
Arka akhirnya kembali ke rumah. Dia langsung pergi ke kamar Dafa dan saat itu, dia melihat Alia dan Dafa yang tertidur bersama. Keduanya kelelahan setelah bermain. Arka duduk di sisian tempat tidur dimana Dafa tertidur. Dia mengusap kepala Dafa dan mencium keningnya. Tiba-tiba pandangannya beralih kepada lengan Alia yang tampak lebam dan berwarna keunguan.
Arka merasa tidak senang dan bersalah di saat yang bersamaan. Dia ingin menyentuh lengan Alia, tapi langsung menarik tangannya kembali dan berdiri. Arka lalu berjalan keluar dari dalam kamar Dafa dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Pelayan datang ke dalam kamarnya dengan membawakan segelas air.
"Apakah mereka sudah makan malam?" Tanya Arka.
"Nyonya sudah memberi makan Den Dafa Tuan, tapi Nyonya sendiri tidak makan." Balas pelayan itu.
Arka menganggukkan kepalanya dan meminta kepada pelayan itu untuk keluar dari dalam kamarnya. Arka lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan menaruh lengan kirinya di atas keningnya.
'Apakah dia marah? Ah, tentu saja dia akan marah. Aku menjadi orang yang begitu jahat. Tapi aku tidak bermaksud untuk menyakiti nya. Itu terjadi begitu saja karena Dafa. Aku hanya kehilangan akal sehatku.' ucap Arka dalam hati dan merasa begitu bersalah.
Sementara itu di kamar Dafa...
Alia sebenarnya tidak bisa tidur. Ketika Arka masuk ke dalam kamar Dafa tadi, dia menutup matanya dan berpura-pura untuk tidur. Air matanya jatuh secara tiba-tiba, wajah Aliya tertutup dengan kedua tangannya.
'Aku tidak pantas bahagia. Ketika Ayah ku tidak menerima aku, lalu kenapa aku berharap orang lain bisa menerima aku?' ucap Alia dalam hati dengan tangisannya yang perlahan.
Di dalam kamar Arka, ia tengah sibuk memikirkan apa yang harus dilakukannya untuk meminta maaf pada Alia. Dia lalu mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.
"Halo..." Ucap seseorang dari seberang telepon.
"Ayah, bagaimana cara Ayah meminta maaf saat melakukan kesalahan yang membuat Ibu ngambek?" Tanya Arka tanpa mengucapkan salam terlebih dulu.
"Kebiasaan gak pakai salam dulu." Omel Reyhan dengan menggelengkan kepalanya. "Kamu sudah membuat kesal istri mu ya?" Tanya Reyhan.
"Mmmmmm.... Bukan itu Yah."
"Terus....?"
"Ayah kasih tahu saja, apa yang biasanya Ayah lakukan saat Ibu ngambek."
Reyhan terdengar cekikikan. Izzah yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi mendekati Reyhan.
"Siapa Yah?" Tanya Izzah.
"Biasa, putera kesayangan yang sudah punya anak satu masih saja bertanya apa yang harus dilakukan untuk meminta maaf pada istri yang sedang ngambek." Balas Reyhan dengan nada yang mengejek.
"Ayah, aku serius..." Ucap Arka dari seberang telepon.
Izzah lalu mengambil ponsel dari tangan Reyhan dengan tersenyum.
"Nak, biar Ibu kasih tahu. Ayah kamu ini biasanya akan melakukan semua pekerjaan rumah kalau Ibu lagi ngambek. Biasanya Ayah kamu ini pagi-pagi sudah sibuk menyiapkan sarapan untuk Ibu." Ujar Izzah.
"Dan usaha Ayah itu tetap berhasil sampai hari ini." Lanjut Reyhan.
Arka hanya mengangguk dan tersenyum. Dia memang menjadi saksi dari keharmonisan rumah tangga kedua orang tuanya itu. Dan Arka sejak awal berumah tangga dengan Nabila dulu, bercita-cita ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis seperti orang tuanya. Tapi kehendak Tuhan berkata lain, niat hati Arka yang ingin menikah sekali seumur hidup sirna saat Nabila dengan begitu cepat meninggalkannya di usia pernikahan mereka yang bahkan baru menginjak usia satu tahun.
Arka menghela napas saat mengingat tentang Nabila.
"Nak, dimana cucu Ibu? Apa dia sudah tidur?" Tanya Izzah.
Pertanyaan Izzah langsung membuyarkan lamunan Arka tentang Nabila.
"Iya Bu, dia sudah tidur dengan Alia."
Izzah mengerutkan dahinya setelah mendengar jawaban Alia.
"Tidur dengan Alia? Lalu kamu sendiri tidak tidur dengan Alia begitu?"
Arka terdiam.
"Jangan bilang kalau kalian sebenarnya tidur di kamar yang terpisah." Ucap Izzah.
Arka menghela napas panjang.
"Bu, Ibu tahu sendiri apa alasan aku menikahi Alia. Aku tidak men...."
"Iya, Ibu tahu." Ucap Izzah memotong ucapan Arka. "Ibu tahu bahwa kau masih memikirkan Nabila. Ibu sangat tahu. Tapi Nak, ingatlah tanggung jawab mu sebagai seorang suami. Kau mungkin belum mencintainya sekarang, mungkin Alia juga seperti itu. Tapi Ibu sangat yakin, jika suatu saat nanti akan tumbuh cinta diantara kalian berdua dengan seiring berjalannya waktu. Tapi, itu semua juga akan terjadi jika kamu sendiri memberikan kesempatan kepada hati kamu untuk bisa mulai mencintai Alia dan perlahan melupakan Nabila." Ucap Izzah panjang lebar.
Arka tetap terdiam. Sementara Reyhan yang duduk di samping Izzah diatas tempat tidur, menarik istrinya itu untuk bersandar di dadanya.
Masih jelas dalam ingatan Reyhan bagaimana awal pernikahannya dengan Izzah dulu yang tidak didasari rasa cinta. Ia terpaksa menikahi Izzah karena permintaan Izzah yang semata-mata hanya menginginkan agar status mereka jelas dimata Tuhan. Izzah bahkan tidak meminta hak lainnya sebagai istri, dia bahkan rela menjadi wanita simpanan dan tidak diketahui orang lain sebagai istri dari Reyhan Aditya Wijaya. Asal status mereka halal di mata Tuhan.
Cinta diantara keduanya bahkan tumbuh seiring berjalannya waktu. Meski ada begitu banyak lika-liku yang terjadi. Cinta itu akhirnya tetap bertahan hingga hari ini diusia pernikahan mereka yang menginjak usia yang sampai 30 tahun.
"Ka, kamu masih disitu?" Panggil Izzah.
"Mmmm iya Bu." Balas Arka.
"Ya sudah, sekarang istirahat saja. Kalau kamu mau menerima saran dari Ibu, lebih baik besok pagi kamu masakin tuh sarapan buat Alia dan minta maaf padanya. Meski sebenarnya Ibu sangat tahu bahwa putra sulung Ibu ini sangat sulit untuk meminta maaf, tapi Ibu harap kamu bisa mulai mencobanya. Setidaknya lakukan untuk Dafa." Ucap Izzah lagi.
__ADS_1
Lalu setelah itu sambungan telepon terputus. Arka kemudian meletakkan ponselnya diatas nakas dan menatap langit-langit kamarnya. Perlahan, matanya mulai menutup dan diapun tertidur dengan lelap.
>>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>>
Hari berikutnya Alia dan Dafa masih tertidur. Suara keributan terdengar dari lantai bawah yang membuat Alia terbangun. Dia langsung bangun dan duduk ditempat tidur. Dafa juga terbangun, dia memeluk Alia. Kemudian Alia langsung memangku Dafa.
"Kenapa kau tidak tidur lagi sayang?" Tanya Alia dan mengusap punggung Dafa.
Dafa menggelengkan kepalanya dan terdiam.
Alia lalu turun ke lantai bawah setelah mandi, begitu juga dengan Dafa.
Alia lalu berhenti ketika dia melihat seseorang sibuk di dapur. Dia kemudian berjalan kearah dapur dan begitu terkejut. Dafa juga tampak begitu terkejut melihat Arka yang tengah memasak. Dia tidak pernah memasak makanan untuk orang lain bahkan tidak untuk istri pertamanya, Nabila.
Alia melihat ke arah Arka dan Arka juga melihat ke arahnya. Arka tersenyum dan berkata, "duduklah di ruang makan. Sarapan akan berada di meja secepatnya."
"Mama, apakah Papa baik-baik saja? Tanya Dafa yang tampak terkejut.
"Mama....... Mama tidak tahu sayang." Balas Alia dan kemudian mendudukkan Dafa di kursi.
Alia duduk di samping Dafa dan menatap kearah Arka yang masih tampak percaya diri melihat ke arahnya dengan tersenyum lagi. Kali ini jantung Alia berdegup dengan begitu kencang, pipinya pun tampak memerah.
'Alia bukanlah seperti wanita lainnya. Dia itu wanita polos dan aku tidak mau menyakitinya. Aku harap dia akan memaafkan aku karena perilaku diriku yang kasar terhadapnya kemarin.' Ucap Arka dalam hati, kemudian menyajikan makanan yang sudah dimasaknya di atas meja.
"Wow...." Seru Dafa setelah melihat kearah makanan yang tampak lezat itu, dia juga tampak begitu senang dan tidak sabaran yang membuat Alia dan Arka tertawa.
Arka duduk di depan Alia dan melihat kearahnya, sementara Alia menghindari tatapan mata mereka.
'ini adalah pertama kalinya kita makan bersama.' ucap Alia dalam hati dan merasa begitu bahagia karena alasan itu.
'Dia terlihat sedang senang sekarang. Apakah aku harus meminta maaf sekarang?' Pikir Arka.
"Mmmmm.... Aku ingin meminta maaf karena bertingkah seperti kemarin itu terhadapmu." Ucap Arka yang membuat Alia terbatuk karena makanannya.
Alia terbatuk beberapa kali lalu minum air yang diberikan Arka.
'Apa.... apa yang baru saja aku dengar? Aku melihat di sebuah majalah bahwa dia tidak pernah mengucapkan kata maaf di sepanjang hidupnya.' ucap Alia dalam hati dan tampak terkejut.
Alia terbatuk setelah mendengar Arka mengucap kata maaf. Dia melihat kearah Arka dan kembali bertanya, "apa yang kau katakan?"
"Lupakan." Balas Arka.
"Hmmmm aku pikir kau berkata sesuatu. Seperti dimana hanya seorang pria yang gentleman dapat mengucapkannya." Ucap Alia dan mulai memakan sarapannya lagi.
Arka melihat ke arahnya dan berkata, "Apa maksud ucapan mu? Apa kau berpikir bahwa aku ini bukan seorang yang gentleman?"
"Aku tidak mengatakan hal itu." Ucap Alia dan melihat kearah Arka dengan santai.
Sementara Dafa hanya melihat ke arah mereka dengan terdiam dan masih memakan sarapannya dengan lahap.
"Kau memang bermaksud mengatakannya seperti itu." ucap Arka seraya melepas garpu nya dan terlihat begitu serius.
"Jika kau berpikir dirimu seperti itu, maka aku tidak bisa mengatakan apapun lagi." Ucap Alia dengan tenang dan melihat ekspresinya yang kesal.
"Kau memang serius untuk membuat masalah dengan ku." Ucap Arka dengan suara yang dingin.
Alia tersenyum kearah Arka dan berkata, "jika kau bisa mengatakan kata maaf sekali lagi. Apa yang bisa terjadi? Bagaimanapun itu tidak akan menyembuhkan luka bukan?" ucap Aliya dan berdiri dari kursinya, Arka menjadi diam.
"Mama...." Panggil Dafa memanggil Aliya dan begitu khawatir.
Alia menggelengkan kepalanya dan berkata, "jangan khawatir anakku sayang. Mama hanya terlambat untuk pemotretan Mama. Jadi Tuan Arka yang akan mengantarmu ke sekolah."
Dafa menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
'Tuan Arka? Aku rasa dia masih terluka. Tentu saja itu terlihat dengan jelas. Tapi kenapa dia bertingkah seperti ini? Dia tidak harus memanggilku Tuan Arka, kami sudah menikah' ucap Arka dalam hati dan merasa begitu terganggu karena Alia memanggilnya Tuan Arka.
Ketika Alia hendak pergi menjauh dari ruang makan, Arka menarik tangannya tiba-tiba Alia membalikkan kepalanya dengan terkejut mendapati Arka tengah menatapnya.
Arka terdiam dan hanya melihat ke arah Alia. Alia menjentikkan jarinya di depan mata Arka dan berkata,
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu Tuan Arka?"
Arka menjadi semakin kesal setelah mendengar namanya dipanggil seperti itu dua kali dia. Lalu melepaskan tangan Alia dan berkata" tidak ada..."
Arka mengusap mulut Dafa dan bertanya, "apakah kita akan pergi sekarang?"
Dafa tengah mengunyah makanannya kemudian menelannya sekali dan dia minum air dengan cepat kemudian berkata,
"Selesai." Arka tertawa dan mengusap rambut Dafa.
"Jangan sentuh." Ucap Dafa dengan marah.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Arka.
Hal itu pertama kalinya Dafa menolak rambutnya disentuh oleh Papanya.
"Ini sudah diatur dengan rapi oleh Mama." Ucap Dafa yang terlihat kesal.
"Oh, jadi Mama mu itu lebih penting bagimu sekarang?" ucap Arka.
Menarik.tangannya dari rambut Dafa dan bertanya dengan tersenyum.
"Iya di Mama adalah milikku." Ucap Dafa yang membuat mata Arka membelalak dia tertawa terbahak.
"Baiklah, dia adalah milikmu ucap Arka melihat kearah Dafa yang masih kesal.
"Jadi, Papa tidak akan bertengkar denganku memperebutkan Mama?" Tanya Dafa dengan wajah yang sedih.
Arka menggendong Dafa dan berkata, "dia adalah mamamu dan ....." Arka menghentikan ucapan kata istri nya membuatnya mengingat tentang Nabila istri pertamanya.
"Dan apa tanya Dafa.
"Dan hanya mamamu." Balas Arka engan tersenyum, mereka berdua lalu duduk di dalam mobil dan Arka meminta kepada sopir untuk membawa mereka ke sekolah Dafa. Setelah mengantar Dafa ke sekolah, Arka kembali ke perusahaannya dan tampak masih kesal dengan satu hal dan itu adalah karena Alia yang memanggilnya dengan nama Tuan Arka.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Alia tengah berada di studio foto. Dia tengah mencoba untuk melakukan gaya yang berbeda dengan pose yang berbeda. Alia adalah model profesional sama seperti mamanya Selvi Aprilia.
Selvi Aprilia adalah model yang sangat terkenal saat itu dan sekarang Aliya yang mengambil tempatnya dan menjadi lebih terkenal dibanding sang mama dulu dan itulah yang membuat sang Mama bangga.
"Oke siap, berikan posisimu 1... 2...3..." Ucap fotografer.
Semua orang tampak bekerja dengan keras.
Alia menggunakan sebuah seragam. Dia mengenakan seragam seorang pelaut dan beberapa orang menaburkan kelopak mawar ke arahnya dengan Alia yang memberikan ekspresi yang dingin. Alia terlihat begitu cantik, matanya yang berbinar dan hidungnya yang sangat mancung, pipinya yang berwarna pink, bibirnya yang merah dan rambut hitam yang panjang, semuanya terlihat begitu sempurna.
Kemudian photo shoot selanjutnya Alia menggunakan sebuah kemeja dan celana dengan kacamata yang berwarna. Dia melihat ke arah belakang ke arah kamera dengan senyuman di wajahnya.
"Sempurna Alia. Bagaimana kau bisa begitu baik dalam pekerjaanmu." Ucap manajer mengapresiasi kerja keras Alia.
"Aku tidak begitu baik, aku hanya mendapat talenta ini dari mama ku." Ucap Alia.
"Oh tapi aku mendengar bahwa kau adalah putri adopsi mereka. Lalu apakah kau mengkopi semuanya dari keluarga Luiz?" Ucap seorang wanita dengan rambut berwarna coklat datang dengan senyum yang mengejek.
Alia merasa kesal dan marah, rahangnya mengeras dan ingin berbicara melawan wanita itu. Tapi dia hanya diam dan tenang.
"Bisakah kau diam Sherly!" Ucap Manager itu dengan marah.
"Aku hanya mengatakan kebenarannya." Ucap Sherly dan meniup ke arah kukunya yang tampak mengkilap.
"Ayo kita lakukan pemotretan selanjutnya. Aku harus pergi dan menjemput anakku." Ucap Alia dengan tersenyum dan tidak menghiraukan Sherly sebelum seseorang hendak membalas Alia.
"Jadi kau mendapatkan seorang anak yang bukan anakmu sendiri, sama seperti dirimu bukan begitu? Kau adalah anak adopsi dari keluarga Luis dan sekarang keluarga Wijaya mengadopsi dirimu sebagai Ibu dari cucu mereka."
Alia merasa terluka, Sherly melakukan itu dengan sengaja karena dia cemburu karena dia tidak seterkenal seperti Alia.
"Beraninya kau." Suara seorang lelaki yang terdengar begitu dingin dan marah terdengar dari arah belakang semua orang terdiam setelah melihat bahwa Arka Wijaya berdiri di hadapan mereka.
Sherly berdiri dari kursinya dan mendekat ke arah Arka di mana dia menjauh dari Alia.
"Oh ya Tuhan, itu adalah Tuan Arka." Ucap Sherly dengan tersenyum dan hendak menyentuh lengan Arka tapi Arka melihat ke arahnya dan berkata,
"Aku disini untuk istriku, menjauh lah dariku dan kenapa kalian semua masih mempunyai seorang model seperti dia? Aku tidak mau melihat wanita ini berada di dekat istriku." Ucap Arka dan berjalan mendekat kearah Alia.
Alia merasa tersentuh ketika Arka memanggilnya 'istriku' Arka memegang tangan Alia di depan semua orang dan berkata.
"Ayo pergi ke sekolah Dafa, mereka mempunyai suatu program dan ingin kita berdua ada disana."
Alia hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya. Sementara Sherly merasa begitu mendidih dia masih berdiri di sana bagaimana dia bisa begitu beruntung. Bahkan jika Arka mempunyai anak tapi dia tetap pria yang tampan Alia ini mengambil sesuatu yang seharusnya pantas aku dapatkan ucap Sherly dalam hati dan menatap Alia. Alia melihat ke arahnya dan berkata apa kau ingin mengatakan sesuatu.
Arka berbalik dan menatap seri yang masih berdiri disana.
"Apakah aku harus menulis dan mengatakan Kenapa dia masih ada di sini?" Ucap Arka dalam kemarahan.
Manager lalu memanggil beberapa orang pria dan meminta mereka untuk mengusir Sherly keluar Deri lalu berteriak dan memperlihatkan kemarahannya kepada Alia. Sementara Alia masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaian. Setelah beberapa saat, Aliya keluar dan berkata," Ayo pergi." Arka memberikan kunci mobilnya.
Alia mengambil kunci mobil dan keluar sementara. Arka pergi ke dekat fotografer itu dan menanyakan tentang foto terbaru Alia. Arka sangat bahagia melihat foto Alia, dia begitu profesional dan sempurna harga mengambil gambar yang sudah di print oleh fotografer dan berkata, "kalian semua akan mendapatkan reward karena sudah memperlakukan istriku dengan baik dan menghormatinya dan peduli siapa dirinya."
Semua kru yang ada disana tampak bahagia saat Arka keluar dari dalam studio Alia duduk di dalam mobil saat menyetir sembari berpikir,
'Kenapa dia bertingkah seperti ini semuanya begitu tiba-tiba maksud ku kenapa?'
Bersambung.....
__ADS_1