Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
KEMARAHAN RAYHAN


__ADS_3

"Kamu jangan sembarangan nuduh ya Ray." ucap bu Ros.


"Jangan mengelak lagi. Jujur saja, mami kan yang meracuni Izzah?" lanjut Rayhan.


Semua orang terlihat bingung.


"Apa maksud abang?" tanya Izzah.


"Zah, maafkan abang. Tapi mami lah yang sudah meracuni Izzah." ucap Rayhan tertunduk.


"Aaa...aaapa?" Izzah terbata-bata.


"Apa buktinya kalau mami yang sudah meracuni isteri kampungan kamu ini?" teriak bu Ros.


"Mami..." teriak Rayhan. "Sudah cukup kesabaran Rayhan. Sekarang juga mami harus ikut Rayhan ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mami." sambung Rayhan.


"Oohh jadi gara-gara perempuan kampung ini kamu sampai berani penjarakan ibu kandung kamu sendiri?" teriak bu Ros.


Rayhan menarik tangan bu Ros, namun dihalangi Bella.


"Ray, jangan gini Ray. Kasian mami Ray, masa kamu mau penjarain mami kamu sendiri."

__ADS_1


"Ooh jadi kamu juga sebenarnya udah tau kalau mami yang ngeracunin Izzah?"


"Bu..bu..bukan itu maksud aku Ray, aku sama sekali gak tau apa-apa." sergah Bella.


"Kalau gitu kamu gak usah ikut campur." balas Rayhan.


Rayhan kembali menarik kasar tangan bu Ros. Semua orang mengikuti mereka. Izzah masih bingung dengan apa yang terjadi.


Bu Ros berusaha keras melepas cengkraman Rayhan dari tangannya.


"Apa-apaan sih kamu Ray? Lepasin mami, mami gak salah."


"Rayhan..." teriak bu Ros kesakitan.


Rayhan lalu berhenti tepat disamping mobilnya yang terparkir di depan gerbang TPU.


"Kamu mau jadi anak durhaka haa? Cuma gara-gara perempuan itu kamu kasar sama mami? Padahal dari dulu kamu gak pernah sekasar ini sama mami. Kamu berubah sejak mengenal perempuan kampungan itu. Kamu berani ngelawan mami."


"Udah? Sekarang dengerin Rayhan. Selama ini Rayhan patuh sama mami. Semua yang mami mau Rayhan ikutin. Tapi pernah gak mami nanya apa Rayhan bahagia? Gak? Gak pernah kan? Bersama Izzah, Rayhan menemukan kebahagiaan yang selama ini belum Rayhan rasakan. Dia perempuan yang baik, bahkan dia dengan ikhlas merelakan Rayhan untuk menikahi wanita pilihan mami, padahal saat itu dia sudah menjadi isteri Rayhan. Apa yang membuat mami begitu membenci Izzah? Sampai-sampai mami tega membunuh darah daging Rayhan, keturunan mami sendiri."


"Sampai kapanpun mami gak akan sudi punya keturunan dari perempuan seperti dia." ucap bu Ros menunjuk Izzah.

__ADS_1


"Dasar Mak Lampir berhati iblis." seru mang Diman tak dapat menahan geram.


"Iihh bapak, sudah jangan ikut campur. Biarkan nak Rayhan yang mengurus semuanya." ucap bi Asih menarik tangan mang Diman.


"Kalau begitu ayo masuk mobil, mami harus mengakui semua perbuatan mami di kantor polisi." ucap Rayhan.


"Gak. Kamu gak akan mungkin bisa penjarain mami. Apa buktinya kalau mami lah pelakunya?" ucap bu Ros.


"Nanti mami akan tau sendiri di kantor polisi. Ayo masuk." teriak Rayhan mendorong bu Ros.


"Rasain kamu Mak Lampir. " seru mang Diman.


"Awas kamu Izzah, semua ini gara-gara kamu. Kamu telah menghasut Rayhan untuk melawanku." teriak bu Ros.


"Sudah diam." ucap Rayhan tak kalah berteriak.


"Cukup bang." ucap Izzah. "Jangan seperti ini." sambung Izzah. "Lebih baik kita ke rumah mang Diman saja dulu untuk bicara baik-baik. Jika abang memang memiliki bukti yang kuat, tunjukkan pada Izzah dan semuanya. Jangan langsung ke kantor polisi."


Rayhan menghela nafas panjang. Lalu memutuskan untuk ke rumah mang Diman terlebih dahulu sesuai keinginan Izzah.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2