Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
30. Berhasil


__ADS_3

Sepasang suami istri itu benar-benar dimabuk indahnya cinta.


'Aku benar-benar menjadi gila sekarang. Aku hanya bisa tenggelam dalam perasaan yang tidak bisa aku gambarkan. Saat melakukan ini dengannya, rasanya kami benar-benar mabuk dan tenggelam didalamnya. Entahlah, aku tidak bisa menggambarkannya dengan kata-kata.' ucap Arka dalam hati.


Arka berhasil melepaskan satu-persatu kancing dress tidur Alia yang dia buka dengan mudah. Arka kembali meneruskan ciumannya di leher dan dada atas Alia yang terbuka.


Alia terus saja mengeluarkan suara pelan yang membuat Arka semakin tidak karuan.


"Cu... cu... cukup sa... sayang... lepaskan aku.”


Kedua tangan Alia merengkuh kepala Arka dan menjauhkan bibir Arka yang sedang menjelajahi lehernya. Aria terdiam sesaat untuk mengumpulkan kesadarannya, kemudian mengarahkan pandangannya ke mata Alia.


“Kenapa?” Tanya Arka bingung.


“Aku... aku harus ke toilet.” Balas Alia.


"APA? Tidak. Aku tidak mengizinkanmu.” Ucap Arka yang mulai kesal.


“Tapi aku benar-benar harus ke hmmmmp....”


Sebelum Alia beralasan aneh dan menghentikan kegiatan yang dilakukan Arka, Arka kembali mencium bibir Alia yang terbuka. Belum sempat Arka menciumnya lebih dalam, Alia kembali mendorong tubuh Arka menjauh.


“Kenapa lagi?” Tanya Arka semakin kesal.


“ARKA, IZINKAN AKU PERGI KE TOILET ATAU AKU AKAN MENGOMPOL DISINI!” Teriak Alia.


Kalimat yang keluar dari mulut Alia sukses membuat Arka terbengong hebat.


'Ya ampun, kenapa selalu saja ada hambatan disaat aku sedang menikmati hal menyenangkan ini.' umpat Arka kesal dalam hati.


“Ehmm... ya, Kau... kau boleh ke toilet. Tapi ingat, jangan terlalu lama.”


“Baiklah.....”


*************


Beberapa saat Arka duduk menunggu Alia di atas sofa, tapi Arka belum juga keluar dari toilet.


'Kenapa lama sekali, apa dia pingsan di dalam kamar mandi?' pikir Arka.


“Sayang, apa masih lama?” Tanya Arka.

__ADS_1


“Tunggulah. Aku akan keluar sebentar lagi." Balas Alia dari dalam kamar mandi.


“Sayang cepatlah, aku tidak bisa menunggu lama." Ucap Arka.


“Em, sabarlah sedikit. Aku butuh melakukan persiapan.” Balas Alia lagi.


Arka melangkahkan kakinya ke depan pitu kamar mandi. Dia merasa tidak sabar menunggu Alia keluar dari dalam sana.


“Alia... cepatlah keluar.” Teriak Arka.


Belum sempat Arka mengetuk pintu, tiba-tiba Alia keluar dengan wajah yang terlihat sangat gugup.


“Em... maaf menunggu lama." Ujar Alia kemudian tersenyum ringan.


Arka selalu suka melihat Alia seperti itu.


'Senyum favoritku.' ucap Arka dalam hati.


Arka membalas senyuman Alia.


“Aku tidak bisa menunggu lagi sekarang.” Ucap Arka seraya mengangkat tubuh Alia yang sedang berdiri di hadapannya.


Arka kemudian memangku Alia menuju ke ranjang tempat tidur mereka.


Alia melingkarkan kedua tangannya di leher Arka agar tidak jatuh. Wajah Alia berubah menjadi merah. Alia selalu saja seperti itu. Dia pasti akan menjadi sangat gugup jika jarak diantara dirinya dengan Arka terlalu dekat.


Arka mendudukkan Alia di atas ranjang dengan hati-hati. Kemudian tersenyum saat wajah Alia terlihat malu-malu.


“Aku bisa melakukannya dengan baik. Percayalah padaku. Aku tidak akan kasar.” Ucap Arka dengan ekspresi serius.


Alia lalu mengangguk lemah mendengar pernyataan yang baru saja keluar dari mulut Arka.


“Aku percaya padamu, sayang." Balas Alia.


Senyuman Alia tidak pernah terhapus dari bibir indahnya. Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna membentuk senyuman paling indah yang pernah Arka lihat.


Arka merengkuh leher Alia kemudian mengecup dahinya lembut. Beberapa saat Arka menahan bibirnya disana, untuk merasakan ketulusan dan kepercayaan Alia padanya.


“Aku mohon, jangan hentikan aku untuk kali ini. Biarkan aku menyelesaikannya, Nyonya Arka Wijaya."


Arka berbisik pelan di telinga Alia. Dan tanpa menunggu respon apapun, Arka kembali merengkuh leher Alia dan mencium bibirnya.

__ADS_1


Malam ini adalah malah terindah yang pernah Arka lewati. Malam dimana ia dapat meluapkan semua hasrat yang sudah tak tertahankan. Meluapkan cinta kepada gadis yang baru dinikahinya selama dua bulan ini.


Lebih dari 4 tahun Arka menduda, dan Arka tidak pernah bersentuhan dengan wanita lain setelah mendiang istrinya meninggal.


Dan akhirnya, Arka menemukan cintanya yang baru. Dan mereka berdua pun melakukannya. Alia telah melakukan apa yang seharusnya dia lakukan, dan memberikan apa yang seharusnya Arka dapatkan.


Segala yang terjadi dalam kehidupan mereka, mengalir begitu saja.


Benar, semuanya memang terasa sangat manis pada waktunya.


Malam ini adalah milik mereka berdua, yang sedang dimabuk cinta dan tenggelam dalam perasaan. Arka dan istrinya, Alia.


************


Bulan madu Arka dan Alia akhirnya berakhir. Semuanya berjalan begitu manis. Cinta diantara keduanya semakin bersemi.


Arka sama sekali tidak menyangka bahwa ia bisa jatuh cinta dengan begitu cepat dengan Alia, mengingat sejak awal pernikahan, perasaannya terhadap mendiang Nabila masih begitu kuat.


Arka ingat benar apa yang dikatakan sang Ibunda kepadanya saat ia begitu terpuruk saat kehilangan Nabila.


"Nak, cinta itu bisa tumbuh dan semakin mekar, namun tiba-tiba hilang dan pergi tanpa permisi. Cinta yang menyisakan tangisan yang tidak disangka. Cinta yang sudah tidak memiliki rasa. Cinta yang semakin menurun kadarnya. Cinta yang menggesek seluruh pikiran menjadi galau. Cinta yang bisa membunuh rindu. Cinta yang bisa menghardik candu. Cinta yang hilang meninggalkan berbagai jejak." Ucap Izzah seraya mengusap punggung Arka kala itu.


Reyhan yang saat itu juga berada bersama Arka juga ikut berkomentar.


"Kehilangan yang tidak bisa di algoritma kan, dihukum-newton kan, maupun dihitung secara archimedes. Walaupun belum ada rumus yang ampuh dan valid mengukur kadar cinta hilang, hasilnya tetap sama yaitu luka. Luka yang menjadi hasil dari sederetan perjalanan panjang cinta yang melahirkan teka-teki. Ya... Cinta memang aneh Nak.


Namun, pada suatu masa, hilang? Bukankah hilang bisa dicari? Bukankah hilang bisa kembali? Cinta yang hilang bisa hadir kembali. Cinta yang pergi akhirnya pulang. Cinta bak seperti termometer yang ber fluktuatif pada suhunya, dari menurun kadarnya menjadi stabil dan naik. Rasa yang terselip entah di mana, hadir kembali. Cinta yang berlalu, mampir dan mengisi hari-hari kembali. Betapa sekeras hati ini berperang, berperang pada rasa yang jika salah bisa menjadi bumerang." Ujar Reyhan panjang lebar.


Arka tersenyum, begitu juga dengan Izzah.


"Ayah itu terlalu banyak perumpamaan nya, Ibu jadi tidak mengerti." Balas Izzah.


"Ibu tidak perlu mengerti tentang perumpamaan itu, yang penting Ibu bisa mengerti kalau Ayah akan selalu mencintai Ibu bahkan sampai rambut Ibu sudah putih semua."


Mendengar ucapan sang ayah, membuat Arka menahan tawa.


Pasangan suami istri itu memang menjadi panutan Arka dalam berumah tangga. Ia benar-benar ingin menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh cinta dengan istrinya. Arka sebenarnya bercita-cita ingin menikah sekali seumur hidup. Tapi siapa yang bisa melawan takdir yang diberikan Tuhan. Arka malah harus kehilangan Nabila diusia pernikahan mereka yang baru berjalan satu tahun lebih.


Dan kali ini, takdir kembali mempertemukan Arka dengan Alia.


'Ya. Tuhan memang Maha membolak-balikkan hati. Kini, cinta yang hadir kembali bisa disebut dengan cinta lama bersemi kembali. Hati ini tidak ingin mengulangi kata kehilangan. Sekuat hati menjaga dan memeluk erat doa-doa. Aku hanya bisa berharap, pernikahan ku dan Alia ini akan berjalan selamanya.' ucap Arka dalam hati.

__ADS_1


Satu tahun berselang, Alia akhirnya di karuniai seorang bayi perempuan yang diberi nama Amira Putri Wijaya.


Kehidupan keluarga besar Wijaya berjalan dengan penuh kebahagiaan.


__ADS_2