Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
22. Gagal Terus


__ADS_3

Arka dan seluruh keluarganya akhirnya tiba di tempat pemakaman umum dimana Nabila dimakamkan. Untuk pertama kalinya Arka membawa Dafa untuk mengunjungi Nabila.


Dafa tampak berada di dalam gendongan Alia. Saat tiba tepat di depan makam Nabila, Alia langsung menurunkan Dafa.


Semua orang mulai memanjatkan doa untuk Nabila.


'Nabila, maaf karena kali ini aku datang bersama seorang wanita yang sudah menjadi istriku. Apa kau akan marah padaku?


Pertama, aku ingin minta maaf karena begitu terlambat mengetahui apa sebenarnya penyebab bahwa kau sampai meninggalkan kami begitu cepat. Tapi sekarang, semuanya sudah usai. Aku bisa jamin bahwa Nadia akan dihukum setimpal.


Hari ini untuk pertama kalinya aku membawa anak kita untuk bertemu denganmu. Dia anak yang manis dan begitu baik dan juga ceria sama seperti dirimu. Aku harap kau tidak keberatan karena Alia menggantikan posisimu sebagai Ibu bagi Dafa.


Tapi Nabila, aku bisa jamin bahwa dia bisa jadi Ibu yang sangat tepat bagi Dafa anak kita. Dia wanita yang baik, dan sekali lagi aku harus minta maaf padamu karena aku telah jatuh cinta padanya.


Ketahuilah Nabila, kau akan tetap menjadi cinta pertamaku. Kau tetaplah Ibu kandung dari Dafa. Dan sekarang, aku meminta izin darimu untuk melanjutkan hidupku di dunia yang fana ini. Aku berjanji untuk menjaga anak kita dengan baik.


Semoga kau selalu tenang disana. Aamiin.' ucap Arka dalam hati seraya memegang nisan Nabila.


'Hai Nabila, salam kenal, aku Alia. Aku harap kau tidak marah karena aku masuk ke dalam kehidupan Arka dan Dafa dan menjadi bagian dari hidup mereka.


Tapi aku janji padamu bahwa aku akan mencintai mereka berdua sepenuh hati, terutama Dafa. Aku akan sangat menyayangi dia sepenuh hatiku.' ucap Alia dalam hati seraya mengelus kepala Dafa.


'Hai Ma, ini aku Dafa. Meski aku tidak pernah lihat Mama secara langsung, tapi aku tetap sayang sama Mama.' ucap Dafa dalam hati dan tersenyum.


Setelah selesai berdoa di pusara Nabila, mereka semua lantas kembali ke rumah masing-masing.


***************


Keesokan harinya, semuanya kembali berjalan normal. Dafa pergi sekolah, Alia pergi melanjutkan agenda pemotretannya yang terkendala sejak dua hari.


Hari ini, Arka sudah menyiapkan kejutan untuk Alia dengan mengajaknya untuk bermalam di hotel.


"Bagaimana dengan Dafa?" Tanya Alia via telepon saat Arka memintanya untuk langsung ke hotel setelah selesai pemotretan.


"Ibu sama Ayah sudah menjemput Dafa. Dafa akan menginap dengan mereka. Jadi, aku tunggu ya di kamar 225, hotel X." Ucap Arka lalu mematikan sambungan telepon.


Aria menggelengkan kepalanya dan wajahnya tampak merona malu.


Setelah selesai pemotretan, Alia bergegas menuju hotel yang dikatakan Arka. Namun dia datang sedikit terlambat karena pemotretan yang dilakukannya memakan waktu yang cukup lama.


Alia bahkan harus melewati momen makan malam romantisnya dengan Arka, padahal Arka sudah mempersiapkan semuanya di dalam kamar. Tapi, tak ada yang bisa dilakukan Alia selain menyelesaikan pekerjaannya dengan profesional. Untungnya Arka sebagai suami, bisa memahami hal itu.


Alia tiba di depan pintu kamar yang sudah di pesan Arka. Dia lalu melangkah masuk ke dalam kamar hotel dengan perasaan deg-degan setelah Arka membukakan pintu untuknya. Kamar itu dihiasi lilin-lilin kecil yang mengeluarkan aroma yang wangi. Di tempat tidur, bertaburan kelopak bunga mawar berwarna merah. Lampu-lampu tumbler berwarna putih berkelap-kelip menambah suasana romantis malam itu.


Alia dan Arka sama-sama terlihat gugup. Keduanya seperti dua insan yang baru saja bertemu.


"Mmmm kamu duduk aja dulu, aku mau ke kamar mandi." Ucap Arka gugup.


"O-oke, aku juga mau lihat-lihat." Balas Alia tak kalah gugup.


Arka kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Sementara Alia, memilih duduk di sebuah sofa dan menyalakan televisi.


Baru saja mengganti chanel televisi itu, Alia dikagetkan dengan kemunculan sosok menyeramkan yang tampak secara tiba-tiba di layar televisi yang ternyata tengah menayangkan film horor.


"Aaaaaaaaaaaah .." Teriak Alia.


Arka yang kaget mendengar teriakan Alia, langsung keluar tanpa mengenakan pakaian. Ia hanya mengenakan celana bokser pendek berwarna hitam sambil memegang piyamanya.


"Ada apa sayang?" Tanya Arka khawatir.


"Aaaa.... Arka...." Teriak Alia lagi seraya menutup mata dengan kedua tangannya.


"Kenapa?" Tanya Arka bingung.

__ADS_1


"Ituuu.... Kamu gak pakai baju." Ucap Alia malu-malu.


Arka kemudian menyadari bahwa ia belum berpakaian lengkap. Melihat reaksi lucu yang ditunjukkan Alia, Arka pun berniat menjahilinya.


"Uuuhh sayang, kenapa harus tutup mata? Kita kan sudah menikah." Ucap Arka menggoda Alia seraya duduk di dekatnya.


"Ta-tapi...."


"Kenapa tapi-tapi, aku kan sudah menjadi suamimu." Goda Arka lagi seraya menyandarkan kepalanya di pundak Alia.


Alia langsung berdiri, dan membiarkan Arka jatuh ke tempat tidur.


"Cepat sana kenakan pakaianmu." Titah Alia berdiri membelakangi Arka.


Arka berdiri lalu memeluk Alia dari belakang. Alia merasakan dadanya semakin berdebar.


"Lepasin aku." Ucap Alia.


Arka tak menggubris ucapan Alia. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya, lalu mencium tengkuk Alia. Alia menggeliat karena geli. Arka kembali menciumi tengkuk Alia lalu melanjutkan ke lehernya. Kemudian ia membisikkan sebuah kalimat di telinga Alia.


"Kau milikku malam ini."


Darah Alia terasa berdesir, ia merasakan tubuhnya panas dingin.


Arka perlahan menarik tangan Alia menuju tempat peraduan mereka. Keduanya duduk di pinggir tempat tidur. Alia memandang ke arah lain, ia tak berani melihat ke arah mata Arka. Tingkah ia semakin membuat Arka menjadi gemas.


Arka kemudian dengan perlahan melepaskan ikatan rambut Alia. Rambut Alia seketika terurai menutupi punggungnya. Dengan perlahan Arka berusaha membuka kancing kemeja putih yang dikenakan Alia, namun Alia dengan cepat menepis tangan Arka.


Arka memperlakukan Alia dengan sangat lembut dan terlihat berhati-hati. Dia memegang dagu Alia lalu memutar kepala Alia agar dapat dipandanginya dengan leluasa.


"Aku mencintaimu Alia Luiz, izinkan aku memilikimu seutuhnya malam ini." Ucap Arka.


Alia yang malu-malu mendengar ucapan Arka memilih berdiri.


"Jangan lama-lama." Balas Arka.


Alia ingin membuat suaminya itu terkesan di malam pertama mereka, alhasil Alia memilih untuk mandi terlebih dahulu dan berendam di dalam bath tub dengan air yang sudah dicampur wewangian.


Membayangkan bagaimana kejadian romantis yang akan mereka lewati sudah membuat Alia tersipu. Apalagi bisa dibilang barusan Arka sudah melakukan pemanasan. Dan hanya sekitar 15 menit lamanya Alia mandi, ia pun berharap Arka akan menyambutnya dengan kecupan mesra seperti yang dilakukannya tadi.


Tak disangka, Alia malah mendapati suaminya itu sudah tidur lelap dengan suara dengkuran hebat dan posisi yang rasanya super nyaman.


"Malah tidur...." Ucap Alia menghela napas seraya tersenyum.


Alia tak tega membangunkan Arka, akhirnya dia menghabiskan malam itu dengan menonton TV.


"Masih ada hari esok." Ucap Alia lagi.


Pagi harinya, Arka lebih dulu bangun dibandingkan Alia. Ia lantas melihat Alia tak ada disisinya. Arka sontak bangun dan mendapati Alia dalam posisi meringkuk, tertidur diatas sofa dengan televisi yang masih menyala dihadapannya.


Arka tersenyum, lalu mendekati Alia. Malam pertama yang seharusnya dilewati dengan indah, nyatanya ia ketiduran karena kelelahan. Saat Arka memegang pipi Alia, dia pun kaget karena tubuh Alia terasa hangat. Arka langsung memegang kening Alia, ternyata Alia demam.


Dengan sigap Arka langsung memindahkan tubuh sang isteri ke atas tempat tidur. Akibat kelelahan dan kemalaman mandi Alia pun terkena demam.


"Kepalaku sakit sekali." Ucap Alia saat tersadar Arka sudah membawanya ke atas tempat tidur.


"Istirahatlah, kau demam dan flu berat. Itu hidungmu memerah dan suaramu berubah." Balas Arka seraya memasangkan selimut pada tubuh Alia.


Arka segera menelepon pelayanan hotel untuk membawakannya obat demam dan flu untuk Alia. Setelah itu Alia pun minum obat dan segera istirahat.


Malam harinya, demam Alia sudah mulai reda. Arka meminta izin pada Alia untuk keluar menemui seorang temannya yang baru saja datang dari luar negeri.


"Aku pergi sebentar saja sayang." Ucap Arka.

__ADS_1


Alia hanya menganggukkan kepalanya.


Dan saat Arka kembali ke kamar, ia malah kembali mendapati Alia yang sudah tertidur lelap.


"Gagal lagi." Ucap Arka dan memilih tidur dengan memeluk Alia.


Keesokan paginya...


Arka dan Alia bangun secara bersamaan. Alia tersenyum dan Arka membalas senyuman Alia dan mengusap pucuk kepala isterinya itu.


"Apa kau sudah baikan sayang?" Tanya Arka.


"Aku udah baikan. Kita bisa pulang sekarang." Balas Alia.


Arka tersenyum nakal dan mengerlingkan matanya dengan genit ke arah Alia. Ia lalu menarik Alia dalam pelukannya.


"Mau ngapain sih?" Tanya Alia risih.


"Aku tahu ini masih pagi sayang. Tapi, sudah 2 malam semenjak menginap disini, kita belum pernah sama sekali melakukan itu." Ucap Arka seraya mencium telinga Alia.


"Jangan sekarang...." Ucap Alia merasa geli.


"Kenapa lagi? Apa karena ini masih pagi? Gak masalah kan? Toh kamu juga sudah tidak demam. Waktu kita cuma pagi ini di hotel. Besok kita sudah harus pulang lagi, Dafa sudah menunggu kita. Aku tak sanggup kalau harus menunggu sampai malam." Arka mulai mencumbu Alia dengan beringas.


"Tapi.... Emmmhhh..." Alia mulai mendesah saat bibir Arka mulai menyasar leher jenjangnya.


"Nikmati saja sayang." Bisik Arka.


"Tidak bisa sekarang."


Mendengar ucapan Alia, mood Arka langsung hilang. Ia terlihat ngambek.


"Selalu saja ada alasan. Malam pertama disini terlewati karena kau ingin mandi, dan aku malah ketiduran karena kelamaan nunggu kamu. Semalam kita juga gagal. Dan sekarang apalagi? Apa kau tidak mencintaiku?"


Alia langsung berinisiatif memeluk suaminya yang terlihat cemberut itu.


"Maafkan aku suamiku sayang. Tapi, waktu memang belum berpihak pada kita saat ini. Aku benar-benar tidak bisa."


"Apa alasannya?"


"Aku datang bulan." Bisik Alia.


"Apa?" Arka tampak terkejut. Ia langsung menjatuhkan dirinya ke atas ranjang. "Ya Tuhan, cobaan macam apakah ini."


Alia tertawa lalu ikut berbaring dengan menaruh kepalanya di dada Arka.


"Sabar ya suamiku. Paling lambat 1 minggu aja kok."


"Seminggu.... Aahh lama sekali." Arka tampak semakin kesal dan cemberut.


"Kita bisa fokus pada pekerjaan kita dulu sayang. Kita bisa melakukan bulan madu bulan depan. Gimana?"


"Ide bagus. Awas saja kalau sampai saat itu kau masih beralasan juga."


Alia hanya bisa tertawa geli melihat ekspresi yang ditunjukkan suaminya itu.


"Bersabarlah lebih lama lagi sayang. Aku mencintaimu."


"Aku lebih mencintaimu." Balas Arka.


Keduanya pun pulang ke rumah. Awalnya mereka lebih dulu mampir ke rumah Alia untuk mengunjungi keluarga Alia.


Satu minggu ini Alia dan Arka akan benar-benar disibukkan dengan agenda pekerjaan mereka masing-masing. Jadi keduanya benar-benar fokus dengan diri masing-masing.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2