Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Ingin Tidur Bersama


__ADS_3

Malam...


Bu Ros tengah berbaring di kamarnya. Rayhan telah mengatur semua keperluan medis Bu Ros agar bisa dirawat di rumah saja sesuai dengan permintaan Bu Ros.


"Ray, Umi harap gak akan ada orang luar yang tau kalau Umi sekarang dirawat di rumah." ucap Bu Ros.


"Tentu saja Umi." balas Rayhan.


"Satu hal lagi, Umi mau kamu janji sama Umi."


"Janji apa Umi?"


"Janji dulu baru Umi kasih tau."


"Gimana bisa janji kalau Umi gak ngasih tau Rayhan."


"Pokoknya janji dulu."


"Iya, iya. Rayhan janji."


"Kamu harus ceraiakan si Ana itu jika Umi nantinya sembuh, biarkan Umi dipenjara."


"Umi ngomong apa sih? Rayhan gak mau." ucap Rayhan emosi.


"Kamu udah janji sama Umi. Jadi harus kamu tepatin."


"Tapi Umi..."


"Gak ada tapi-tapi. Umi hanya ingin kau dan Izzah bahagia." potong Bu Ros.


"Umi, Izzah juga gak mau Umi dipenjara. Jadi biarkan Rayhan yang mengurus semuanya."


"Tidak, Umi yang bersalah. Jadi sudah sepatutnya Umi yang bertanggung jawab, bukan kamu." tegas Bu Ros.


Rayhan menghela nafas mendengar ucapan Bu Ros.

__ADS_1


"Sudahlah, lebih baik sekarang kau pulang dulu. Ingat, Umi harap kamu menepati janji." lanjut Bu Ros.


Rayhan keluar dari kamar Bu Ros dengan langkah gontai. Pikirannya begitu kacau, tak tau harus berbuat apa. Rayhan lalu mengendarai mobilnya pulang menuju kediaman Ana.


Tiba di rumah....


Karena sudah larut Rayhan langsung masuk ke kamarnya karena berpikir Ana sudah tidur. Biasanya Rayhan pasti menemui Ana terlebih dulu hanya sekedar untuk menanyakan keadaannya.


Kamar Rayhan masih gelap, ia langsung membuka pakaiannya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Tak lama Rayhan keluar kamar hanya dengan mengenakan handuk, saat lampu kamarnya dinyalakan. Rayhan begitu terkejut mendapati Ana yang tengah duduk ditepian ranjang tempat tidurnya.


"Astagfirullahal'adzim...." seru Rayhan kaget.


"Kenapa Mas?" tanya Ana.


"Sejak kapan kamu duduk disitu?" tanya Rayhan.


"Baru aja kok Mas diantar Bi Surti, dari tadi Ana panggil Mas gak nyawut-nyawut, Ana masuk aja." balas Ana.


Iiihhh kenapa malah ganti baju disana sih, kenapa gak disini aja, gumam Ana.


Tak lama Rayhan keluar dari kamar mandi lalu duduk di sofa yang terletak tak jauh dari Ana. Rayhan membuka laptopnya memeriksa laporan-laporan dari karyawannya.


"Kamu udah makan?" tanya Rayhan sambil matanya tetap fokus menatap layar laptop.


"Udah Mas. Oh ya gimana Umi? Sudah ditemukan belum?" tanya Ana.


"Sudah." balas Rayhan.


"Terus sekarang Umi dimana Mas?"


"Di rumah." jawab Rayhan singkat.


"Oohh, terus gimana keadaan beliau?" tanya Ana lagi.

__ADS_1


Ya Allah, kenapa aku bisa keceplosan ngasih tau Ana keberadaan Umi, gumam Rayhan.


"Hmmm Umi baik-baik aja. Kamu gak ngantuk? Ayo aku antar ke kamar." ucap Rayhan mendekati Ana.


Rayhan memegang tangan Ana untuk mengajaknya berdiri, namun dengan keras Ana menarik tangan Rayhan hingga keduanya jatuh berbaring di tempat tidur.


"Mas, izinkan malam ini Ana tidur sama Mas." ucap Ana dengan mata terpejam.


Dengan cepat Rayhan bangun.


"Ana tolong...aku...."


Ana ikut bangun dan duduk.


"Mas, biar bagaimanapun Ana ini isteri Mas juga. Masa sebagai isteri, Ana gak boleh tidur sama suami Ana sendiri." ucap Ana dengan isakan yang dibuat-buat.


"Maafkan aku Ana, hanya saja aku tidak bisa." balas Rayhan mengelus punggung Ana.


"Apa karena Ana jelek, makanya Mas gak mau tidur bareng Ana?" isak Ana.


"Bukan, bukan begitu."


"Terus apa? Lebih baik Mas ceraikan saja Ana daripada terus seperti ini."


"Ana dengerin aku, aku butuh waktu." balas Rayhan.


"Sampai kapan hah?" teriak Ana. "Pokoknya Ana mau malam ini juga tidur sama Mas." teriak Ana kemudian berdiri.


Ana kemudian mengangkat daster yang ia kenakan bermaksud untuk membuka pakaiannya. Terlihat seluruh lekuk tubuh Ana. Ana sebelumnya sudah berencana dengan sengaja tak mengenakan pakaian dalam karena berniat untuk menggoda Rayhan.


"Astagfirullah Ana." teriak Rayhan. "Kendalikan dirimu. Sudah ku katakan untuk saat ini aku tidak bisa. Aku memang suamimu, dan satu hal yang perlu kamu tau. Aku menikahi kamu semata-mata atas tanggung jawabku kepada kamu karena telah di tabrak oleh Ibuku. Jadi aku harap untuk saat ini kamu jangan terlalu berharap yang lebih. Karena aku tidak bisa. Dan sepertinya tidak akan pernah bisa." bentak Rayhan lalu keluar kamar.


Rayhan lalu mengambil kunci mobilnya bergegas keluar rumah.


"Sialan." umpat Ana. "Gimana sih caranya biar bisa tidur sama Mas Rayhan. Aaaaarrrggghhhh." teriak Ana.

__ADS_1


__ADS_2