Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Rayhan & Arka


__ADS_3

"Buu..... Ibuuuuu....." teriak Arsha dari lantai atas.


Gadis itu tumbuh dengan mewarisi kecantikan Ibu-nya. Wajahnya perpaduan antara Rayhan dan Izzah. Mata, bibir dan alisnya persis dengan Izzah, untuk hidung dan tinggi badan, dia mewarisi dari Rayhan.


Sementara Arka, dia bak pinang di belah dua dengan Rayhan. Tinggi badan, rambut, bibir, hidung, mata benar-benar duplikat dari Bryan.


Arka dan Arsha kini berusia dua puluh tahun. Keduanya benar-benar tumbuh dalam keluarga yang dipenuhi dengan cinta.


"Ibuuuuuu......" lagi-lagi Arsha berteriak.


Izzah yang tengah sibuk di dapur membuat kue tak mendengar teriakan Arsha karena suara mixer yang kencang.


Arsha turun dari lantai atas dengan cepat, ia terlihat menggenggam ponselnya. Gadis itu berpakaian ala anak-anak muda masa kini yang mengenakan hijab yang dililit ke leher.


"Kek, lihat Ibu gak?" tanya Arsha pada Mang Diman yang tengah duduk meninton televisi di ruang keluarga.


"Ibu kamu teh lagi buat kue di dapur atuh Neng geulis." jawab lelaki yang kini berusia 70 tahun itu."


"Oh, Arsha kesana ya Kek."


"Iya-iya. Eh itu Neng, kerudungnya diperbaiki dulu atuh Neng. Apa Neng geulis teh tidak merasa kecekik pakai kerudung begitu?" tanya Mang Diman.


"Aduuhh Kek, ini tuh gaya yang lagi ngetren zaman sekarang." balas Arsha.


"Gaya anak zaman sekarang teh aneh-aneh ya. Pakai kerudung malah dililit-lilit begitu. Aya-aya wae." protes Mang Diman.


"Iiiiihhh Kakek mah gak ngerti mode."


"Sudah-sudah, kenapa sih malah berdebat." ucap Izzah dengan apron yang masih menempel di dadanya.


"Coba atuh Neng Geulis contohin cara berpakaian Ibu kamu tuh." ucap Mang Diman.


Di usia Izzah yang sudah menginjak lebih dari kepala empat, ia tetap tampil anggun dengan hijab lebarnya yang menutupi kepalanya.


"Iiihh Kakek mah gitu." balas Arsha. "Buuu lihat nih...." ucap Arsha menyodorkan ponselnya pada Izzah.


"Apa sayang?" tanya Izzah.


"Nih lihat komentar orang-orang di foto yang Kak Arka posting."


Izzah melihat sebuah foto yang menampilkan Rayhan dan Arka tengah berada di tempat fitnes. Rayhan dan Arka tengah mengangkat barbel dengan keduanya masing-masing memperlihatkan otot tangan mereka.


Izzah tersenyum melihat kedekatan Rayhan dan putera mereka.


"Apa yang salah dengan ini?" tanya Izzah.

__ADS_1


"Ini Bu, lihat komentarnya." ucap Arsha.


Beberapa komentar yang sedikit menggelitik.


[Ka, aku mau kok jadi Mama tiri kamu.]


[Gak dapat anaknya, Bapaknya juga gak apa-apa]


[Uuunnchh, jadikan aku simpananmu Om Rayhan]


Dan masih banyak yang lainnya.


Izzah hanya tersenyum.


"Loh kok Ibu malah senyum sih? Ibu tuh harusnya marah, dan ngelarang ayah posting foto lagi di sosmed. Nanti bisa-bisa Ayah beneran bakal selingkuh loh." ucap Arsha.


"Sha, Ayah kamu bukan lelaki seperti itu sayang. Kamu tenang saja." ucap Izzah mengelus kepala Arsha kemudian kembali ke dapur.


"Iiihhh ibu dibilangin. Awas aja entar kalau ayah pulang, aku omelin." ucap Arsha kemudian berlarian ke kamarnya.


"Aya-aya wae...." celetuk Mang Diman.


Rayhan dan Arka tengah berada di dalam mobil, keduanya baru saja selesai fitnes dan memutuskan kembali ke rumah. Bila dulu Rayhan yang selalu menyetir, kini Arka lah yang selalu mengemudikan mobil jika bepergian dengan Rayhan.


"Yah, mampir bentar ya di cafe itu. Aku mau beli minuman kekinian." ucap Arka.


"Ya ampuunn ayah, aku cuma mau beli boba. Itu juga pesanannya si Arsha. Ayah tau sendirikan tuh anak kalau gak diturutin maunya, pasti bakalan ngamuk terus ngambek."


"Iya sudah, ayah tunggu di mobil aja ya." ucap Rayhan saat mobil berhenti dipelataran parkir sebuah cafe.


"Ikut aja masuk yah, sekalian ngadem dan ikut minum. Takutnya ngantrinya lama. Maklum minuman kekinian jadi banyak yang antri." balas Arka seraya melepas sabuk pengamannya.


"Baiklah." ucap Rayhan.


Rayhan dan Arka keluar bersamaan dari dalam mobil dan masuk bersama ke dalam cafe. Keduanya langsung jadi pusat perhatian para gadis yang tengah nongkrong di cafe itu.


Rayhan yang mengenakan kacamata hitam, tampak sperti anak muda, bahkan jika berjalan bersama dengan Arka, Rayhan lebih terlihat seperti kakak dari Arka, dibandingkan ayahnya.


"Hem...hem..." cuitan seorang gadis saat Rayhan dan Arka berjalan melewati mereka.


Rayhan memilih duduk dan menunggu Arka yang tengah mengantri. Dua orang gadis menghampiri Rayhan.


"Sendirian aja Mas? Boleh duduk bareng gak?" ucap seorang wanita berambut pirang.


"Kenapa harus duduk disini? Tempat lain kan banyak." balas Rayhan.

__ADS_1


"Uuuhh suaranya bikin greget." goda gadis yang lainnya.


"Udah full semua. Boleh ya."


Kedua gadis itu langsung duduk tanpa dipersilahkan Rayhan.


"Anak saya sedang mengantri. Jika kalian berdua duduk disitu, nanti dia tidak kebagian tempat duduk."


"Oohh, udah punya anak toh. Emmm gak apa-apa kok Mas. Sementara anaknya ngantri, biar kita yang nemenin Mas disini. Kenalin nama saya Sherly, dan ini temen saya Tara." ucap gadis bernama Sherly mengulurkan tangannya.


Rayhan tak merespon uluran tangan Sherly.


"Anak saya seumuran dengan kalian berdua" ucap Rayhan.


"Uuhhh, jadi lebih enak dipanggil Om dong. Om aja udah ganteng gini, gimana anaknya." ucap Tara.


Rayhan memijit pelipisnya pelan.


Tak lama Arka pun datang.


"Siapa kalian?" tanya Arka heran.


"Hai, aku calon Mama kamu." jawab Sherly.


"What the..."


"Sudah selesai Ka? Ayo pulang." potong Rayhan.


Rayhan berdiri dan berjalan keluar cafe disusul Arka.


"Hey, kalau gak bisa jadi Mama kamu. Jadi pacar kamu juga boleh." teriak Sherly.


"Hish dasar perempuan mura..."


"Ka, jangan." potong Rayhan. "Ingat, jaga lisan kamu." lanjut Rayhan.


"Iya-iya, habis heran banget sama gadis-gadis jaman sekarang. Huh...." ucap Arka dongkol.


"Untuk itu kamu nanti kalau mau cari pasangan, carilah wanita yang taat akan agama. Yang pasti jika wanita itu ahlaknya baik, insyaallah semuanya akan baik juga." nasihat Rayhan.


"Iya ayah, tenang aja. Aku gak akan nikah kalau gak nemuin calon isteri seperti ibu. Hmmm ayah benar-benar beruntung memiliki ibu." balas Arka. "Aku penasaran, gimana ya pertemuan pertama kali ayah sama ibu sampai kalian bisa menikah. Waahh sepertinya kalian jatuh cinta pada pandangan yang pertama ya...."


Kau tidak tau saja Nak, gumam Rayhan.


Kedua lelaki beda usia dan generasi itu, berkomunikasi layaknya sahabat. Rayhan begitu dekat dengan kedua anaknya. Hingga mereka tak ubahnya sahabat yang seumuran.

__ADS_1


Keluarga Izzah dan Rayhan benar-benar definisi keluarga bahagia yang sesungguhnya. Hampir semua mata yang melihat akan merasa iri dengan hubungan mereka.


Bersambung.....


__ADS_2