rayhan menepikan mobilnya dan memegang tangan Izzah.


"Ada apa sayang? Apa abang ada salah lagi? Atau sayang masih mikirin foto-foto yang tadi?" tanya Rayhan.


Izzah tak menjawab apa-apa.


"Aku gak boleh percaya gitu aja sama video itu. Tapi aku juga gak mau bang Rayhan tau. Aku akan selidiki sendiri." gumam Izzah.


"Gak apa-apa kok bang. Tadi Izzah cuma lihat video sedih di aplikasi biru, tentang anak kecil yang bekerja keras mengais rezeki sendiri." ucap Izzah terisak.


"Yaa Allah sayang, abang kira apa tadi." ucap Rayhan mengelus kepala Izzah yang berbalut hijab warna kuning.


Rayhan kembali menjalankan mobilnya menuju rumah bu Ros.


"Semoga prasangka ku ini salah, semoga bang Rayhan tidak melakukan hal yang salah." gumam Izzah lagi.


Mereka pun tiba di rumah bu Ros. Bu Ros menyambut Izzah dengan sumringah.


"Ayo masuk nak, mami udah buatin makanan yang banyak." ucap bu Ros menggandeng Izzah.


"Aduh mentang-mentang udah akrab, anak sendiri di cuekin." ucap Rayhan.

__ADS_1


"Iihh kamu Ray, udah cepetan masuk. Mama udah masakin cumi balado kesukaan kamu." balas bu Ros.


"Wiihh asyikk, jarang-jarang nih dapat makan masakan mami." ucap Rayhan lagi.


Mereka semua langsung menuju meja makan. Sudah tersedia berbagai macam makanan di atas meja. Bu Ros dengan sigap menyendokkan nasi dan lauk untuk Rayhan.


Sementara Izzah masih saja diam dalam lamunannya.


"Izzah, kenapa melamun aja nak? Yuk makan, lihat tuh Rayhan udah makan dengan lahap." ucap bu Ros.


Rayhan yang tengah asyik menyantap makanannya berhenti menatap Izzah yang sama sekali belum menyentuh makanan yang ada di hadapannya.


"Sayang..." panggil Rayhan.


Izzah langsung menoleh dan tersenyum terpaksa.


"Kalian kenapa sih? Lagi bertengkar ya?" tanya bu Ros.


"Gak kok mi, Izzah cuma lagi ngerasa gak enak badan aja." jawab Izzah.


"Loh gak enak badan? Apanya yang sakit? Udah diperiksa ke dokter belum?" tanya bu Ros lagi.


"Izzah gak apa-apa kok mi, paling karena capek aja makanya badan Izzah rada lemes."


"Ya ampun, kamu sekarang tuh gak boleh capek-capek. Kan lagi program ngasih mami cucu." ucap bu Ros.


"Nah sekarang makan yang banyak ya." lanjut bu Ros.


Izzah tersenyum, dia sangat bersyukur atas sikap baik yang ditunjukkan ibu mertuanya. Sementara Rayhan menatap Izzah penuh rasa bersalah.


"Yaa Allah semoga Izzah dapat selalu mempercayai aku. Karena aku memang tidak akan pernah mengkhianatinya." gumam Rayhan.

__ADS_1


__ADS_2