Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KONDISI RAYHAN


__ADS_3

Semua orang berdiri didepan ruang ICU. Bella, Lisa dan termasuk juga Ibu mertua Izzah yang sedari tadi sangat terlihat cemas. Selang 2 jam dokter keluar dari ruang ICU.


"Bagaimana kondisi anak saya Dok?" tanya Bu Rosita.


"Begini bu, pasien masih belum sadarkan diri. Pasien mengalami patah tulang pada kaki kanannya dan perlu perawatan yang khusus." ucap Dokter.


Air mata Izzah terlihat meluncur di pipinya. Bella juga terlihat syok mendengar ucapan Dokter.


"Lakukan yang terbaik untuk kesembuhan anak saya dok, berapapun biayanya yang penting anak saya sembuh total." ucap Bu Rosita sungguh-sungguh.


"Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien bu." jawab Dokter.


"Dokter, apa boleh saya melihat suami saya?" tanya Bella.


"Silahkan bu, tapi maksimal dua orang saja. Agar tidak mengganggu pasien." jawab Dokter.


"Baik Dokter, terima kasih." ucap Bella.


Mata Izzah terlihat berbinar, dia ingin segera masuk untuk menemui suami yang dicintainya itu. Bella lalu masuk terlebih dulu, Izzah tak dapat menahan dirinya untuk masuk. Namun dengan sigap bu Rosita menghadangnya.


"Hei mau apa kau ikut masuk. Kau sama sekali tidak berkepentingan disini." ucap bu Ros dengan raut wajah penuh kebencian.


Bu Ros lalu masuk, Izzah hanya bisa menangis bersandar di pintu ruang ICU.


"Abang...maafin Izzah Bang." isaknya.

__ADS_1


Lisa yang melihatnya menangis mendekat. Dia mengusap punggung Izzah.


"Dari air matamu, aku tau sedalam apa hubunganmu dengan Rayhan." ucap Lisa seraya berlalu meninggalkan Izzah yang masih bersandar di pintu ruang ICU.


---------------------------------


Selama tiga hari Rayhan terbaring dan belum juga sadarkan diri. Meski bu Ros melarang Izzah membesuk Rayhan, tapi dia tetap datang setiap malam saat bu Ros dan Bella pulang. Izzah menemani Rayhan, membaca alqur'an disampingnya. Tak henti Izzah berdoa agar Rayhan segera sadar dan pulih dari rasa sakitnya.


Pagi ini bu Ros mendapati Izzah tengah tertidur disebuah kursi di samping Rayhan sambil memegang tangannya. Bu Ros menarik kerudung Izzah, sontak membuatnya terbangun kaget. Saat hendak mengusir Izzah keluar, tiba-tiba Rayhan sadar.


"Izzah...Izzah...." ucap Rayhan dengan mata yang masih tertutup.


Bu Ros segera mendorong Izzah keluar.


"Tapi bu saya...."


"Kalau aku bilang pergi, pergi. Jangan buat aku marah. Sebenarnya apa sih yang dilihat Rayhan pada wanita seperti kamu? Jangan pikir aku tidak tau hubunganmu dengan Rayhan. Kamu pasti menggoda Rayhan, dan hanya memanfaatkan Rayhan."


"Tidak seperti itu bu, saya dan abang..."


"Hah...abang?" ucap bu Ros memotong ucapan Izzah.


"Sudah aku muak lihat wajahmu, pergi kau dari sini. Jangan pernah perlihatkan wajahmu disini." hardik bu Ros.


Bella datang dan melihat Izzah yang bersitegang dengan bu Ros.

__ADS_1


"Izzah, ngapain kamu disini?" tanya Bella penuh selidik.


"Eehh mantu mami yang cantik sudah datang. Ayo sayang masuk Rayhan dari tadi nyebut nama kamu terus." ucap bu Ros mengalihkan perhatian Bella dari Izzah.


"Rayhan udah sadar Mi? Syukurlah. Ayo kita masuk." ucap Bella sumringah.


Saat hendak mendorong pintu ruangan Rayhan, Bella kembali membalikkan badan menghadap Izzah.


"Bentar dulu Mi. Izzah kamu sebenarnya ngapain disini pagi-pagi?" tanya Bella kembali.


"Mmmm anu Bell, tadi saya kebetulan lewat jadi sekalian mampir mau lihat kondisi pak Rayhan." jawab Izzah berbohong.


"Oohh, ya udah aku masuk dulu yaa." ucap Bella kembali meninggalkan Izzah.


Bu Ros memicingkan mata menatap Izzah. Pandangannya begitu mengisyaratkan kebencian yang mendalam. Izzah kemudian berjalan menelusuri lorong rumah sakit untuk pulang karena diusir mertuanya itu.


Dalam hati Izzah bergumam, maafkan Izzah bang, gak bisa nemenin abang.


Rayhan akhirnya sadar tepat saat Bella berada disisinya.


"Syukurlah Ray, kamu gak sadarkan diri selama tiga hari Ray. Aku khawatir banget." ucap Bella.


"Bener Ray, Bella benar-benar istri yang baik. Selama ini dia yang merawat mu. Dia sampai gak pulang ke rumah loh Ray." ucap bu Ros.


Rayhan hanya terdiam. Lalu kembali memejamkan mata, rasa kantuk kembali mendera.

__ADS_1


__ADS_2