Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Mau Adik


__ADS_3

Setelah berbicara banyak, satu persatu keluarga Rayhan akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Hanya menyisakan pemilik rumah.


Pernak pernik dekorasi akad Izzah dan Romi pun sudah dicopot. Rumah utama itu kembali seperti semula.


Sore harinya Rayhan tengah bermain bersama kedua anaknya di taman belakang rumah. Sementara Izzah dan Bu Ros duduk sambil memperhatikan mereka bermain.


"Alhamdulillah Ya Allah. Allah begitu pemurah ya Zah." ucap Bu Ros.


"Iya Umi. Segala puji bagi Allah." balas Izzah.


Pandangan keduanya fokus ke arah Rayhan yang tengah menemani anak-anaknya bermain ayunan yang tersedia.


"Umi..." ucap Izzah.


"Iya." balas Bu Ros.


"Izzah minta maaf ya Umi."


"Kenapa minta maaf? Izzah gak ada salah apa-apa kok sama Umi."


Izzah menghela nafas panjang.


"Selama Izzah hadir dihidupnya Bang Rayhan. Bang Rayhan selalu ditimpa musibah. Dulu Bang Rayhan pernah kecelakaan karena Izzah. Hubungan Umi dan Bang Rayhan pernah renggang, juga karena Izzah. Dan yang terakhir, Bang Rayhan harus hilang selama tujuh tahun lebih. Dan lagi-lagi semuanya terjadi karena Izzah. Izzah benar-benar pembawa sial." ucap Izzah


"Hush, jangan bicara begitu. Semua yang terjadj semata-mata atas takdir dari Allah. Sekarang lupakan semuanya, Rayhan sudah kembali. Keluarga kita lengkap lagi. Dan ....."


"Dan apa Umi?" tanya Izzah penasaran karena ucapan Bu Ros terhenti.


"Umi pengen nimang cucu lagi. Arka dan Arsha kan sudah besar. Sekarang tolong ya kasih Umi cucu lagi." ucap Bu Ros seraya tertawa kecil.


"Aihh Umiii. Bang Rayhan baru juga balik." balas Izzah malu-malu.

__ADS_1


Bu Ros pun tertawa karena melihat pipi Izzab yang merona merah.


"Hmmm Umi, bagaimana kalau kita adakan syukuran atas kembalinya Bang Rayhan." ucap Izzah.


"Wah ide kamu bagus juga Zah. Baiklah, kalau gitu besok malam kita adakan syukuran." balas Bu Ros.


Sementara itu....


Di rumah Bu Mona.


"Aaarrrggghhhhhh.... Sial sial sial...." teriak Romi melempar semua barang yang ada di kamarnya.


"Romi kendalikan diri kamu." ucap Bu Mona.


"Rencana kita gagal Ma. Bertahun-tahun kita berusaha, eeehh si Rayhan itu malah balik lagi. Aaarrgggghhh."


"Sabar Romi sabar. Mama juga marah akan semua ini. Tapi mau gimana lagi. Sekarang kamu tenang aja, gimanapun caranya Mama akan cari cara biar kita dapat sesuatu dari hartanya Rayhan. Enak aja dia main balik-balik gitu aja, kamu udah capek bertahun-tahun urus anaknya." balas Bu Mona.


Setelah makan malam bersama keluarga yang utuh. Rayhan ingin segera beranjak mengajak Izzah menuju kamar. Namun niatnya terhalang oleh anak-anaknya yang tak ingin jauh dari Rayhan.


Arka dan Arsha seolah tak membiarkan Rayhan untuk beranjak dari sisi mereka. Meski waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kedua anak itu belum juga menunjukkan tanda-tanda untuk tidur. Sementara Izzah sudah beranjak menuju kamarnya.


"Sayang, ini sudah larut malam. Kalian berdua tidur ya." ucap Rayhan.


"Gak mau." rengek kedua anak itu sambil bergelayut manja di leher Rayhan.


"Aduuhh cucu-cucu Oma manjanya sama Ayah. Apa kalian gak kasian sama Ayah yang capek?" ucap Bu Ros berusaha membujuk kedua cucunya.


"Tapi Oma..."


"Sayang, besok kan kita bisa main lagi. Ayah janji." ucap Rayhan.

__ADS_1


"Ya udah, tapi kita tidurnya sama Ayah dan Ibu ya.." ucap Arsha.


"Iya tuh betul kata Arsha. Kita tidur dikamar Ayah ya." sambung Arka.


"Taaapi....." balas Rayhan dengan raut wajah bingung.


Seolah mengerti Bu Ros tersenyum geli.


"Arka sama Arsha mau punya adik gak?" tanya Bu Ros.


Kedua wajah anak itu berbinar.


"Mau Oma mau."


"Kalau gitu malam ini biarkan Ayah tidur berdua sama Ibu. Kalian gak boleh ganggu, biar kalian cepat punya adik."


Arka dan Arsha saling pandang, sementara Rayhan tersenyum geli.


"Ya udah Kak, kita tidur di kamar kita aja yuk. Biar bisa cepat punya adik." ucap Arsha.


"Iya-iya, kayak kata Oma. Kita gak boleh ganggu Ayah sama Ibu." sambung Arka.


Kedua anak itu lalu mencium pipi Rayhan dan Bu Ros bergantian lalu berlari menuju kamar mereka.


"Sudah sana, dengar sendiri kan anak-anak kamu mau punya adik." ucap Bu Ros menggoda Rayhan.


Rayhan tersenyum mendekati Bu Ros.


"Terima kasih Umi." balas Rayhan seraya mencium kening Bu Ros.


Rayhan lalu beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2