Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KEDATANGAN KELUARGA IZZAH


__ADS_3

Pak Haris beserta bu Novi dan Hani tiba di rumah Izzah. Hani terlihat berdecak kagum melihat rumah Izzah.


"Wah rumah ini mewah banget ya bu. Jadi pengen tetap disini." ucap Hani.


"Kamu benar Hani, depannya saja sudah mewah, gimana dalamnya ya." balas bu Novi.


Pak Haris menggelengkan kepala mendengar ucapan bu Novi dan Hani.


"Heh kalian berdua, jaga sikap kalian. Apa kalian lupa apa yang sudah Rayhan katakan saat dia datang ke kampung dulu." gertak pak Haris.


Bu Novi dan Hani menunduk dengan berdecak kesal. Mereka kemudian berdiri di depan pintu rumah, lalu pak Haris mengetuk pintu. Saat pintu terbuka, terlihat Lastri berdiri menatap mereka semua yang menenteng tas. Pak Haris tersenyum ramah, namun Lastri melihat mereka semua dengan tatapan sinis.


"Kalian siapa? Mau apa disini?" ketus Lastri.


"Kami mau bertemu..."


"Sudah gak usah ngomong apa-apa, lebih baik kalian pergi. Rumah ini tidak menerima gembel seperti kalian." ucap Lastri memotong ucapan pak Haris.


"Jaga ucapan kamu, saya ini mertua yang punya rumah ini." teriak bu Novi.


"Halah gak usah ngaku-ngaku deh, gak mungkin Tuan Rayhan punya mertua kampungan kayak kalian." balas Lastri lagi.


Hani terlihat emosi lalu maju dan menarik rambut Lastri yang dikepang dua.


"Heh, sekali lagi jaga omongan kamu." teriak Hani.


"Awwww..." teriak Lastri namun dengan cepat dia membalas Hani dengan menjambak rambut Hani juga.


Rayhan dan Izzah yang tengah duduk diruang keluarga berlari keluar rumah melihat arah suara teriakan. Saat sampai mereka kaget melihat Hani tengah saling jambak dengan Lastri.


"Loh...loh ini kenapa?" teriak Rayhan.

__ADS_1


"Ini tuan..." ucap Lastri terhenti saat melihat Izzah mencium tangan pak Haris.


"Izzah sehat?" tanya pak Haris.


"Alhamdulillah,Izzah sehat ayah. Ngomong-ngomong ini ada apa ya?" tanya Izzah.


"Ini nih orang ini..." ucap Hani menunjuk Lastri yang langsung memotong ucapannya.


"Gak ada apa-apa nyonya, cuma salah paham aja." ucap Lastri.


"Ya sudah, sana kamu cepetan angkat barang-barang mereka." hardik Rayhan.


"Baik Tuan." jawab Lastri seraya mengangkat tas pak Haris serta bu Novi dan Hani.


"Ayo masuk." ajak Rayhan.


Mereka semua lalu masuk ke dalam rumah. Kemudian duduk di ruang tamu.


"Iya, gak sopan banget. Masa kita semua dibilang gembel." tambah bu Hani.


"Lastri?" ucap Izzah.


"Iya perempuan yang bukain pintu tadi, bener-bener gak sopan. Pakai bilang ibu sama ayah kampungan lagi." lanjut Hani.


"Dia itu asisten rumah tangga disini." jawab Izzah.


"Maksudnya pembantu kan?" tanya Hani lagi.


"Iya dia itu cuma pembantu." jawab Rayhan.


"Kalian semua pasti capek kan?" tanya Izzah. "Lebih baik istirahat aja dulu." lanjut Izzah.

__ADS_1


Lastri datang menghampiri mereka semua dengan tertunduk.


"Semua barang bawaan sudah saya antar ke masing-masing kamar nyonya." ucap Lastri.


"Terima kasih Las, sekarang tolong kamu anterin ayah sama ibu dan Hani ke kamar mereka masing-masing ya." ucap Izzah.


"Baik nyonya." jawab Lastri dengan raut wajah kesal.


Lastri kemudian mengantar mereka ke kamar mereka masing-masing.


"Ternyata kamu cuma pembantu disini. Pakai acara ngehina kami segala." ucap bu Novi saat tiba di kamarnya.


"Maaf bu." jawab Lastri.


Bu Novi hendak menampar Lastri, tapi pak Haris segera menghalanginya.


"Sudah bu, lebih baik kita istirahat saja. Gak usah buat keributan disini, gak enak sama Rayhan." ucap pak Haris menarik bu Novi.


"Terus kamarku yang mana?" tanya Hani saat bu Novi dan pak Haris masuk ke kamar mereka.


Lastri melenggang dengan berdecak kesal.


"Ini kamar kamu, silahkan. Semua barang-barangmu sudah ada didalam." ucap Lastri hendak pergi meninggalkan Hani.


"Eh pembantu, mulai sekarang jaga ucapan kamu. Yang sopan kalau bicara sama aku." ucap Hani menarik rambut Lastri. "Sana cepat pergi dari sini, aku mau muntah lihat kamu." lanjut Hani mendorong Lastri hingga tersungkur.


Hani lalu masuk ke dalam kamar dengan senyum penuh kemenangan. Sementara Lastri berdecak begitu kesal atas perlakuan Hani.


"Awas saja kamu, tunggu pembalasanku." ucap Lastri penuh emosi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2