Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
13. Hubungan Dengan Orangtua


__ADS_3

"Fyuuhh... Akhirnya mata panda ku pergi juga. Sekarang aku harus sarapan. Masih tersisa dua jam lagi." Ucap Amira.


Dia lalu turun ke lantai bawah.


Amira tengah sarapan. Seseorang datang dan berdiri di depan rumah. Pelayan pergi untuk membuka pintu saat suara bel terdengar.


"Hai cantik." Ucap Ariel pada pelayan itu.


"Silahkan masuk Tuan." Balas pelayan itu.


Amira tidak berbalik untuk melihat siapa yang datang. Dia terus fokus menyantap sarapannya. Ariel lantas duduk disampingnya dan kemudian menyapanya.


"Selamat pagi..." Sapa Ariel.


Amira melihat ke arah sampingnya dimana Ariel duduk dan langsung tersedak. Dafa langsung memberikan segelas air padanya dan Amira lantas meminum air itu dengan cepat.


Amira berkata pada Ariel.


"Apa yang kau lakukan disini?" Bentak Amira kasar.


"Amira, dimana sopan santun mu?" Ucap Dafa pada Amira dengan tampak marah.


"Mama Ariel berkata bahwa Ariel akan ikut bersama mu untuk menjemput Mama dan Papa." Ucap Dafa.


"Apa!!!" Ucap Amira tampak begitu terkejut.


Ariel tertawa kecil melihat ke arah Amira.


"Apa yang kau tertawa kan?" Tanya Amira pada Ariel.


"Tidak ada imut." Balas Ariel mengedipkan mata pada Amira.


"Kak, dia tengah menggodaku." Ucap Amira pada Dafa, tapi Dafa tidak menghiraukan mereka dan malah pergi ke kamarnya.


"Apa-apaan itu? Kenapa dia tidak mengatakan apapun." Ucap Amira pada dirinya sendiri.


"Karena ini adalah aku." Balas Ariel padanya.


Amira melihat ke arah Ariel dan memutar matanya dengan malas.


Setelah selesai makan, Amira pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap. Sementara Ariel tengah menunggu dirinya di ruang tamu. Dafa turun dari lantai atas.


"Jaga dia dengan baik." Ucap Dafa pada Ariel saat berjalan keluar rumah.


'Kakak Ipar, apakah kau takut? Aku ingin menggodanya, kapanpun aku melihat wajahnya yang kesal. Dia tampak begitu menggemaskan.' ucap Dafa dalam hati seraya tertawa kecil.


Amira berdiri di depan Ariel dan berkata, "hei tukang melamun..."


Ariel menatap Amira, dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, kemudian ke wajahnya dan berkata, "imut."


Amira langsung merona malu dan pergi untuk meminum air sebelum mereka pergi keluar rumah.


'Arghh... Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini? Sshhh diam lah jantung bodoh.' ucap Amira dalam hati.


Ariel berjalan keluar rumah seraya berkata pada Amira, "ayo cepatlah."


Setelah beberapa saat, Amira keluar dan duduk di dalam mobil Ariel.


"Kenapa kita pergi menggunakan mobil mu?" Tanya Amira pada Ariel.


"Mama ku yang menyuruhku, itulah alasannya." Balas Ariel lantas mulai menyalakan mobilnya


Mereka akhirnya tiba di bandara setelah satu jam setelahnya. Amira dan Ariel tengah menunggu kedatangan orang tua Amira.


"Apa kau yakin orang tua mu akan datang hari ini?" Tanya Ariel pada Amira.


Amira memutar matanya dengan malas dan berkata, "iya tentu saja, dasar bodoh."


Ariel menjadi kesal dan berkata, "dari sisi manakah aku ini terlihat bodoh?"


Amira tertawa kecil dan berkata, "dari segala arah.".


"Eheemm... Putriku tampaknya tidak mengingat dimana dia berdiri." Ucap Mama Amira, Alia saat mendekat padanya.


Amira melihat ke sekeliling, orang-orang melihat ke arahnya.


Amira melihat pada Arka, papanya. Dan ternyata dibelakang papanya itu, ada mama nya. Amira lantas mendekat ke arah papanya dan memeluknya.


"Aku merindukan Papa." Ucap Amira.


"Papa juga merindukan mu sayang." Ucap Arka seraya memeluk putri kesayangannya itu.


"Bagaimana kabar anda, Nyonya Alia?" Tanya Ariel pada mama Amira.


"Baik, bagaimana dengan mu?" Tanya Alia balik pada Ariel.


'Lihat saja wajah Ariel yang tampak polos itu, dan mama ku, mama tidak menanyakan apapun padaku, tapi padanya.... Hmmmpphh...' ucap Amira dalam hati.


"Apakah kita tidak akan pergi dari sini?" Tanya Alia.


Ariel lantas mengajak mereka pergi ke mobilnya dan mulai berkendara. Alia meminta Amira untuk duduk di kursi depan disamping Ariel.


"Bagaimana kabar mama mu, Riel?" Tanya Alia pada Ariel.


"Mama baik-baik saja, Mama sangat merindukan anda Nyonya Alia." Ucap Ariel.


"Nyonya Alia apanya, kau panggil saja aku Tante." Ucap Alia pada Ariel.


Ariel mengangguk dengan tersenyum dan memanggil Alia dengan sebutan Tante.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di rumah Amira. Dafa tampak menunggu kedatangan mereka du luar rumah dengan buket bunga di tangannya.


"Mama..." Ucap Dafa dan langsung memeluk Alia.


"Apakah papa tidak terlihat Nak?" Ucap Arka pada Dafa.


Amira tertawa kecil dan berkata, "ayolah Pa, kita masuk ke dalam."


Mereka semua lantas masuk ke dalam rumah bersama. Pelayan sudah menyiapkan banyak makanan untuk mereja. Setelah berganti pakaian, mereka semua duduk di meja makan untuk makan siang.

__ADS_1


"Amira, bagaimana kuliah mu?" Tanya Alia saat makan.


"Baik seperti biasanya." Balas Amira.


Alia terus saja menatap putrinya itu.


"Ada apa?" Tanya Alia pada mamanya itu.


"Kenapa kau membuat masalah dengan teman sekelas my, Mama sudah bilang pada mu untuk tidak membuat masalah." Ucap Alia pada Amira.


"Ma..." Ucap Dafa menghentikan Alia. "Tidak kah Mama melihat luka pada Amira?" Lanjut Dafa.


Alia terlihat merasa bersalah.


"Oh ya Tuhan!!! Siapa orang jahat yang sudah menyakiti putri kesayangan Papa ini? Papa sudah menjaganya seperti boneka porselin dan siapa yang berani untuk menyakitinya." Ucap Arka.


Amira melihat ke arah Mama nya, Alia terus menyantap makanannya. Dia merasa bersalah karena tidak melihat luka pada tubuh Amira.


"Aku sudah selesai." Ucap Amira lalu berdiri dari meja makan.


"Amira, kau bahkan belum memakan makananmu." Ucap Dafa.


"Aku tidak berselera Kak." Balas Amira dengan sedikit senyuman di wajahnya.


Amira lantas berjalan keluar.


"Aku juga sudah selesai. Aku akan mengikutinya." Ucap Ariel dan berjalan keluar juga mengikuti Amira.


"Hei, kau seharusnya memakan makanan mu." Ucap Ariel pada Amira.


Amira tengah berdiri dengan bersandar di mobilnya. Dia berkata pada Ariel, "ayo kita pergi jalan-jalan."


Ariel tersenyum dan berkata, "kalau begitu biar aku yang menyetir."


Amira pun setuju.


Ariel tengah mengemudikan mobil Amira. Amira sendiri hanya duduk dalam diam dan melihat ke arah luar jendela mobilnya.


"Amira, kau akan sakit jika kau melihat ke arah luar seperti itu." Ucap Ariel pada Amira dengan rasa khawatir.


Amira langsung menutup jendela mobilnya.


"Bagaimana hubungan mu dengan Mama mu?" Tanya Amira pada Ariel.


"Ummm... Aku... Aku bertemu dengan Mama hanya saat liburan, jadi aku tidak tahu harus menjelaskan bagaimana hubungan ku dengannya." Balas Ariel.


'Dasar pembohong. Aku melihat hubungan kalian saat di pesta malam itu. Kau dan mama mu tampak begitu dekat. Kalau aku, aku hanya seorang pembuat masalah bagi mama ku. Aku pikir Mama akan menyadari bahwa aku tengah terluka, hmmm... Sepertinya aku berharap terlalu tinggi.' ucap Amira dalam hati seraya menghela napasnya.


"Amira, kota punya tugas untuk diselesaikan. Jadi jika kau tidak keberatan, bisakah kau mengerjakannya bersamaku." Ucap Ariel.


'Jika aku pergi ke rumahnya, aku tidak harus melihat Mama terus menerus. Aku rasa itu akan sangat bagus.' ucap Amira dalam hati.


"Iya, baiklah." Balas Amira. "Ayo kita kembali ke rumahku dan mengambil barang-narang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas itu." Ucap Amira.


"Yeaahh..." Balas Ariel dengan begitu gembira.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba.


"Kau tunggulah disini. Aku akan kembali." Ucap Amira kepada Ariel dan Ariel pun mengangguk.


'Aku harus memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah mereka. Mama Amira sangat baik, tapi dia tidak bisa menunjukkan kebaikannya itu pada putrinya.' ucap Ariel dalam hati seraya menghela napas.


"Kau akhirnya kembali." Ucap Alia.


"Pa, aku ajan pergi ke rumah Ariel untuk mengerjakan tugas kami bersama." Ucap Amira pada papa nya dan tidak menghiraukan mama nya.


Arka melihat ke arah Alia.


"Jaga dirimu." Ucap Arka pada Amira.


Amira pun mengangguk. Dia lalu pergi ke lantai atas menuju kamarnya untuk mengambil barang-barangnya.


"Ma, tenanglah. Amira, adalah gadis yang pintar dan sangat menyayangi Mama juga. Jadi tolong jangan katakan apapun yang akan menyakitinya." Ucap Dafa.


Setelah beberapa saat, Amira turun ke lantai bawah dengan barang-barangnya. Dia lalu berpamitan pada papa dan juga kakaknya.


"Ayo kita pergi." Ucap Amira pada Ariel.


********


Mereka akhirnya tiba di rumah Ariel.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, semua pelayan membungkuk ke arah Ariel dan menyambut keduanya masuk ke dalam rumah.


"Selamat datang Nona." Ucap kepala pelayan di rumah Ariel.


"Terima kasih." Balas Amira dengan sopan.


"Tolong panggil saya John." Ucap kepala pelayan itu pada Amira.


Amira pun mengangguk.


"Baiklah sekarang, ayo kita pergi ke ruang belajar ku." Ucap Ariel.


Pelayan lalu memanggil Mama Ariel dan berkata, "Nyonya, Tuan Muda sudah datang membawa Nona Muda dan mereka sudah pergi ke dalam ruang belajar."


Mama Ariel pun berkata bahwa dia akan menemui mereka nanti.


Di ruang belajar Ariel...


'Wah semuanya tampak menakjubkan, seperti seorang pangeran. Disini juga ada banyak buku. Aku sebenarnya tidak tertarik pada buku, tapi semua ini tampak sangat bagus.' ucap Amira dalam hati.


Ariel membuat Amira duduk di kursi. Mereka mulai mengerjakan tugas secara bersama.


"Sebenarnya tugas apa ini?" Tanya Ariel pada Amira.


"Untuk kontes kecantikan di kampus." Balas Amira.


"Kecantikan kampus?" Tanya Ariel.

__ADS_1


"Kau itu orang baru, jadi kau tidak tahu." Jawab Amira.


Kontes kecantikan kampus, bukan hanya ditujukan untuk para wanita, tapi juga para pria.


Ada dua tes di dalamnya, yang pertama adalah ketua himpunan mahasiswa. Akan ada pertanyaan yang juga berhubungan dengan kampus. Jika orang itu bisa menjawab pertanyaan dan juga melakukan tugas yang berhubungan dengan kontes, maka orang itu akan menjadi ketua himpunan mahasiswa di kampus.


Dan yang kedua adalah tentang kecantikan kampus. Pemenangnya adalah sepasang pria dan wanita. Dan mereka akan dipilih sesuai dengan talenta mereka.


Itulah yang dijelaskan Amira pada Ariel.


"Ooohh terdengar menarik. Siapa yang menjadi ketua himpunan mahasiswa dan kontes kecantikan tahun ini?" Tanya Arisk.


"Ketua himpunan mahasiswa adalah kakak tingkat, Jimmy Samuel dan wakilnya Kak Doni Anggara. Sementara untuk ratu kecantikan tahun lalu dan tahun ini adalah Kak Dona Amelia. Karena tidak ada orang lain yang ikut berpartisipasi dalam kontes itu." Ucap Amira menjelaskan semuanya pada Ariel.


"Kenapa kau tidak ikut berpartisipasi dalam kontes itu?" Tanya Ariel pada Amira.


"Karena aku tidak mau." Balas Amira.


Mereka pun menyelesaikan tugas mereka secara bersama-sama, Mama Ariel datang dan menyiapkan makan malam.


Mereka akhirnya turun ke lantai bawah, Ariel tampak terkejut melihat kehadiran mamanya.


"Kapan Mama datang?" Tanya Ariel pada mamanya.


"Saat kau dan Amira mengerjakan tugas kalian." Balas Mama Ariel.


Mama Ariel mendekat dan membuat Amira duduk untuk makan malam.


"Mama sudah memasak dengan penuh cinta, jadi makanlah dengan cinta." Ucap Mama Ariel dengan bangga.


Ariel menghela napas dan berkata pada Amira.


"Mama memang seperti itu, jadi makanlah disini. Aku akan mengantar mu pulang nanti."


"Apa kau gila? Siapa yang akan pergi begitu saja setelah melihat makanan enak ini." Ucap Amira tampak sumringah.


"Lihat, belajarlah darinya Riel." Ucap Mama Ariel.


Mama Ariel lantas ikut duduk setelah menyiapkan semua makanan dia tas meja. Mereka mulai makan. Amira mencoba semua makanan yang dibuat Mama Ariel dan ekspresinya tampak berbeda setiap kali mencicipi semua makanan itu.


"Aku sangat menyukai semuanya. Terima kasih atas semua makanannya." Ucap Amira.


Mama Ariel tampak begitu bahagia melihat Amira menyukai masakan buatannya. Mama Ariel juga mengetahui bagaimana hubungan Amira dengan mama nya.


'Aku tidak pernah merasakan masakan mama ku. Apakah dia juga orang yang pandai memasak? Hanya Bibi yang membuat makanan untukku sejak awal. Jadi aku tidak yakin jika Mama bisa memasak. Aku sangat bahagia karena bisa makan semua makanan ini.' ucap Amira dalam hati seraya menghela napasnya.


Setelah selesai makan malam, Ariel mengantar Amira kembali ke rumahnya.


"Semua orang menyayangimu Amira." Ucap Ariel.


Amira tersenyum dan berkata, "bagaimana denganmu, apa kau menyukai aku?"


Ariel langsung merona dan keluar dari dalam mobilnya.


"Apa kau mau menjadi kekasihku?"


Amira tampak terkejut, bulir air mata mulai terjatuh di pipinya.


"Tolong jangan menangis, jika kau tidak mau menjadi kekasihku maka katakan saja." Ucap Ariel tampak khawatir.


Amira lantas menganggukkan kepalanya.


Ariel tampak terkejut, dia kembali bertanya, "apa kau serius?"


Amira kembali mengangguk.


Ariel menjadi begitu kegirangan dan langsung menggendong Amira dalam lengannya dan mulai berkata, "terima kasih banyak."


"Diam lah, kau akan membuat orang tua ku keluar rumah." Ucap Amira pada Ariel.


"Aku tidak mau kau untuk pergi." Ucap Ariel seraya memegang tangan Amira.


Amira mengusap kepala Ariel dan berkata, "bodoh, kita punya banyak waktu."


Ariel langsung memeluk Amira.


"Hei, aku tidak mengizinkan mu untuk memelukku." Ucap Amira.


"Oh, maaf." Balas Ariel.


Amira tertawa kecil dan berkata, "bye, berhati-hatilah dijalan."


Amira lantas masuk ke dalam rumah saat Ariel kembali ke rumahnya.


Amira tertawa kecil, dia tidak melihat orang tuanya dan juga kakaknya menunggu dirinya.


"Amira..." Ucap Dafa.


"Oh, kakak belum tidur juga?" Tanya Amira padanya.


"Tidak bisakah kau menelepon kami?" Tanya Dafa tampak khawatir.


"Daya ponselku mati Kak." Balas Amira.


Papa Amira datang dan langsung memeluk Amira.


"Bisakah kita mengobrol sayang?" Ucap Arka.


Mereka berdua lalu pergi ke kamar Amira.


"Kalian berdua terlalu memanjakannya." Ucap Alia.


"Tante bilang, Mama harus meredakan amarah Mama. Amira tadi bersama mereka jadi semuanya tidak masalah." Ucap Dafa pada Alia dan kembali ke kamarnya.


Alia menghela napas panjang.


'Aku juga ingin melihat Amira bahagia. Tapi, aku tidak bisa menunjukkan perasaan sayang ku padanya. Aku harap, dia bisa mengerti.' Ucap Alia dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2