Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
MALAM ROMANTIS RAYHAN DAN IZZAH


__ADS_3

Rayhan dan Izzah sampai rumah terlambat. Karena mereka menyempatkan diri dulu mampir di masjid untuk menunaikan shalat maghrib dan isya.


Izzah langsung masuk kamar dan menuju kamar mandi. Rayhan merebahkan diri di kasur, menunggu Izzah keluar dari kamar mandi.


"Hmmm lebih baik aku pesan makanan saja, Izzah pasti lapar." ucap Rayhan sambil mengambil ponselnya lalu mulai memesan makanan.


Cukup lama Rayhan menunggu Izzah keluar dari kamar mandi.


"Apa mungkin Izzah langsung mandi? Lebih baik aku juga mandi di kamar mandi tamu saja." ucap Rayhan lalu turun ke lantai dasar menuju kamar mandi tamu.


Izzah menatap pantulan dirinya di cermin. Dia menarik kasar hijab yang menutup kepalanya. Tiba-tiba air mata Izzah jatuh berderai. Izzah memukul-mukul badannya sendiri. Menampar pipinya sendiri, bahkan Izzah menjambak rambutnya sendiri sambil histeris.


"Huuu....uuuuu aku perempuan kotor. Aku tak bisa menjaga diriku sendiri. Hu..uuuu...." Izzah histeris.


Izzah membayangkan apa saja yang bisa dilakukan Yusuf padanya. Apalagi Izzah dalam posisi tidak mengenakan sehelai benangpun. Izzah ragu, apa Yusuf benar-benar tidak melakukan apapun padanya. Izzah lalu menyalakan shower dan membasuh tubuhnya yang masih berbalut gamis. Dengan kasar Izzah menggosok tubuhnya.


"Aaaaaarrrgggghhhhh....." teriak Izzah.


Rayhan telah selesai mandi, dia kembali ke kamar. Namun tak didapatinya Izzah, Rayhan mendekat ke arah pintu kamar mandi. Terdengar suara gemercik air.


"Hmmmm wanita kalau mandi memang sering lupa waktu." ucap Rayhan terkekeh..


Setelah selesai mengenakan pakaian tidur, terdengan suara bell rumah berbunyi. Dengan segera Rayhan turun dan membuka pintu. Pesanan makanan Rayhan datang. Dengan cepat Rayhan kembali ke kamar membawa makanan itu.


Rayhan telah menyiapkan semuanya di atas meja kecil yang ada di dalam kamar. Setengah jam sudah Rayhan menunggu Izzah duduk didepan meja. Namun belum ada tanda-tanda Izzah akan keluar. Suara gemercik air masih saja terdengar.


"Ini sudah hampir dua jam, kenapa Izzah belum keluar juga." gumam Rayhan.


Rayhan lalu mendekat ke pintu kamar mandi.


"Sayang.... Kenapa lama sekali?"

__ADS_1


Tak ada jawaban dari Izzah, membuat Rayhan jadi khawatir. Rayhan lalu mencoba membuka pintu kamar mandi. Namun terkunci dari dalam.


"Sayang...ayolah. Ini sudah mau dua jam. Masa belum kelar juga mandinya."


Tok tok tok....


Rayhan mengetuk pintu namun tetap tak ada jawaban. Rayhan lalu mendobrak pintu kamar mandi.


"Maafin Izzah bang, Izzah wanita kotor." lirih Izzah.


Bibirnya mulai membiru karena kedinginan.


Duar....


Akhirnya Rayhan berhasil membuka pintu dan langsung mendekati Izzah yang duduk di bawah shower.


"Sayang ada apa? Kenapa begini?"


"Jangan sentuh Izzah bang, Izzah sudah kotor." isak Izzah.


Rayhan lalu mendudukkan Izzah pada sebuah bangku. Lalu Rayhan mengambil handuk dan mengelap wajah Izzah. Kemudian dia duduk di lantai berhadapan dengan Izzah.


"Katakan ada apa sayang?" ucap Rayhan.


"Izzah kotor bang." isak Izzah.


"Siapa bilang Izzah kotor. Apa Izzah gak denger apa yang Yusuf katakan. Dia gak melakukan apapun pada Izzah. Jadi kenapa Izzah menganggap diri Izzah kotor. Dia bahkan berani bersumpah atas nama Allah. Itu bukan sumpah yang main-main sayang." jelas Rayhan.


'Tapi tetap saja bang, Izzah merasa kotor karena berada bersama dia dalam satu kamar dengan Izzah gak pakai apapun bang. Hu...uuuuu...uuu" Izzah sesenggukan.


"Dia sudah bersumpah sayang. Kalaupun dia menyentuh Izzah, yang dia sentuh hanya pipi dan bibir Izzah. Untuk itulah abang memberinya pelajaran dengan mematahkan jemarinya karena berani menyentuh Izzah.'

__ADS_1


Izzah menggigil, Rayhan lalu membuka pakaian Izzah. Izzah tak melakukan apapun, dia hanya terdiam.


Setelah semua pakaian Izzah terlepas, Izzah lalu menutup tubuhnya dengan handuk. Rayhan lalu melepas pakaiannya sendiri.


Izzah lalu mendongak menatap Rayhan. Izzah menatap Rayhan yang tersenyum. Izzah bingung sekaligus malu.


Setelah semua pakaian Rayhan sudah ditanggalkan, yang tersisa hanya tinggal celana dalam boxernya. Rayhan lalu mendekat ke arah Izzah. Menunduk lalu mencium telinga Izzah. Izzah menggeleng.


"Jangan bang." lirih Izzah.


"Sayang biarkan abang menghapus jejak tangan si bajingan itu dibibir Izzah." ucap Rayhan sambil mengangkat dagu Izzah.


Izzah terdiam saat Rayhan mulai mencium bibirnya. Bulir-bulir air matanya menetes.


"Kenapa nangis sayang?" tanya Rayhan menyudahi kegiatan favorite nya.


"Izzah bahagia bang, terima kasih karena sudah tetap mau menerima Izzah."


"Sayang... Yusuf hanya menyentuh bibir Izzah, sedangkan masa lalu abang. Huh." Rayhan menghela nafas. "Izzah saja bisa menerima masa lalu abang yang sering gonta-ganti pasangan, kenapa abang harus marah jika Izzah tanpa sengaja disentuh lelaki lain. Abang tak akan marah pada Izzah, tapi abang akan membunuh orang yang berani menyentuh Izzah. Karena abang percaya Izzah gak akan mungkin mengkhianati abang." ucap Rayhan panjang lebar.


Izzah lalu memeluk Rayhan. Tanpa disadari handuk yang dia kenakan melorot hingga menampilkan lekuk tubuhnya.


Jantung Rayhan bedegup kencang, darahnya berdesir. Dengan cepat Izzah kembali mengambil handuk itu untuk menutup tubuhnya.


"Sayang, apa sudah boleh malam ini? Abang sudah terlalu lama menunggu." bisik Rayhan di telinga Izzah.


"Iiihh abang..." pekik Izzah yang hendak meninggalkan Rayhan.


Namun Rayhan dengan cepat menarik Izzah dalam pelukannya lalu membopong tubuh Izzah ke tempat tidur mereka. Dengan hati-hati Rayhan meletakkan tubuh Izzah di atas kasur.


Rayhan menarik selimut menutupi tubuh Izzah dan tubuhnya. Untuk pertama kalinya setelah hampir dua bulan sejak kelahiran Zahra, Rayhan akan mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


"Bismillah..." ucap Rayhan.


Malam panjang mereka pun dimulai


__ADS_2