
Sore hari setelah sholat ashar, Izzah memutuskan untuk berkeliling desa. Awalnya ingin berjalan sendiri saja, tapi Rina bersikukuh ikut karena dia bilang sudah tugasnya untuk mengikuti Izzah untuk memastikan Izzah aman. Izzah mengajak Rina kesebuah danau yang ada di desanya.
Sampai danau tak sengaja Izzah bertemu dengan Ifan yang tengah memancing. Ifan kaget melihat kehadiran Izzah.
"Izzah, sejak kapan kau kemari?" tanya Ifan.
"Baru tadi siang Fan. Aku rindu kampung halaman." ucap Izzah.
"Rindu kampung halaman atau rindu padaku?" goda Ifan.
Izzah hanya tersenyum.
"Siapa dia Zah?" tanya Ifan sambil menunjuk Rina.
"Dia Rina, temanku dari kota." jawab Izzah.
Rina terlihat hendak menjelaskan siapa dirinya, namun tangan Izzah mengisyaratkan untuk melarang Rina. Dia hanya bisa tersenyum lalu menyodorkan tangannya kepada Ifan berkenalan.
"Saya Rina." ucapnya.
"Aku Ifan, sahabat sekaligus penggemar berat Izzah sejak kecil." balas Ifan.
Rina tersenyum simpul mendengar ucapan Ifan.
"Zah bagaimana kalau kita naik perahu ketengah danau. Seperti yang sering kita lakukan dulu dimasa kecil." ajak Ifan.
"Boleh Fan." jawab Izzah.
__ADS_1
"Rin, kau mau ikut?" tanya Izzah.
"Tidak nona, saya menunggu disini saja." jawab Rina.
"Baiklah." ucap Izzah.
Rina akhirnya menunggu dipinggiran danau. Dia memilih duduk dibawah pohon dan terlihat sedang mengutak-atik ponsel miliknya.
Sampai ditengah danau Izzah dan Ifan banyak sekali bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing.
"Zah, tadi Intan memanggilmu nona. Sebenarnya siapa dia." tanya Ifan.
"Mmmm dia temanku Fan." jawab Izzah berbohong sambil memainkan jemarinya di air danau yang jernih.
Ifan terlihat tidak percaya. *sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku Zah. gumam Ifan*
"Zah aku telah menemukan gadis yang sangat baik dan aku berencana untuk menikahinya.Dia bernama Intan." ucap Ifan sungguh-sungguh.
Tanpa sengaja jam tangan pemberian Rayhan jatuh kedalam air. Seketika Izzah histeris dan berteriak.
"Ifan tolong aku Fan, jam tanganku Fan, jatuh Fan. Tolong...." teriak Izzah sambil menangis.
Ifan dengan sigap melompat kedalam air mencoba mengambil jam tangan itu. Lumayan lama Izzah menunggu Ifan sampai muncul kepermukaan.
Izzah mulai khawatir, belum sempat Izzah berteriak memanggil Ifan, dia sudah muncul dengan jam itu ditangannya.
"Alhamdulillah yaa Allah, terima kasih Fan." ucap Izzah dengan air mata yang berlinang.
__ADS_1
"Zah, begitu sayangnya kau dengan jam itu." kata Ifan.
"Ini hadiah dari suamiku Fan." ucap Izzah terisak. Melihat jam tangan itu membuat hati Izzah sakit sekali memikirkan hari ini suaminya telah menikah lagi. Izzah kembali menangis, yang membuat Ifan semakin heran.
"Sebenarnya kau kenapa Zah? Apa kau baik-baik saja? Dan sejak kapan kau menikah?“ tanya Ifan.
Izzah tak bisa menjawab apa-apa, dia hanya bisa menangis. *Yaa Allah aku harus kuat, ucap Izzah dalam hati*
Sampai dipinggir danau, Rina yang sedari tadi khawatir karena melihat Izzah berteriak histeris ditengah danau mendekati Izzah. Rina langsung mendekati Ifan lalu mendorongnya.
"Hey, kau apakan nona Izzah? Kenapa nona Izzah sampai menangis seperti itu? Hah?" ucap Rina sambil memegangi leher baju Ifan.
Ifan yang kaget, menjawab dengan terbata-bata.
"Aa....aaa..aaku tidak apa-apain Izzah." ucap Ifan.
Izzah menarik Rina agar melepaskan Ifan.
"Sudah Rin, lepaskan Ifan. Kamu salah paham Rin. Ifan malah membantuku mendapatkan jam tangan yang diberikan Bang Rayhan yang tadi tenggelam." ucap Izzah menjelaskan.
Rina akhirnya mundur dan melepaskan Ifan.
"Maafkan saya." ucapnya sambil menundukkan kepala terhadap Ifan.
"Makanya neng, lain kali nanya dulu. Jangan main asal tuduh aja. Lagian jadi cewek kok sangar banget." jawab Ifan sambil tersenyum meledek Rina.
"Sudah-sudah, yang penting sekarang semuanya sudah clear. Gak ada salah paham lagi." ucap Izzah.
__ADS_1
"Iya, tapi sekarang jelasin semuanya sama aku. Siapa sebenarnya Rina, dan sejak kapan kamu nikah Zah? Kenapa gak ngundang-ngundang aku?" cecar Ifan.
Izzah akhirnya menceritakan semua yang terjadi padanya saat pertama kali sampai di kota. Sampai pada pertemuannya dengan Rayhan dan menikah. Ifan yang mendengar cerita Izzah sangat geram dengan perlakuan Ibu tiri Izzah. Awalnya Ifan hendak pergi ke rumah Izzah ingin melabrak Ibu tiri Izzah. Namun Izzah melarangnya dengan alasan bahwa kini dia sudah bahagia. Jangan sampai ayahnya tahu tentang kejadian yang menimpanya dulu di kota.