Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
ULAH LASTRI


__ADS_3

Persiapan acara pernikahan Rayhan dan Izzah sudah hampir rampung, undanganpun sudah disebar. Orang tua Izzah dari kampung hari ini tengah dalam perjalanan menuju kota. Mereka dijemput oleh supir yang sudah diperintahkan Rayhan.


Di rumah utama keluarga besar Rayhan tengah melakukan fitting busana keluarga. Sementara dirumah Izzah, Rayhan tengah bersenda gurau dengan Izzah. Mereka tengah duduk di gazebo sambil memberi makan ikan.


"Sayang, rasanya seperti abang akan menikahi Izzah untuk yang pertama kalinya. Abang jadi grogi." ucap Rayhan.


"Iihh abang ada-ada aja, padahal ini bakalan jadi kali ketiganya abang ucapin ijab qobul." balas Izzah.


"Rasanya tetap berbeda sayang, dulu pertama kali ucapin itu abang benar-benar belum memahami semuanya tentang pernikahan. Yang abang tau gimana caranya biar Izzah mau tidur sama abang." Rayhan cekikikan, Izzah lalu mencubit perut Rayhan.


"Aaahh sakit sayang." ringis Rayhan, Izzah hanya tersenyum.


"Terus ijab qobul yang kedua, abangkan terpaksa harus nikahin Bella. Jadi ijab qobul yang kali ini abang benar-benar grogi sayang." ucap Rayhan lalu membaringkan kepalanya dipangkuan Izzah.


Izzah tersenyum seraya mengelus rambut Rayhan.


"Bang, semoga pernikahan kita mendapat berkah dan di ridhoi Allah ya bang." ucap Izzah.


"Aamiin, insyaallah sayang. Toh sekarang seluruh keluarga kita sudah memberi restu."


Rayhan lalu menarik kepala Izzah agar menunduk. Bibir mereka berduapun bertemu, cukup lama saling mencurahkan cinta mereka masing-masing.


Lastri yang tengah menyapu di samping rumah tak sengaja melihat pemandangan Rayhan dan Izzah yang tengah berciuman, Lastri berdecak kesal.


"Sialan tuh si Izzah, bisa-bisanya dia cium Tuan Rayhan ditempat terbuka. Pasti sengaja biar aku lihat. Awas aja, aku bakalan rebut Tuan Rayhan dari kamu. Lagi pula mana mungkin Tuan Rayhan akan menolak pesona kecantikan ku. Aku lebih seksi dari Izzah. Huh." ucap Lastri.


Lastri kemudian berpikir bagaimana caranya agar dia bisa berada di dekat Rayhan.


"Ah... aku tau." ucap Lastri.


Lastri berlari ke kamarnya mengganti pakaiannya dengan kaos ketat berwarna putih. Dan mengenakan rok pendek selutut. Tak lama dia kembali ke samping rumah kemudian langsung menceburkan dirinya kedalam kolam.


Byuuurr!!!


"Tolong...tolong..." teriak Lastri.

__ADS_1


Rayhan dan Izzah yang tengah bercumbu seketika berbalik dan melihat Lastri yang tengah melambai-lambaikan tangannya didalam air.


Izzah berteriak histeris.


"Bang cepetan tolong Lastri." teriak Izzah.


"Taa....taapi..." jawab Rayhan.


"Udah bang cepetan." ucap Izzah menarik Rayhan.


"Abang panggil Parman aja ya." ucap Rayhan lagi.


"Aduh bang mana sempat, Parman kan jaga di depan. Kejauhan bang, keduluan Lastri tenggelam." ucap Izzah lagi.


Rayhan masih terlihat ragu-ragu.


"Yaa Allah bang, udah cepetan." pekik Izzah yang makin khawatir melihat Lastri.


Rayhan kemudian menceburkan dirinya ke kolam menolong Lastri. Lastri tersenyum puas karena akhirnya Rayhan masuk dalam jebakannya. Rayhan lalu meraih tangan Lastri. Dengan cepat Lastri meraih leher Rayhan. Memeluk Rayhan dengan erat, menempelkan dadanya yang begitu menonjol ke dada Rayhan.


"Astaghfirullah." ucap Rayhan dalam hati.


Izzah kembali histeris kaget melihat Lastri.


"Cepetan bang, angkat Lastri." teriak Izzah.


Dengan terpaksa Rayhan mengangkat Lasti dengan menggendongnya. Pakaian Lastri yang berwarna putih membuat lekuk tubuhnya transparan terkena air. Roknya pun tersingkap karena terlalu pendek. Buah dada Lastri pun terbentuk dengan jelas karena Lastri dengan sengaja melepas bra nya saat mengganti pakaian tadi.


Rayhan mengucap istighfar berkali-kali, mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain. Setelah berhasil mengangkat Lastri ke pinggiran kolam, Izzah berlari masuk ke dalam rumah mengambil handuk dan minyak kayu putih.


Rayhan membaringkan Lastri ditepian kolam. Rayhan tak tau berbuat apa, dia membiarkan Lastri berbaring tanpa berbuat apa-apa. Lastri menjadi kesal, kemudian dengan sengaja dia berteriak.


"Tolong...tolong..." ucap Lastri dengan mata yang terpejam.


Rayhan berbalik melihat Lastri.

__ADS_1


"Kamu kenapa Lastri? Ayo bangun." teriak Rayhan kesal tanpa melihat wajah Lastri.


Lastri tiba-tiba bangun lalu memeluk Rayhan dengan erat. Membuat dadanya menyentuh tubuh Rayhan. Rayhan meronta berusaha melepaskan pelukan Lastri.


"Terima kasih Tuan, terima kasih." ucap Lastri.


Izzah yang sudah kembali dari dalam memandang Rayhan yang tengah dipeluk erat Lastri. Menyadari kedatangan Izzah, Rayhan semakin berusaha melepaskan pelukan Lastri.


"Lepasin, kamu apa-apaan sih. Jangan kurang ajar ya..." bentak Rayhan.


Lastri melepaskan pelukannya, lalu memandang ke arah Izzah. Rayhan kemudian dengan cepat berdiri ke arah Izzah.


"Maa...maaf Tuan. Saya tidak sengaja, saya hanya refleks karena bahagia masih terselamatkan oleh bantuan Tuan." ucap Lastri. "Maafkan saya nyonya, saya benar-benar tidak sengaja." lanjutnya.


Izzah yang sejak tadi terdiam, kemudian tersenyum.


"Sudah tidak apa-apa, saya mengerti. Sana keringkan tubuhmu." ucap Izzah sambil memberikan Lastri handuk.


Rayhan lalu menatap Izzah.


"Abang juga ayo masuk, ganti pakaian nanti masuk angin." ajak Izzah.


Mereka berdua kemudian berjalan meninggalkan Lastri yang tersenyum penuh kemenangan.


"Rasain kamu Izzah, aku bisa lihat kecemburuan di wajah kamu. Aku yakin Tuan Rayhan pasti akan terbayang-bayang dengan tubuhku. Tinggal tunggu saatnya saja Tuan Rayhan pasti akan aku dapatkan." ucap Lastri kemudian berjalan menuju kamarnya.


Tiba di kamar, Izzah mengambil handuk untuk Rayhan. Saat memberikan Rayhan handuk, Rayhan memeluk Izzah.


"Sayang maafin abang ya." ucap Rayhan.


"Kenapa minta maaf bang?"


"Karena tadi Lastri memeluk abang."


"Sudahlah bang, itu semua kan tidak disengaja." ucap Izzah seraya mengelap rambut Rayhan yang basah.

__ADS_1


Rayhan lalu mencium Izzah dengan mesra.


"Izzah memang isteri yang paling baik." ucap Rayhan.


__ADS_2