
Hampir tengah malam Rayhan tiba di rumahnya. Wajahnya pucat, badan menggigil dengan bibir yang sedikit membiru. Bella yang cemas menunggu Rayhan yang tak kunjung pulang hingga larut malam tengah duduk bersama bu Rosita.
Rayhan masuk ke dalam rumah dengan baju yang basah kuyup. Bella dan bu Rosita kaget melihat Rayhan yang pucat lalu mendekatinya.
"Kamu kenapa Ray?" tanya Bella.
"Bukan urusan kamu." jawab Rayhan ketus.
Bu Ros mendekati Rayhan.
"Dari mana saja kamu Ray, mami sama Bella khawatir banget dari tadi nungguin kamu. Gak biasanya kamu pulang selarut ini Ray, apalagi dengan kondisi kamu yang kayak gini." ucap bu Ros.
"Ini semua gara-gara mami." teriak Rayhan yang hampir saja jatuh sempoyongan.
Bella dengan sigap menahan tubuh Rayhan agar dia tidak terjatuh.
"Ayo Ray, aku bantu ke kamar." ajak Bella.
"Jangan sentuh aku." teriak Rayhan. "Aku bisa sendiri." sambungnya kemudian berjalan sempoyongan menuju kamar tamu.
"Aku gak habis pikir mi, sebenarnya Rayhan kenapa? Apa salah aku sama dia? Kenapa dia bersikap dingin sama aku?"
"Mungkin dia capek Bell." ucap bu Ros.
"Gak mi, sejak awal kami nikah, sikap Rayhan memang sudah dingin sama aku mi. Perlu mami tau aku tidur satu kamar dengan Rayhan itu hanya satu malam mi, malam yang mami buat Rayhan mau nyentuh aku. Setelah itu sampai sekarang Rayhan jangankan untuk tidur bareng Bella, sekedar satu kamar saja dia enggan mi." ucap Bella panjang lebar.
"Kamu yang sabar Bell, mami pasti berusaha biar dia bisa perhatian sama kamu."
"Aku yakin mi, Rayhan pasti balik lagi sama wanita simpanannya itu. Kalau gini terus aku nyerah aja mi."
"Kamu jangan ngomong gitu Bell, kamu tenang aja. Mami bakal berusaha biar Rayhan benar-benar gak akan bisa jauh dari kamu, mami janji." ucap bu Ros.
__ADS_1
"Bella pegang janji mami." ucap Bella seraya berlalu menuju kamarnya.
Awas aja kamu Izzah. Kamu sudah berurusan dengan orang yang salah gumam bu Ros.
Setelah semalaman hujan turun dengan derasnya, pagi ini cuaca kembali cerah. Rayhan mengalami demam, namun dia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah. Rayhan berniat untuk menemui Izzah.
Namun baru saja dia berjalan sampai pintu kamar dia jatuh lalu tak sadarkan diri. Bu Ros dan Bella panik melihat Rayhan yang tergeletak di lantai. Segera bu Ros menelepon dokter Harun yang merupakan dokter pribadi keluarga mereka.
Ini semua gara-gara kamu Izzah. ucap bu Ros.
Setelah dokter datang, bu Ros langsung menuju mobil hendak menuju rumah Izzah.
"Mami mau kemana?" tanya Bella yang melihat mertuanya berjalan terburu-buru.
"Mami ada urusan, tolong jaga Rayhan ya. Mami akan segera kembali." ucap bu Ros seraya berlalu meninggalkan Bella.
Setelah tiga puluh menit bu Ros sampai di rumah mang Diman.
Mang Diman yang mendengar teriakan bu Ros langsung keluar rumah. Sementara Izzah dan bi Asih mengekor dibelakang mang Diman.
"Waahh pagi-pagi ada Mak Lampir datang kerumah. Mau apa kau Lampir?" ucap Mang Diman.
"Diam kau Diman, aku tidak punya urusan denganmu. Dimana si Izzah perempuan licik itu?" teriak bu Ros.
"Saya disini. Ada apa ya?" ucap Izzah.
"Berani juga kau menampakkan wajahmu di hadapanku." seru bu Ros.
"Maaf sebelumnya, apa yang harus saya takutkan. Saya tidak punya masalah dengan ibu." balas Izzah.
"Oohh makin berani kau ya." ucap bu Ros seraya tangannya berusaha menampar Izzah.
__ADS_1
Namun dengan sigap mang Diman menghalaunya.
"Eehh jangan main kasar kau Lampir, mau ku buat kulit keriput mu itu semakin keriput." tantang mang Diman.
"Sialan kau, jangan ikut campur." balas bu Ros.
"Sudah mang gak apa-apa." ucap Izzah.
"Hei kau perempuan kampung, jauhi anakku. Jangan pernah kau dekati dan goda dia. Biarkan dia bahagia bersama istrinya, Bella."
"Maafkan saya bu Rosita yang terhormat. Saya tidak pernah mendekati apalagi menggoda anak anda. Anak andalah yang selalu datang mengganggu hidup saya." balas Izzah.
"Sombong sekali kau. Tak ada gunanya kau mengenakan jilbab besar mu itu jika kelakuanmu saja sangat kotor. Kau hendak merebut suami orang. Dasar pelakor." ucap bu Ros ketus.
"Maaf ya bu, yang seharusnya anda sebut pelakor itu bukan saya, tapi menantu anda sendiri. Dialah yang merebut suami saya."
"Suamimu?" seru bu Ros heran.
Izzah hanya tersenyum, membuat bu Rosita kalap lalu menarik jilbab Izzah. Mang Diman lalu menarik tangan bu Ros untuk melepaskan Izzah.
"Pergi dari sini, atau ku telepon polisi, karena kau telah membuat onar di rumahku." ucap mang Diman.
"Awas kau Diman." kata bu Ros seraya berlalu menuju mobilnya.
"Neng Izzah, baik-baik saja?" tanya bi Asih yang sejak tadi hanya menjadi penonton.
"Izzah gak apa-apa bi. Kalau gitu Izzah berangkat ke toko dulu ya. Assalamualaikum" ucap Izzah.
"Waalaikumsalam." jawab bi Asih dan mang Diman bersamaan.
"Hati-hati dijalan neng, takutnya si Lampir itu berbuat nekat." sambung mang Diman.
__ADS_1
"Ya mang." jawab Izzah seraya melaju mengendarai motor maticnya.