Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
AKHIR KISAH


__ADS_3

cara pernikahan Aldi dan Hani pun dilanjutkan kembali stetelah insiden kedatangan Bella yang mengamuk. Setelah Aldi dan Hani selesai bersiap lagi, mereka kembali duduk di depan penghulu.


Dengan mengucap basmalah akad nikahpun dimulai.


"Ananda Aldi Permana bin Indra Permana, saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama Hani Nirwana binti Abdul Haris. Dengan maskawin emas sepuluh gram dan seperangkat alat shalat dibayar tunai." ucap pak Haris dengan serius.


"Saya terima nikahya Hani Nirwana binti Abdul Haris. Dengan maskawin emas sepuluh gram dan seperangkat alat shalat dibayar tunai." balas Aldi dengan satu tarikan nafas.


Semua orang berteriak sah, membuat Hani menitikkan air mata. Begitu pula dengan bu Novi, air mata bahagia mengucur begitu deras tak dapat ditahannya.


Setelah semua proses akad nikah selesai, tak lupa Aldi dan Hani meminta restu pada kedua orang tua mereka. Suasana haru menyelimuti prosesi sungkeman mereka. Terutama ketika Hani meminta restu pada Izzah.


Tangis Hani pecah saat memeluk Izzah, tak henti-hentinya Hani mengucapkan terima kasih pada Izzah. Tak lupa Izzah membisikkan sedikit wejangan kepada adik yang kini sangat mencintainya itu.


"Jadi isteri yang baik ya dik, denger kata suami. Jangan lagi suka ngambek sekarang kamu sudah jadi isteri. Surga isteri itu teretak pada suaminya." bisik Izzah.


"Iya kak, Hani pasti akan jadi istri yang baik untuk kak Aldi seperti kak Izzah." balas Hani memeluk Izzah.


Malam haripun tiba, acara resepsi pernikahan Aldi dan Hani berlangsung meriah. Semua orang merasa begitu bahagia.


Rayhan mengajak Izzah untuk duduk istirahat, karena sejak awal acara resepsi dimulai Izzah terus mendampingi Hani sebagai anggota keluarga yang ikut menyalami tamu.


"Sayang, ayo istirahat dulu. Nanti capek loh, dari tadi berdiri mulu." ajak Rayhan.


Izzah awalnya enggan untuk mengikuti ajakan Rayhan, namun karena bu Ros juga ikut membujuk Izzah, akhirnya Izzah mau duduk. Izzah memilih duduk bersama mang Diman dan bi Asih. Dokter Harun dan Lisa juga ikut duduk bersama mereka.


"Ngomong-ngomong, mamang teh takjub tadi pagi lihat neng Izzah bisa berubah jadi pendekar silat. Asli mulut mamang teh sampai mirip seperti kudanil yang lagi mangap. Saking takjubnya neng." ucap mang Diman membuka obrolan.


Izzah hanya membalas dengan senyuman.


"Mulai sekarang lu harus hati-hati bro sama Izzah. Jangan sampai lu buat Izzah marah. Bisa babak belur lu di hajar sama Izzah. Lihat aja tadi tendangannya waduuuhh parah banget." ucap dokter Harun ikut berbicara.


Rayhan memandang Izzah dalam-dalam.

__ADS_1


"Sayang, sekarang abang baru punya kesempatan untuk nanya. Sebenarnya sejak kapan sayang bisa karate seperti itu?" tanya Rayhan.


Izzah tak menjawab pertanyaan Rayhan, dia hanya tersenyum.


"Izzah itu udah dari kecil jago karate." ucap Ifan yang baru saja bergabung bersama Intan, istrinya.


Rayhan melongo, lalu menatap Izzah kembali.


"Serius?" tanya Rayhan tak percaya.


"Ya serius, hanya saja Izzah memang benar-benar mengeluarkan jurusnya kalau memang sedang marah saja." lanjut Ifan.


Rayhan kemudian berbisik pada Izzah. Rayhan tak dapat menahan dirinya untuk bertanya.


"Maafkan abang sayang, abang mau nanya. Kalau Izzah memang bisa karate, kenapa gak melawan saat dulu disekap mami Lita?" tanya Rayhan berbisik.


"Apalah daya Izzah bang, dibanding preman laki-laki yang berbadan kekar itu." jawab Izzah.


"Kalian teh bisik-bisik apa sih? Mamang jadi kepo." tanya mang Diman.


"Aduh bu, biar tua begini bapak teh tetap gaul. Lihat aja buktinya teman-teman kita ngobrol ini anak-anak muda. Ibarat kata nih ya bu, kalau kita berteman sama tukang parfum kita akan kebagian wanginya. Nah sama juga kayak bapak, bapak kan bergaulnya sama anak-anak muda seperti mereka. Otomatis bapak juga ikutan muda. Buktinya nih ibu bisa lihat wajah bapak sudah seperti berusia dua puluh lima tahun kan." ucap mang Diman panjang lebar.


"Aduuuhh dua puluh lima tahun apanya. Yang ada bapak teh kelihatan delapan puluh tahun." ledek bi Asih.


"Hahahahaha...." semua orang tertawa mendengar obrolan suami istri itu.


Acara resepsi pernikahan Hani dan Aldi berjalan lancar sampai selesai tanpa ada gangguan dari pihak manapun lagi.


Dua hari setelah pernikahan Aldi memutuskan memboyong Hani ikut tinggal di Amerika. Aldi berjanji pada keluarga Hani akan menjaga Hani dengan baik.


Sebenarnya berat bagi bu Novi untuk melepaskan Hani. Namun bagaimanapun juga kini Hani sudah menjadi tanggung jawab Aldi sebagai suaminya.


Sementara itu Izzah mulai menata kehidupannya bersama Rayhan menuju masa depan yang bahagia. Bu Ros juga menunjukkan perhatiannya pada Izzah. Dia sangat menyayangi Izzah. Terlebih kini Izzah tengah mengandung keturunannya, pewaris keluarga Wijaya.

__ADS_1


Bu Ros sangat berharap anak yang di kandung Izzah berjenis kelamin perempuan. Tapi apapun itu, bu Ros berjanji akan selalu menyayangi anak Izzah kelak jika dia sudah lahir nanti. Baik bayi itu berjenis kelamin perempuan maupun laki-laki.


Mang Diman dan bi Asih sesekali tetap mampir ke rumah bu Ros untuk bertemu Izzah. Hubungan yang tercipta diantara Izzah dan mang Diman serta bi Asih sudah seperti anak dan orang tua kandung. Izzah sangat menyayangi dan menghormati mereka berdua. Begitupun sebaliknya, mang Diman dan bi Asih sudah menganggap Izzah seperti anak kandung mereka sendiri.


Meski terkadang kedatangan mang Diman dan bi Asih ke rumah bu Ros menciptakan pertengkaran kecil antara mang Diman dan bu Ros. Mang Diman tetap suka menggoda bu Ros dengan panggilan mak Lampir, sementara bu Ros kini memiliki panggilan khusus kepada mang Diman yaitu, Kalagondang.


"Abang, semoga keuarga kita senantiasa bahagia selamanya ya." ucap Izzah kala itu berbaring di atas ranjang dalam pelukan Rayhan.


"Aamiin, insyaallah sayang. Kini masa depan kita ada disini." ucap Rayhan mengelus perut Izzah.


"Abang sudah punya nama belum untuk anak kita?" tanya Izzah.


"Hemmmm....kalau dia perempuan namanya Izzah Junior, kalau laki-laki Rayhan Junior." jawab Rayhan tertawa.


Izzah ikut tertawa mendengar jawaban Rayhan.


TAMAT.


Assalamualaikum semuanya...


Aku La-Rayya,


Terima kasih ya buat kalian semua yang sudah setia membaca novel AKU WANITA SIMPANAN... 🙏🙏


Untuk sekarang novelnya sampai disini dulu ya. Insyaallah mungkin kedepannya akan ada lanjutan AKU WANITA SIMPANAN Season 2. Doakan saja semoga saya selalu sehat agar bisa terus berkarya ya. Aamiin


Untuk kalian semua yang selalu setia menjadi pembaca karya La-Rayya, aku harap kalian akan mampir di novel terbaru aku yang insyaallah akan segera hadir dengan judul CINTA NORAK NAURA.


CINTA NORAK NAURA alur ceritanya akan berbeda dengan kisah AKU WANITA SIMPANAN. Pokoknya gak kalah seru, insyaallah kalian akan suka.


Tunggu ya waktu release nya... 😊😊


Udah dulu ya sampai disini aja. Semoga kita semua selalu sehat dan tetap jaga protokol kesehatan ya semuanya. Sekali lagi terima kasih atas support kalian semua.

__ADS_1


Wassalam....


La-Rayya 🤗


__ADS_2