
Rayhan dan Izzah bersiap-siap untuk bertemu dengan Bella dan keluarganya. Rayhan juga telah menghubungi bu Ros untuk bersama-sama berkumpul di rumah Bella.
Rayhan menggandeng tangan Izzah saat turun ke lantai bawah. Lastri yang tengah menutup tirai-tirai jendela menatap ke arah Rayhan dan Izzah. Lastri mengenakan pakaian yang sangat ketat. Membuat bagian dada nya terbentuk jelas. Izzah menghela nafas panjang menatap Lastri.
Lastri menghampiri Rayhan dan Izzah.
"Maaf tuan. Tuan dan nyonya mau kemana?" tanya Lastri.
Rayhan menatap sinis Lastri. Namun Lastri justru semakin membusungkan dadanya, berpikir bahwa Rayhan terpikat akan kemolekan tubuhnya.
"Ngapain kamu nanya-nanya, bukan urusan kamu kami mau kemana. Kamu aku gaji untuk kerjain pekerjaan rumah disini bukan untuk nanya-nanya." gertak Rayhan.
"Maaf tuan." ucap Lastri menunduk.
"Abang, gak usah kasar begitu. Lastri cuma nanya loh bang." ucap Izzah.
"Maaf tuan, nyonya kalau saya lancang. Saya hanya mau memastikan apa tuan dan nyonya akan pulang larut biar pintu saya kunci." ucap Lastri.
"Heh, mau kami pulang larut atau gak bukan urusan kamu. Dan satu hal lagi, pintu rumah juga harus selalu dikunci dari dalam mau ada atau tidaknya kami di rumah. Kalau kami pulang larut ya sudah tugas kamu buat bukain pintu. Gitu aja harus dikasih tau." gertak Rayhan lagi.
"Sudah bang, ayo kita jalan aja, nanti telat." ajak Izzah.
"Ayo sayang." seru Rayhan sambil menggandeng tangan Izzah.
Setelah mereka keluar rumah, Lastri mengumpat kesal.
"Huh sialan aku malah dimarahin terus. Kalau aja isterinya gak ada, dia pasti sudah jatuh dalam pelukanku."
__ADS_1
*********************************
Tiba di rumah Bella, semua orang sudah menunggu. Ada orang tua Bella dan juga bu Ros yang duduk di ruang tamu. Mang Diman dan bi Asih juga masuk lalu duduk di sofa kosong. Tatapan Bella beralih pada Izzah yang digandeng Rayhan.
"Loh kok malah gandengan sih? Harusnya kan Rayhan udah ceraikan Izzah. Terus ngapain juga para mantan pembokatnya di ajak kesini." gumam Bell
Rayhan dan Izzah lalu duduk tanpa melepaskan genggaman tangan mereka. Pak Seno, ayah Bella kemudian membuka percakapan.
"Ada apa sebenarnya ini Rayhan, kenapa kamu kumpulkan kita semua disini?" tanya Pak Seno.
"Saya kesini untuk membicarakan kejahatan yang telah dilakukan Bella terhadap Izzah." jawab Rayhan.
"Memang kau pikir apa yang sudah aku lakukan pada isteri kampungan mu itu?" ucap Bella.
"Kamu telah berusaha untuk memfitnahnya . Dan untuk kesalahan mu kali ini tak bisa ku maafkan." balas Rayhan.
Semua orang hanya terdiam mendengar ucapan dari Rayhan dan Bella.
"Baik kalau begitu, Yusuf masuk." panggil Rayhan.
Melihat kondisi Yusuf yang babak belur membuat semua orang kaget, terutama Bella.
Rayhan kemudian meminta Yusuf menjelaskan semua kejadian yang dialaminya Izzah atas rencana Bella.
"Semua itu bohong." teriak Bella. "Dia lah yang telah merencanakan semua ini. Apa buktinya jika aku yang merencanakan semuanya hah?" teriak Bella sambil menunjuk Yusuf.
Lalu Yusuf memberikan kunci apartemen Bella. Terdapat nama Bella sebagai gantungan kunci tersebut. Bella terdiam, sementara bu Ros tampak geleng-geleng.
__ADS_1
Kemudian Rayhan berdiri dan melangkahkan kaki menghadap Bella.
"Untuk itu, mulai hari ini Bella Pratiwi binti Bambang Senopati aku ceraikan kamu dihadapan semua orang yang hadir di ruangan ini sebagai saksi bahwa aku telah melepaskan ikatan pernikahan kita berdua. Dan aku kembalikan kau ke orang tua mu."
"Tidaaaakkk." teriak Bella.
Pak Seno murka, dia hendak menampar Rayhan, namun dihalangi mang Diman.
"Bapak teh jangan main kasar. Sudah tau anak bapak yang salah, kenapa malah mau mukulin Rayhan."
"Diam kamu gak usah ikut campur." balas pak Seno teriak.
"Sudah-sudah, yang jelas sekarang aku sudah menceraikan Bella. Dan hal itu tidak akan berbubah." ucap Rayhan.
"Cuma karena kesalahan itu, kamu malah menceraikan aku? Terus gimana sama mami yang udah bunuh anak kalian? Kalian gak menghukumnya hanya karena dia ibu kamu Ray, lalu kenapa aku tak bisa kau maafkan seperti ibumu." ucap Bella.
Bu Ros tertunduk, menyadari semua kesalahannya di masa lalu. Bu Ros menangis lalu dengan cepat meninggalkan rumah Bella dan pulang ke rumahnya.
Izzah menatap iba ke arah mertuanya yang pergi meninggalkan rumah Bella dengan air mata yang berlinang.
"Karena urusan kita sudah selesai,jadi sekarang aku akan pulang. Untuk urusan perceraian aku sudah menyerahkan semuanya pada pengacara ku."
"Nggak, pokonya aku gak mau cerai dari kamu." teriak Bella.
Namun Rayhan tak menggubris Bella. Dia menarik tangan Izzah lalu pulang. Bi Asih, mang Diman dan Yusuf juga keluar dari rumah Bella.
Bersambung....
__ADS_1