Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
RESTU BU ROS


__ADS_3

"Bang kita mampir yuk, ke rumah abang." ajak Izzah.


"Ngapain?" tanya Rayhan yang tengah fokus menyetir dengan menatap jalanan yang macet.


"Ketemu mami bang." jawab Izzah. "Abang harus bicara dari hati ke hati sama mami."


"Abang malas sayang. Lagi pula abang juga capek banget."


"Jangan gitu dong bang. Abang gak lihat tadi gimana sedihnya mami atas ucapan Bella. Nah sekarang itu abang harus menghibur mami, biar mami gak sedih lagi." bujuk Izzah.


"Baiklah kalau itu mau Izzah." balas Rayhan.


"Gak usah bang, kalau abang ngelakuin itu terpaksa karena Izzah lebih baik gak usah. Izzah maunya abang itu tulus dari hati mau menghibur mami. Maafkanlah mami bang. Izzah tau yang mami lakukan itu salah, jelas abang marah dan kecewa. Begitupun Izzah bang, tapi balik lagi semuanya sudah takdir dari Allah. Sekarang sudah saatnya kita berbaikan dengan mami bang. Agar hubungan pernikahan kita dapat berkah dari Allah karena mami sudah memberi restu. Apapun itu yang penting abang jangan jadi anak durhaka." ucap Izzah panjang lebar.


"Baiklah sayang, sekarang juga kita ke rumah mami." balas Rayhan tersenyum.


Sementara itu di dalam mobil yang lain, mang Diman tengah menasehati Yusuf yang duduk di kursi depan dengan pak sopir.


"Eh nak Yusuf, lain kali dipikir dulu atuh sebelum bertindak. Untung neng Izzah teh baik, coba aja dia gak bela kamu, Rayhan pasti sudah memasukkan kamu ke penjara." ucap mang Diman.


Yusuf hanya tertunduk, perasaan bersalah masih bergelayut dihatinya.


"Saya benar-benar khilaf mang. Bella menghasut saya dengan bilang bahwa Rayhan itu orang jahat, jadi satu-satunya cara buat nyelamatin Izzah dari Rayhan yaitu dengan menjalankan rencananya dia. Saya merasa sangat bersalah pada Izzah mang." jawab Yusuf.


"Bertaubatlah nak Yusuf, jangan lagi mudah terhasut oleh perkataan-perkataan orang yang belum tentu kebenarannya. Apalagi tidak ada buktinya." lanjut mang Diman.


"Iya mang." ucap Yusuf.

__ADS_1


"Kalau bibi teh sangat berharap nak Yusuf bisa segera menemukan pendamping hidup, biar tidak terlalu masih memikirkan neng Izzah. Bagaimanapun neng Izzah kan sudah punya suami, gak baik buat nak Yusuf terus-terus memikirkan neng Izzah." saran bi Asih.


"Iya bi, doakan yang terbaik ya buat Yusuf. Semoga saya bisa mendapatkan wanita yang sholehah setidak-tidaknya seperti Izzah." balas Yusuf.


Mang Diman menggeleng mendengarkan jawaban Yusuf.


"Mamang teh gak heran banyak yang suka sama Neng Izzah. Dulu si Ifan, sekarang nak Yusuf. Neng Izzah teh mana cantik, baik, sholehah juga. Coba mamang teh masih muda mungkin juga jatuh hati sama Neng Izzah. Tapi mamang mah sudah cinta mati sama isteri mamang yang cantiknya sejagat raya." ucap mang Diman sambil mencubit pipi bi Asih.


"Isshhh bapak aya-aya wae." jawab bi Asih tersenyum.


*****************************


Rayhan dan Izzah tiba di rumah bu Ros. Mereka memasuki rumah dengan bergandengan tangan. Izzah tersenyum ke arah Rayhan, sementara Rayhan terlihat sedikit tidak nyaman berada di rumahnya sendiri.


Bu Ros tengah duduk di ruang keluarga memegang figura yang terdapat foto dirinya dengan suaminya beserta Rayhan.


Rayhan dan Izzah melihat semuanya dari belakang. Hati Rayhan teriris melihat bu Ros yang sesenggukan. Seketika Rayhan berjalan ke arah bu Ros lalu bersimpuh di kakinya.


"Mi maafin Rayhan, selama ini mungkin Rayhan egois jarang punya waktu buat mami." ucap Rayhan terisak.


Bu Ros yang kaget akan kedatangan Rayhan tak kalah sendunya. Air matanya mengalir deras. Dia memegang bahu Rayhan, berusaha mengangkatnya agar bangun.


"Nak, justru mami yang seharusnya minta maaf. Mami udah berdosa karena menghilangkan nyawa cucu mami sendiri. Mami benar-benar orang tua yang jahat karena sudah berusaha memisahkan kamu dengan wanita yang benar-benar kamu cintai. Selama ini mami juga selalu memaksakan kehendak mami terhadap kamu. Untuk itu semua mami minta maaf Ray." isak bu Ros.


Rayhan memeluk bu Ros dengan erat.


"Rayhan sudah maafin mami." balasnya.

__ADS_1


Setelah keduanya sudah merasa lega karena sudah mengeluarkan isi hatinya masing-masing, bu Ros lalu menatap Izzah yang sedari tadi berdiri menatap mereka berdua.


"Ray, mami mau bicara berdua sama Izzah boleh?" tanya bu Ros.


Awalnya Rayhan ragu untuk meninggalkan mereka berdua, namun Izzah mengangguk ke arah Rayhan.


"Boleh kok mi, ya udah Rayhan tunggu di ruang tamu ya." jawab Rayhan.


Bu Ros mengangguk, lalu Rayhan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Izzah ayo duduk sini." panggil bu Ros.


Izzah kemudian melangkah lalu duduk disamping bu Ros. Bu Ros menatap Izzah lekat, lalu memegang tangan Izzah.


"Izzah.... Mami minta maaf ya, selama ini mami sudah jahat sama kamu. Apalagi kesalahan terfatal yang mami lakukan adalah membuat kamu celaka dan kehilangan cucu mami sendiri. Mungkin untuk kesalahan itu, kata maaf akan susah untuk mami dapat dari kamu. Tapi Zah, mami benar-benar tulus meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan yang pernah mami perbuat sama kamu." ucap bu Ros sambil menghela nafas panjang.


"Mi, Izzah sejak awal sudah memaafkan semua kesalahan mami. Izzah juga minta maaf mungkin selama kehadiran Izzah membuat hubungan mami dan bang Rayhan jadi renggang. Tapi sama sekali tidak ada maksud Izzah untuk membuat bang Rayhan dan mami berjauhan." balas Izzah.


"Mami tau Zah, semuanya kesalahan mami karena tidak bisa menerima kamu sebagai menantu. Keegoisan mami lah yang membuat hubungan mami dan Rayhan jadi renggang. Sejak kematian papi nya, Rayhan tak pernah terlihat bahagia. Masa mudanya berbeda dengan teman-temannya. Ketika teman-temannya bisa bebas bergaul dan bermain-main, Rayhan harus dihadapkan dengan situasi dimana dia harus menjadi dewasa lebih cepat dengan menjalankan bisnis papi nya. Dialah yang menjadi penopang hidup mami. Dia selalu nurut sama mami, dia selalu melakukan apa yang mami minta. Namun sejak kehadiranmu, dia berubah. Binar-binar kebahagiaan muncul di matanya. Raut wajahnya begitu berbeda, senyuman selalu menghiasi hari-harinya. Awalnya mami bahagia, namun setelah mami tau kebahagiaan itu disebabkan oleh kamu, dan Rayhan mulai membangkang sama mami, mami tak terima. Sejak saat itu mami mulai menghalalkan segala cara agar kalian bisa berpisah." bu Ros menghela nafas panjang, kemudian melanjutkan bicaranya.


"Sekarang mami sudah merestui hubungan kalian. Berbahagialah bersama Rayhan dan mami berharap kamu tidak akan mengecewakan dia."


"Insyaallah Izzah janji mi, gak akan mengecewakan bang Rayhan." jawab Izzah.


"Terima kasih Izzah, kamu memang benar-benar wanita yang baik." ucap bu Ros lalu memeluk Izzah.


Rayhan yang sedari tadi ternyata menguping pembicaraan mereka bernapas lega. Senyuman menghiasi bibirnya.

__ADS_1


"Terima kasih ya Allah untuk kebahagiaan ini." gumam Rayhan.


__ADS_2