Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
The Real Akhir Kisah


__ADS_3

Hari demi hari berlalu dengan cepat. Rumah Izzah dan Rayhan dipenuhi dengan kebahagiaan.


Hari ini tepat ulang tahun pernikahan Izzah dan Rayhan yang ke dua puluh tujuh tahun. Ada perayaaan yang tengah berlangsung secara kekeluargaan di kediaman Izzah.


Semua keluarga, sahabat, dan kerabat terdekat Izzah dan Rayhan hadir. Hani dan Aldi, datang jauh-jauh dari Amerika untuk merayakan anniversary Izzah dan Rayhan. Tak lupa sahabat Rayhan, Dokter Harun dan Lisa istrinya juga datang. Hingga Intan dan Ifan juga hadir. Bahkan anak kandung Mang Diman, Lilis dan suaminya Andi juga hadir.


Izzah dan Rayhan terlihat bernostalgia dengan para sahabat mereka.


Hingga sebuah kejutan disiapkan Arka dan Arsha untuk kedua orang tuanya.


"Ada apa ini?" Tanya Izzah.


"Ibu sama ayah duduk aja, kita punya kejutan untuk kalian." Ucap Arsha.


Arka dan Devan terlihat sibuk mempersiapkan sesuatu. Semua orang berkumpul, mereka menatap layar putih besar yang disiapkan Arka dan Devan.


Sebuah video pun di putar, dimulai dengan foto pernikahan Izzah dan Rayhan.


Lagu 'A Thousand Year' menjadi theme song video tersebut. Sepanjang video diputar, Izzah dan Rayhan tak henti-hentinya tersenyum. Sambil sesekali Rayhan menciumi tangan Izzah.


Di bagian terakhir video ada ucapan 'Happy Wedding Anniversary Ayah & Ibu'. Tak terasa air mata Izzah mengalir, semua cuplikan di video merupakan perjalan cintanya bersama Rayhan.


Sejak awal Izzah tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjadi isteri yang sangat bahagia dari pria yang dulu hanya menganggapnya sebagai wanita simpanan.


Tahun demi tahun menjadi isteri Rayhan Aditya Wijaya, dilalui Izzah dengan penuh lika-liku di masa lalu. Masalah demi masalah datang menerpa rumah tangga mereka. Di mulai dengan hadirnya wanita lain, hingga Rayhan yang harus hilang ingatan dan berpisah dengan Izzah selama bertahun-tahun.


Kenangan buruk yang paling membekas di hati Izzah adalah saat ia harus kehilangan Zahra anak pertamanya bersama Rayhan.


Namun, kini semua luka itu sudah terobati. Izzah sudah sangat bahagia bersama keluarga besarnya.


"Bu ini hadiah untuk Ibu dan Ayah." Ucap kedua anak dan menantu Izzah secara bersamaan.


Izzah dan Rayhan saling menatap. Mereka memegang kotak itu bersama, kemudian membukanya juga bersama.

__ADS_1


Saat dibuka, di dalam kotak itu terdapat sepasang pakaian sangat mungil berwarna putih, sepatu mungil berwarna putih, dan kupluk berwarna putih pula.


Izzah dan Rayhan kembali saling menatap dengan penuh tanda tanya. Kemudian keduanya melihat secarik kertas yang bertuliskan, 'You are Promote to be Grandpa and Grandma'.


Ada sepasang alat tes kehamilan yang menunjukkan tanda positif dan masing-masing diberi label nama 'Arsha dan Nabila'.


"Ka-kalian ha-mil?" Tanya Izzah terbata-bata dengan air matanya yang menggenang.


Kedua anak kembar Izzah itu berangkulan bersama pasangan mereka dan menggangguk bersamaan. Seketika tangis Izzah pecah dipelukan Rayhan.


Rayhan pun tak dapat menahan harunya. Air matanya ikut tumpah seiring dengan ia mengetahui bahwa dirinya sebentar lagi menjadi Kakek.


Semua orang yang hadir juga tak dapat menahan haru mereka, semuanya terlihat tersenyum bahagia dengan air mata yang menetes.


"Eehh Lilis, ini teh ada apa nyak? Kenapa semua orang teh pada nangis dan senyum-senyum?" Tanya Mang Diman bingung.


Lilis mengusap air matanya.


"Iisshhh Abah, itu.... Kak Izzah teh bakal jadi Nenek." Balas Lilis.


"Aduuhh Abah, maksud Lilis teh, Neng Arsha sama Neng Nabila teh hamil. Jadi, Kak Izzah sama A' Rayhan teh bakal jadi Nenek sama Kakek." Jelas Lilis yang membuat Mang Diman diam mematung.


Tiba-tiba.....


"Yaaaaaaa, Alhamdulillah Ya Allah...." Teriak Mang Diman yang sontak membuat semua orang kaget dan menatap ke arahnya.


"Alhamdulillah Ya Allah, abdi sudah dikasih umur panjang. Sampai sekarang abdi teh bisa punya cicit." Sorak Mang Diman bahagia, namun berubah jadi tangis. "Hu...uuu...uuu Neng Izzah, Rayhan. Abah teh tidak menyangka akhirnya bisa punya cicit. Terima kasih sudah merawat Abah sampai bisa sesehat ini. Huuu...uuu....uuu...."


Untuk yang kedua kalinya seumur hidup Izzah, ia melihat Mang Diman menangis setelah saat itu Mang Diman menangisi kepergian Bi Asih.


Izzah mendekati Mang Diman dan mengelus punggung yang mulai terlihat sedikit membungkuk itu.


"Bah, terima kasih karena selama ini sudah selalu menemani Izzah dalam suka maupun duka. Terima kasih karena sudah mau menerima Izzah menjadi anak Abah." Ucap Izzah tulus.

__ADS_1


"Neng, seharusnya Abah yang berterima kasih karena Neng Izzah sama Rayhan teh sudah mau merawat Abah yang tua renta ini. Padahal Abah teh kadang-kadang sering usil, jahil, dan menyusahkan kalian. Sekali lagi terima kasih." Balas Mang Diman sambil mengusap air matanya.


Mang Diman lalu merangkul Rayhan dengan erat.


Setelahnya Izzah dan Rayhan menghampiri Arka dan Arsha berama pasangan mereka masing-masing. Izzah memeluk satu persatu anak-anaknya itu.


"Terima kasih Bang, atas semua kebahagiaan yang sudah Abang berikan untuk Izzah." Ucap Izzah seraya menciumi punggung tangan suami yang sangat dicintainya itu.


"Terima kasih juga untuk Izzah, yang selama ini setia mendampingi Abang. Sudah banyak lika-liku yang kita lalui selama ini. Sekarang Abang mau Izzah berjanji untuk selalu berada disisi Abang hingga maut memisahkan." Ucap Rayhan kemudian mencium kening Izzah.


Riuh tepuk tangan terdengar dari para keluarga dan sahabat. Semua orang benar-benar merasa ikut bahagia.


'Terima kasih yang tak terhingga ku ucapkan pada-Mu Ya Allah, Ya Tuhanku. Terima kasih atas seluruh kebahagiaan ini.' gumam Izzah.


Satu persatu anggota keluarga dan sahabat memberikan selamat pada pasangan Arka dan Nabila serta Arsha dan Devan.


"Menjadi Kakek dan Nenek adalah kado terindah pernikahan kita sayang." Ucap Rayhan sambil merangkul Izzah.


"Iya Bang." Balas Izzah.


"I love you." Ucap Rayhan.


"I live you more." Balas Izzah.


"I love you most." Timpal Rayhan yang membuat keduanya tersenyum bahagia.


Izzah lalu memandang ke arah anak-anaknya yang tengah dikelilingi para keluarga dan sahabat untuk memberikan selamat.


'Aku, Anindia Azizzah. Aku pernah menjadi wanita simpanan Bang Rayhan, yang kini menjadi imamku di dunia dan insyaAllah hingga akhirat kelak. Aku bersyukur karena Allah telah memberiku begitu banyak anugerah. Semuanya terbukti dari banyaknya kesempatan berbuat baik yang datang berkali-kali kepadaku.


Ya Allah, aku berterima kasih atas kesempatan untukku melihat dunia yang indah ini lebih lama dan juga bersyukur kepada-Mu sebab telah diberi tempat yang indah di sekeliling orang-orang yang menyayangi dan mendukung diriku.


Terima kasih suamiku, Rayhan Aditya Wijaya. Aku mencintaimu selamanya....'

__ADS_1


The End


__ADS_2