
Di villa yang dulu pernah ditempati Rayhan dan Izzah saat pertama kali bertemu, bu Ros menunggu kedatangan orang suruhannya membawa mami Lita.
Tak lama suara mobi tepat berhenti di depan villa. Orang suruhan bu Ros menyeret paksa mami Lita masuk ke dalam villa.
"Lepasin...." pekik mami Lita.
"Diaam." teriak orang suruhan bu Ros.
"Silahkan duduk." ucap bu Ros basa basi.
"Oh jadi kamu yang nyuruh orang-orang ini." ucap mami Lita.
"Iya, aku yang nyuruh mereka, memangnya kenapa?"
Mami Lita lalu dudukdu sebuah kursi yang telah disediakan.
"Mau apa sebenarnya aku dibawa kesini?" tanya mami Lita.
"Kamu hanya perlu jawab pertanyaanku." jawab bu Ros.
"Memang aku bakalan dapat apa makanya sampai harus jawab pertanyaan kamu."
"Jaga sopan santun kamu kalau ngomong sama aku." hardik bu Ros.
"Siapa kamu sampai aku harus sopan santun sama kamu."
Bu Ros terlihat geram, air dalam gelas yang ada di hadapannya di buang ke wajah mami Lita.
"Kurang ajar kamu." teriak mami Lita hendak menyambar bu Ros.
Dengan cepat bodyguard bu Ros menarik rambut mami Lita.
"Aaawww...." pekik mami Lita.
"Jangan macam-macam kamu..." hardik bodyguard bertubuh kekar itu.
Mami Lita meringis kesakitan.
"Sekarang jawab pertanyaanku, apa benar Rayhan membayar Izzah dari kamu?" tanya bu Rosita.
"Tentu saja benar, untuk apa aku bohong." jawab mami Lita sambil masih memegang kepalanya.
"Jawab dengan jujur, awas saja kalau kamu sampai bohong." ucap bu Ros. "Lalu apa benar Izzah itu dijual ibunya sendiri?"
"Iya" jawab mami Lita singkat.
"Terus berapa lama Izzah tinggal di tempat lokalisasi kamu sampai Rayhan datang dan membayarnya?"
Mami Lita terlihat berpikir saat mau menjawab pertanyaan bu Ros.
"Kenapa kamu diam? Ayo jawab." hardik bu Ros.
__ADS_1
Mami Lita masih saja terdiam, karena masih memikirkan janjinya pada Bella untuk tidak memberi tahu siapapun tentang Rayhan yang membayar Izzah pada malam itu juga saat Izzah dijual ibunya. Bella telah memberi uang dengan jumlah yang banyak pada mami Lita agar tutup mulut.
"Ka...kalau itu...."
"Jawab yang jujur, awas saja kalau kau berbohong. Aku gak akan segan-segan menyuruh mereka menyakiti kamu. Aku juga dengan mudah bisa menutup tempat usaha kamu." teriak bu Ros.
"See...seminggu." ucap mami Lita gugup.
"Sepertinya kau berbohong. Alex, Toni, kalian urus perempuan ini. Dan kalian yang lainnya, segera hancurkan rumah wanita kotor ini."
"Taa....taa...tapi aku sudah menjawab jujur." jelas mami Lita.
"Yakin kamu jujur, kenapa kamu bicara dengan gugup."
Bu Ros mengangguk ke arah Alex dan Toni. Mereka berdua maju, lalu mengikat tangan mami Lita.
"Tolong lepasin aku. Aku sudah menjawab dengan jujur." ucap mami Lita.
"Kalau kau jujur? Kenapa kau gugup dan terlihat takut?"
"Aa...aa...aku...."
"Sudahlah, Alex, Toni vepat urus dia." ucap bu Ros.
Orang yang disuruh bu Ros mendekati mami Lita dengan membawa sebuah cambuk. Mami Lita yang melihat mereka mendekat bergeridikn ngeri.
"Ampun...ampun." pekik mami Lita "Jangan apa-apakan aku. Baik-baik aku akan jujur." lanjutnya.
Bu Ros menyeringai, "Ayo cepat jelaskan." perintah bu Ros.
"Terus sebelumnya kenapa kamu bilang Izzah sudah seminggu berada di tempat kamu sebelum Rayhan datang.?"
"Ii... iii... itu karena Bella yang memintaku berbohong." jawab mami Lita gugup.
"Bella? Memang apa yang sudah Bella berikan padamu sampai kau mau menuruti perintahnya?"
"Bella memberiku uang yang banyak." balas mami Lita takut karena bodyguard bu Ros yang berdiri di sampingnya mengayunkan cambuk.
"Baiklah, kalau begitu lepaskan dia. Antar dia kembali ke rumahnya." perintah bu Ros.
Mami Lita melongo mendengar ucapan bu Ros.
"Aku bisa pergi?" ucap mami Lita tak percaya.
"Apa kau tidak mau ku bebaskan? Atau kau mau ku beri pelajaran?" gertak bu Ros.
"Ti.. tiii... tidak. Terima kasih sudah mau membebaskanku." ucap mami Lita.
"Cepat pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran." ucap bu Ros.
Dengan cepat mami Lita pergi dari hadapan bu Ros.
__ADS_1
Setelah kepergian mami Lita, bu Ros pun keluar menuju mobilnya.
Awas kau Bella, kau harus bertanggung jawab atas semuanya.
Bu Ros sampai di rumah Bella sore hari.
"Eeehh jeng Ros, tumben datang kesini? Ada apa ya?" tanya bu Mila yang tengah duduk bersama suaminya di ruang tamu.
"Dimana Bella?" tanya bu Ros.
"Bella agi berenang, ada perlu apa jeng Ros ketemu Bella?" tanya bu Mila lagi.
Bu Ros tak menggubris pertanyyan bu Mila. Bu Ros pergi begitu saja menuju kolam rumah Bella.
"Ada apa ya pa?" tanya bu Mila pada suaminya.
"Sepertinya ada hal yang serius. Mama lihat tadi raut wajah bu Ros terlihat begitu emosi. Lebih baik kita susul dia." ucap pak Seno.
Mereka berdua berjalan menuju kolam mengikuti bu Ros.
Bella tengah berbaring di kursi panjang yang tersedia di sisi kolam mengenakan baju renang. Dia tengah mengobrol dengan seseorang via telepon.
[Kedengerannya lu lagi seneng Bell.] ucap seorang wanita lawan bicara Bella.
[Gimana gak seneng, semua rencana gue buat menghancurkan si pelakor itu berhasil.] jawab Bella.
[Emang lu udah ngelakuin apa Bell?]
[Ada deh, yang jelas gue gak mau orang yang merusak kebahagiaan gue bahagia. Pertama dia udah ngerebut Rayhan dari gue, nah sekarang adiknya malah merebut Aldi dari gue.]
[Emang lu cintanya sama siapa sih sebenarnya?]
[Gue itu cintanya sama Rayhan sampai sekarang. Cuma karena papa tahu kesalahan gue dan mau ngirim gue ke Jerman, terpaksa gue pura-pura cinta sama Aldi biar bisa tetap disini buat nunjukin sama papa kalau gue bisa berubah dan sudah move on dari Rayhan.]
[Terus kenapa lu tetap aja ngerusak acaranya Aldi dengan mempermalukan si pelakor itu?]
[Lu denger ya, ibarat kata pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Gue mau hancurin keluarga si pelakor itu sehancur-hancurnya. Pertama si Izzah dibenci sama maminya Rayhan, kedua orang tuanya Aldi otomatis gak bakalan setuju dong punya besan yang udah jual anaknya sendiri.]
[Jual anak sendiri? Maksud lu?]
[Ceritanya panjang, besok kalau ketemu gue ceritain deh.]
[Terus-terus sekarang maminya Rayhan udah benci dong sama menantunya itu?]
[Jelas aja benci, emang ya tante Ros itu bego banget. Mudah aja buat gue kompor-komporin. Hahahaha.]
[Jahat banget lu Bell, ngatain mantan mertua lu bego.]
[Emang bener bego, lagian gue juga udah benci sama dia. Setelah gue cerai dari Rayhan dia malah ngedukung hubungan Rayhan sama pelakor itu, gimana gue gak gedek. Iiihh pokoknya gue mau keluarga Rayhan dan pelakor itu hancur. Gak rela gue mereka bahagia, enak aja. Ya udah deh Rin, gue mau berenang dulu ya. Entar lanjut lagi. Bye...]
[Bye Bell.]
__ADS_1
"Hemmm lebih baik aku berenang dulu deh, ngadem." ucap Bella setelah sambungan telepon terputus.
Bella sama sekali tak menyadari kehadiran bu Ros serta orang tuanya yang berdiri di belakangnya sejak tadi.