
Izzah tengah duduk menyendiri di depan jendela kamar hotel yang pernah di datanginya bersama Rayhan waktu itu.
Rayhan memutuskan untuk mengajak Izzah berdiam diri sementara waktu di hotel itu sampai kondisi sudah kondusif. Karena beberapa waktu ini kemana pun Izzah pergi selalu dikejar paparazi guna mencari klarifikasi Izzah soal beritanya yang viral.
Tak hanya itu kebanyakan orang pun selalu memandang sinis terhadap Izzah. Bahkan kini toko kue milik Izzah sudah sepi orderan, hingga Izzah memutuskan untuk menutup toko kuenya untuk sementara waktu.
Rumah mang Diman pun tak luput dari kerumunan wartawan yang mencari informasi seputar tentang sosok Izzah yang diberitakan menjalin hubungan terlarang dengan pengusaha terkenal Rayhan Aditya Wijaya hingga menyebabkan dirinya hamil diluar nikah. Begitulah rumor yang beredar kini di masyarakat luas karena pemberitaan yang massive di media sosial maupun televisi.
"Bang sampai kapan terus begini? Izzah lelah bang." ucap Izzah seraya menghela nafas panjang.
"Sabar ya sayang, abang lagi mengumpulkan bukti untuk mematahkan semua rumor yang sudah terlanjur beredar sayang." jawab Rayhan.
"Berapa lama lagi bang? Ini sudah hari ketiga semenjak berita itu pertama kali muncul. Izzah lelah bang kemana-mana dihujat, dihina bahkan beberapa orang gak segan lemparin sayuran atau buah busuk ke arah Izzah bang." isak Izzah.
"Izzah yang sabar ya, abang masih berusaha mencari alamat pak penghulu yang menikahkan kita dulu." ucap Rayhan sambil mengelus kepala Izzah. "Izzah tau kan dulu abang menikah dengan Izzah itu terpaksa, jadi abang nyuruh anak buah abang untuk nyariin penghulu buat nikahin kita. Sementara untuk saksi-saksinya kebetulan orang kepercayaan abang. Jadi tinggal pak penghulunya aja sayang." sambung Rayhan.
"Kenapa harus sampai nyari penghulunya? Kenapa harus hadirkan saksi-saksi? Bukannya abang pernah bilang kalau abang punya foto-foto saat kita menikah dulu?" cecar Izzah.
__ADS_1
"Bahkan abang punya videonya sayang. Tapi, jaman sekarang orang-orang gak akan percaya jika hanya melihat foto atau video. Orang-orang akan bilang, bisa saja foto atau video itu rekayasa. Untuk itu abang ingin menghadirkan mereka, agar bukti bahwa kita sudah menikah dulu, menjadi lebih kuat." jawab Rayhan panjang lebar.
Izzah terisak, dia tak mampu berkata apa-apa.
"Sayang, percaya sama abang. Insyaallah semuanya akan baik-baik saja. Sekarang abang minta kuatkan hati Izzah, tegarlah demi anak kita yang ada dalam kndungan Izzah. Bersabarlah, anggap semua ini ujian dari Allah sebagai penguat hubungan kita sayang." lanjut Rayhan.
"Abang benar, seharusnya Izzah harus lebih kuat dan tegar menghadapi semua ini. Izzah ingin jadi ibu yang kuat untuk anak Izzah, agar kelak dia juga menjadi anak yang kuat menghadapi kerasnya kehidupan di dunia ini. ucap Izzah seraya menyeka air matanya.
"Nah gitu dong. Ini baru Nyonya Rayhan yang sesungguhnya." balas Rayhan.
[Halo bos, saya sudah menemukan keberadaan pak Rahmat. Sekarang bos tinggal kerumahnya saja.] ujar Budi, orang suruhan Rayhan.
[Terima kasih Bud, sekarang kamu shareloct aja nanti aku nyusul ke sana.] ucap Rayhan.
[Baik bos.] jawab Budi.
Setelah mendapat pesan berisi lokasi pak Rahmat, Rayhan dengan segera meluncur ke rumah pak Rahmat.
__ADS_1
Kurang lebih satu jam perjalanan, akhirnya Rayhan sampai di rumah pak Rahmat. Rayhan langsung mengutarakan maksud kedatangannya pada pak Rahmat setelah mereka bertemu.
"Wah pantas saja, sejak saya nonton berita di tv, saya sempat bergumam. Perasaan saya pernah liat orang ini, tapi dimana ya? Ternyata itu pak Rayhan orang yang pernah saya nikahkan dulu. Gak nyangka saya pernah menikahkan orang terkenal." ucap pak Rahmat.
"Saya tidak terkenal kok pak. Saya kan bukan artis." ucap Rayhan terkekeh. "Nah terus gimana sekarang pak? Saya sangat berharap bapak bersedia hadir sebagai saksi saya di acara konferensi pers besok yang akan saya adakan di kantor saya." sambung Rayhan.
"Konferensi pers itu apa pak Rayhan?" tanya pak Rahmat.
"Hemmm gimana ya saya jelasinnya ke bapak, intinya besok saya mengundang wartawan. Mengajak mereka bertemu untuk menjelaskan semuanya kalau semua berita yang beredar itu bohong. Saya dan istri saya Izzah, memang sudah menikah dahulu dan bapak sebagai penghulunya. Nantinya juga bapak pasti akan ditanya-tanya wartawan." jawab Rayhan.
"Berarti saya akan masuk tv?" tanya pak Rahmat kembali.
"Benar sekali." jawab Rayhan.
"Waahh kalau begitu saya pasti mau pak. Biar semua keluarga dan orang-orang yang kenal saya pada bangga liat saya masuk tv." ucap pak Rahmat terkekeh.
Setelah itu Rayhan berpamitan untuk pulang. Sampai hotel Rayhan memberi tahu Izzah agar bersiap-siap untuk hari esok, karena mereka akan melakukan konferensi pers.
__ADS_1