Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Periksa Kandungan


__ADS_3

Pagi....


Rayhan dan Izzah bersiap berangkat ke rumah sakit.


"Kalian mau ke Rumah Sakit?" tanya Bu Rosita.


"Iya Umi." jawab Rayhan.


Bu Rosita mendekati Izzah. Disentuhnya perut Izzah dengan lembut.


"Izzah sayang, apa gak mau nyari tahu tentang jenis kelamin cucu Umi? Umi penasaran sayang."


Izzah tersenyum lalu memegang tangan Bu Ros.


"Umi... Biarkan semuanya jadi kejutan saat Izzah melahirkan nanti ya."


"Memangnya akan ada bedanya ya Umi, kalau bayi kami laki-laki atau perempuan. Apa kasih sayang Umi akan berbeda?" tanya Rayhan sambil memegang pundak Ibunya itu.


"Bukan gitu Nak, Umi cuma mau tau saja. Biar bisa mempersiapkan hadiah untuk cucu Umi. Mau dia laki-laki atau perempuan kasih sayang Umi tetap sama, tidak akan berbeda." balas Bu Ros dengan wajah sendu.


"Abang cuma bercanda kok Umi, gak usah dimasukin ke hati. Tuh lihat Abang ketawa." ucap Izzah menunjuk Rayhan yang tersenyum.


"Maaf ya Umi." ucap Rayhan. "Kalau gitu kami berangkat ya Umi. Sudah terlambat ini." lanjut Rayhan.


"Baiklah, kalian hati-hati ya di jalan." balas Bu Ros.


Rayhan dan Izzah mengangguk lalu meraih tangan Bu Ros bergantian untuk bersalaman seraya mengucapkan salam.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..."


Tiba di Rumah Sakit.


"Bu Izzah lihat, kedua bayi ibu sehat beratnya masing-masing 2,3 kilo. Air ketuban bu Izzah juga bagus." papar Dokter Kandungan yang memeriksa Izzah.


"Alhamdulillah." ucap Rayhan dan Izzah bersamaan.


"Apa Bu Izzah dan Pak Rayhan tetap tak mau mengetahui jenis kelamin mereka berdua?"


"Biarkan semuanya jadi rahasia Bu Dokter." ucap Izzah tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." balas Dokter.


"Abang, tolong keluar sebentar. Izzah mau membicarakan sesuatu yang bersifat pribadi dengan Bu Dokter."


"Baiklah." jawab Rayhan tanpa banyak bertanya.


Rayhan lalu keluar, sebenarnya Rayhan penasaran akan apa yang dibicarakan Izzah. Namun, berusaha tetap mengikuti setiap keinginan Izzah.


"Bu Dokter, saya mau bertanya." ucap Izzah saat Rayhan sudah keluar.


"Silahkan, Bu Izzah mau nanya apa?"


"Maaf nih Bu Dokter, apa aman untuk melakukan hubungan suami isteri saat kehamilan yang sudah membesar seperti ini?" tanya Izzah malu-malu.


Dokter terlihat menahan senyum.


"Semuanya aman-aman saja Bu Izzah, selama Bu Izzah tidak merasakan keluhan apapun." jawab Dokter tersenyum.


Wajah Izzah merona malu.


"Oh ya Bu Izzah, perkiraan kelahirannya dua minggu lagi. Jika belum ada tanda-tanda melahirkan, Bu Izzah harus kembali lagi untuk pemeriksaan." lanjut Dokter.


"Baik Bu Izzah, oh ya jangan lupa minum vitamin yang saya resepkan ini."


Dokter menyerahkan sebuah kertas resep obat dan vitamin kepada Izzah.


"Baik Dokter." balas Izzah mengambil kertas tersebut. "Assalamualaikum." sambung Izzah.


"Waalaikumsalam."


Keluar dari rumah sakit, Izzah meminta Rayhan mengantarnya ke Toko Kue yang kini di kelola Intan.


"Sebentar saja ya Bang. Izzah benar-benar rindu dengan aroma roti di toko. Sekalian mau lihat-lihat juga." rengek Izzah di dalam mobil yang dikendarai Rayhan.


Awalnya Rayhan tak mengizinkan Izzah karena mempertimbangkan kondisi kehamilan Izzah yang sudah membesar dan akan segera melahirkan.


"Baiklah, tapi ingat jangan sampai kelelahan." pesan Rayhan.


Mereka berdua tiba di toko kue milik Izzah. Ada beberapa pengunjung yang datang. Melihat kedatangan Izzah seorang pegawai melakukan live streaming. Memberi tahu pelanggan setia Izzah Bakery bahwa owner toko kue itu hari ini datang ke toko.


Izzah masuk ke dalam disambut para karyawannya. Intan dengan segera menghampiri Izzah.

__ADS_1


"Selamat datang...selamat datang." ucap Intan.


Izzah tersenyum lalu pandangannya beralih ke arah pelanggan yang hanya beberapa orang.


"Lagi sepi ya?" tanya Izzah.


"Iya, pelanggan kebanyakan ingin bluberry cheesse cake. Mereka bilang rindu cake buatan kamu. Sayangnya rata-rata anak-anak disini gak ada yang bisa buat cheesse cake seenak buatan kamu Zah." ucap Intan.


"Kalau begitu khusus hari ini ayo kalian semua ke dapur, ikut aku. Aku akan memberi kalian resep cheesse cake buatanku." ucap Izzah bersemangat menuju dapur.


"Siap Bu Bos." jawab semua karyawan Izzah.


"Tapi sayang..." ucap Rayhan hendak melarang Izzah.


Namun Izzah sudah masuk ke dapur, Rayhan tak berdaya untuk menghentikan Izzah.


Setelah kedatangan Izzah, tak lama pelanggan setia Izzah Bakery pun mulai ramai datang. Mereka melihat siaran live streaming dari salah seorang karyawan Izzah.


Hampir semua pelanggan yang datang memesan cheesse cake buatan Izzah.


Melihat antusias pengunjung membuat Izzah bersemangat untuk membuat kue. Namun lain halnya dengan Rayhan, ia begitu takut kalau Izzah akan kelelahan.


"Sayang udah ya, nanti kecape'an. Kasihan dedek bayinya." ucap Rayhan.


"Tapi Bang, nanggung ini. Ada banyak pelanggan yang sudah lama menantikan cake buatan Izzah."


"Lebih penting mana pelanggan atau bayi kita?"


Izzah tertunduk, tangannya yang tengah mecampur adonan seketika berhenti. Izzah menatap Rayhan nanar.


"Sayang, abang sama sekali gak akan ngelarang kalau kondisinya gak seperti sekarang. Izzah kan gak harus turun tangan langsung. Kasih tau aja resepnya dan step by step apa yang harus mereka lakukan."


Izzah tampak memandang wajah para karyawannya yang sebagian sibuk menerima pesanan para pelanggan.


"Maafin Izzah Bang."


"Jangan minta maaf sama Abang. Minta maaf sama dedek bayi aja." balas Rayhan tersenyum.


Ibaratnya seorang prosuser, Izzah hanya mengawasi dibelakang layar. Mengajari karyawannya bagaimana membuat cheesse cake sesuai dengan yang Izzah buat.


Para pelangganpun akhirnya puas setelah mendapat cheesse cake buatan Izzah.

__ADS_1


__ADS_2