Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
SENYUMAN IZZAH


__ADS_3

Rayhan akhirnya menyudahi sandiwaranya setelah Izzah mengatakan cinta. Izzah yang tengah menangis seketika berhenti karena melihat Rayhan yang duduk dihadapannya.


Izzah merasa sangat bodoh karena dibohongi Rayhan.


"Aa..aapa maksudnya ini? Kenapa kalian lakuin ini? Kenapa kalian permainkan perasaanku?" teriak Izzah.


Lisa dan dokter Harun hanya tertunduk, mereka diam seribu bahasa. Sementara Rayhan berusaha meraih tangan Izzah untuk menenangkan amarahnya.


"Dengerin abang Zah." ucap Rayhan.


"Cukup...! Aku gak mau denger apa-apa lagi." isak Izzah.


"Izzah tolong dengerin abang dulu." ucap Rayhan memelas.


"Gak, aku gak mau dengar apapun..." teriak Izzah histeris.


"Tenanglah Izzah, tenangkan dirimu. Dengarkan penjelasan abang."


"Tidaaaakkk." teriak Izzah.


"Izzaaaahh. Diaamm. Tolong tenangkan dirimu, dan dengarkan penjelasan abang dulu." ucap Rayhan membentak Izzah.

__ADS_1


Izzah seketika diam, hanya terdengar suara tangisnya yang sesenggukan.


"Maaf Zah, abang gak bermaksud untuk bentak Izzah. Abang hanya ingin Izzah dengar penjelasan abang dulu." ucap Rayhan.


Nafas Izzah naik turun seiring dengan isak tangisnya yang mulai mereda.


"Dengar Zah, abang putus asa gak tau harus gimana lagi. Jadi abang ngelakuin ini." sambung Rayhan.


"Maafkan aku Izzah, sebenarnya ini semua ide gila dari aku. Aku gak tahan liat Rayhan kacau, dia sampai melukai dirinya sendiri karena gak sanggup kehilangan kamu Zah. Rayhan benar-benar cinta sama kamu Zah. Aku ngomong gini bukan karena Rayhan sahabat aku atau aku membenarkan perbuatan Rayhan, tapi ini semua real karena aku memang melihat cinta yang begitu banyak dimata Rayhan buat kamu Zah." ucap Lisa menjelaskan.


Izzah menatap Rayhan dengan mata yang sembab.


"Tapi kenapa harus seperti ini caranya? Kenapa? Tak taukah kalian malah membuatku semakin kecewa." ucap Izzah.


"Hanya saja Rayhan sedikit gila Izzah." ucap Lisa.


"Bukan sedikit, tapi banyak." celetuk dokter Harun yang sedari tadi hanya diam membisu.


Rayhan langsung melotot ke arah dokter Harun. Seketika dokter Harun menahan tawa melihat tingkah sahabatnya itu.


Kau memang gila Rayhan. Kau jadi gila karena cinta. Dasar bucin, gumam dokter Harun.

__ADS_1


Lisa mendekati Izzah, dan duduk disampingnya. Lalu Rayhan mundur dan berdiri di samping dokter Harun.


"Izzah maafkan aku, sandiwara ini terjadi karena ide dariku. Aku tau kau sangat mencintai Rayhan. Kau tidak mungkin membencinya. Jadi aku memberi ide untuk melakukan ini semua karena aku masih ingat bagaimana khawatirnya kau saat Rayhan mengalami kecelakaan dulu. Aku yakin kau pasti akan langsung datang saat mengetahui Rayhan kecelakaan. Lalu semua itu akan membuktikan bahwa kau masih tetap mencintai Rayhan. Dan ternyata aku benar, kau memang masih sangat mencintai Rayhan. Percayalah Zah, Rayhan sangat mencintaimu." terang Lisa panjang lebar.


"Untuk kali ini aku setuju." sahut dokter Harun. "Aku tidak pernah melihat Rayhan bisa ngelakuin hal segila itu untuk perempuan manapun selain kamu Izzah. Dulu Rayhan memang sering bohong dan nyakitin hati banyak perempuan, tapi entah sihir apa yang ada padamu hingga buat Rayhan berubah jadi bucin tingkat dewa." lanjut dokter Harun.


"Apaan sih lu pakai bahas masa lalu segala." ucap Rayhan sambil menoel kepala dokter Harun.


"Ya elaah Ray, gue kan berusaha buat jujur. Emang dulu lu kan playboy cap kapak, cuma semenjak cinta sama Izzah lu benar-benar berubah. Sampai-sampai lu gak pernah hangout bareng gue lagi. Gue cemburu Ray." ucap dokter Harun seraya bersandar dibahu Rayhan.


"Sialan lu...iihhh jijik gue." balas Rayhan mendorong kepala dokter Harun.


"Alah padahal dulu lu gak bisa jauh dari gue. Sekarang aja karena udah punya bini gue dilupain. Eehh Zah maafin deh si bucin ini, kalau gak, nanti dia bisa gila. Atau paling parahnya dia bakalan ngekor terus sama aku. Bisa jomblo abadi kalau dekat Rayhan terus." ucap dokter Harun.


Izzah akhirnya tersenyum setelah mendengar ocehan dokter Harun. Rayhan merasa lega karena melihat senyuman Izzah.


"Tetaplah tersenyum Zah, kau terlihat lebih cantik dan menggemaskan jika tersenyum." ucap Rayhan.


"Bucin...bucin..." seru dokter Harun.


Lisa terkekeh melihat tingkah dokter Harun. Pandangan mata mereka tak sengaja bertemu. Ini merupakan kali pertama mereka bertemu. Meski Rayhan sama-sama merupakan sahabat mereka berdua. Tapi mereka berdua sama sekali tidak saling mengenal satu sama lain. Lisa dan dokter Harun berpandangan cukup lama.

__ADS_1


"Khem...khem... Pandang teruuusss, sepertinya bakal ada yang cinlok nih." ledek Rayhan.


Seketika Lisa dan dokter Harun salah tingkah.


__ADS_2