Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
6. Lomba


__ADS_3

Alia tengah mengendarai mobilnya untuk pergi ke sekolah Dafa, sementara Arka tengah tidur siang.


'Apakah dia tidak tidur malam hari dan terus saja bekerja? Dia benar-benar luar biasa, dan hari ini, aku merasa bahagia ketika dia datang secara tiba-tiba dan mendukung ku.' ucap Alia dalam hati dan tersenyum sembari fokus mengendarai mobil.


Di saat yang bersamaan, Arka terbangun tapi tidak membuka matanya dengan penuh. Dia melihat kearah Alia yang tersenyum lebar.


'Apa yang dia pikirkan sehingga membuat dirinya tersenyum seperti itu? Apakah dia menyukai seseorang di sekolah yang akan dia temui di sana?' pikir Arka dalam hati dengan rahangnya yang mengeras.


'Atau karena Dafa? Dia terlihat begitu menyukai Dafa dan memperlakukan Dafa seperti anaknya sendiri?' pikir Arka lagi dan merasa tenang.


Alia melihat ke arah dirinya dan berkata, "Oh maaf. Apakah aku mengganggu tidurmu?"


"Tidak." Balas Arka dan membalikkan arah pandangannya.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Alia.


"Apa itu?" Tanya Arka balik dan menatap kearahnya.


"Kenapa kau meminta mereka untuk mengusir dan memecat Cherry?"


"Karena dia sudah dengan berani menunjukkan jemarinya kearah keluarga Wijaya." Ucap Arka dan kembali membalikkan kepalanya.


"Oh ya." Ucap Alia dengan rasa kesal.


'Aku bilang karena dia menunjukkan jemarinya kepadamu dia pasti berpikir bahwa kau adalah Alia Wijaya, istrinya kita secara hukum sudah menikah dan aku tidak bisa hanya duduk diam dan melihat pertunjukan yang terjadi. Sudah menjadi tanggungjawab ku untuk menjaga dirimu.' ucap Arka dalam hati dan melirik ke arah Alia.


Wajah Aliah menampilkan ekspresi yang sedih sebelum mereka bisa berbicara mereka akhirnya tiba di sekolah Dafa.


Alia keluar dari dalam mobil dengan cepat dan berjalan masuk ke dalam gedung sekolah.


'Kenapa dia marah? Sekarang begitu sulit untuk mengetahui tentang isi hari dan pikiran seorang wanita.' ucap Arka seraya mengikuti Alia.


Momen saat Alia memasuki auditorium, semua orang menjadi terdiam. Mereka semua melihat ke arah wajah Alia dan mulai membicarakannya.

__ADS_1


"Apakah dia itu adalah Alia Luiz, sang model terkenal itu. Oh ya Tuhan kenapa dia ada di sini?"


Beberapa staf mulai berbicara, mereka bahkan tidak mengetahui bahwa hal yang sudah menikah dengan Arka Wijaya dan kemudian masuk ke dalam ruang auditorium semua orang.


"Mama, Papa...." Teriak Dafa dari kejauhan.


Dia tengah duduk di sebuah kursi. Dafa lalu berlari kearah mereka berdua dan mereka berdua langsung berjongkok dan membuka tangan mereka untuk memeluk Dafa. Dafa memilih untuk memeluk Alia lebih dulu dan terlihat begitu bahagia untuk melihat dirinya ada di sana.


"Bagaimana dengan ku?" Tanya Arka.


Dafa tersenyum dan tertawa kecil, kemudian dia mendekat kearah Papanya Itu dan memeluknya. Beberapa orang tersenyum untuk melihat tingkah mereka Dan beberapa yang lainnya tampak terkejut ketika mereka menyadari bahwa Alia adalah istri dari Arka sementara beberapa wanita lainnya dengar gosip Bagaimana Alia bisa menjadi istri dari Arka wijaya.


Salah seorang guru yang bergosip itu adalah guru les pribadi dari Dafa. Arka kemudian memegang tangan Alia dan berjalan menuju kursi mereka. Alia juga memegang tangan Arka dengan erat dan tersenyum.


"Jadi program apa ini?" Tanya Arka kepada Dafa yang duduk di atas kursi.


Alia membuat Dafa duduk di antara dirinya dan Arka. Sebelum Dafa bicara, guru les Dafa berbicara lebih dulu.


"Ini adalah sebuah tentang program berlari di mana Dafa ikut ambil bagian di dalamnya." Ucap Sang guru dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya di hadapan Arka dan hal itu memperlihatkan belahan dada miliknya.


Guru itu menjadi malu, dia pun minta maaf dan pergi ke arah lainnya


'Bagaimana dia bisa bertingkah begitu arogan?' Ucap Susi di dalam hatinya.


"Bukankah itu sifat yang kelewatan?" Tanya Alia dan melihat kearah Arka.


"Aku tidak suka wanita yang mengumbar tubuhnya seperti wanita itu." Balas Arka tanpa melihat ke arah Alia.


"Iya benar, dia sangat tidak baik." Balas Dafa dan tengah memakan sebatang coklat yang diberikan oleh Alia untuknya.


Alia menggerakkan kepalanya dan mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Bagaimana rasa dari coklatnya sayang?" Tanya Alia setelah Dafa membuat sedikit gigitan.

__ADS_1


Dafa berkata, "ini enak sekali."


Alia tertawa kecil dan berkata, "oke baiklah."


"Papa kemari lah, coba ini." Ucap Dafa kepada Arka hingga akhirnya Arka bisa memakan coklat itu dimana sudah ada bekas gigitan Alia.


Wajah Alia langsung memerah dan dia membalikkan kepalanya.


'Dia begitu mudah merasa malu dan hal itu adalah hal yang menggemaskan Dari dirinya.' ucap Arka dalam hati dan tersenyum.


'Arka hanya bisa menyukai seseorang seperti diriku dan Alia ini tidak pantas untuknya. Tunggu dan lihat saja, aku akan memberikanmu pelajaran." Ucap Susi dalam hati dan memberikan senyuman liciknya.


Ada banyak orang tua yang duduk di kursi, di mana yang sudah ditempatkan di depan panggung. Seorang kepala sekolah datang dan berbicara di hadapan para orang tua siswa lainnya menggunakan mic.


"Saya ucapkan selamat datang kepada anda semua yang berada di ruangan ini. Hari ini kami mempunyai sebuah program, ini lebih tepatnya seperti sebuah kompetisi sebenarnya. Dan ini semua untuk anak-anak kami bersama dengan orang tua mereka. Iya... orang tua mereka diharapkan mengambil tempat di acara ini. Kami akan bermain 2 permainan dan yang pertama anak-anak akan mengambil bagian dan kemudian orang tua mereka. Kami akan menuntun anda dalam permainan ini, jadi jangan khawatirkan. Terima kasih karena sudah datang." Ucap kepala sekolah dan kemudian turun dari atas panggung.


Setelah itu kepala sekolah meminta semua orang untuk pergi ke area taman bermain. Setelah beberapa menit, para orang tua duduk di kursi sementara anak-anak mereka tengah berlari.


Ada 10 anak yang mengambil bagian dalam perlombaan ini, dimana Dafa juga mengambil tempatnya. Seperti biasa, dia melihat ke arah Alia dan Arka sebelum memulai untuk mengambil posisinya dan tersenyum.


Alia dan Arka juga tersenyum, kemudian seorang pelatih menghitung sampai 3 dan meniup peluit untuk menandakan kepada anak-anak untuk memulai pertandingan. Dafa berlari perlahan dan ketika dia melihat bahwa anak lainnya sudah begitu lelah, kecepatan Dafa meningkat dan berlari secepat mungkin.


Dafa berlari perlahan dan ketika dia melihat bahwa seorang anak lainnya begitu kelelahan, dia dengan cepat dan berlari dengan cepat seperti dia bisa mengelilingi dunia ini.


Para guru dan orang tua begitu senang melihat anak-anak mereka bertingkah begitu pintar dan Dafa merasa begitu bangga sebenarnya mereka bisa naik keatas panggung.


Dafa berlari perlahan ketika dia melihat seorang anak lainnya yang kelelahan dan kecepatannya semakin cepat dan semakin cepat.


Para orang tua dan murid begitu takjub melihat anak mereka yang pintar. Alia dan Arka merasa begitu bangga dibandingkan naik ke atas panggung. Dafa berlari ke arah kedua orang tuanya dan memeluk mereka bersamaan.


"Hebat sekali." Ucap Alia dan menepuk punggung Dafa.


Dia meminta kepada Alia untuk ikut bersamanya naik ke atas panggung untuk memenangkan hadiahnya. Kepala sekolah mengucapkan selamat kepada Dafa dan memberikannya sebuah tropi dengan medali emas.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2