
Ariel membawa Amira pergi ke ruang perawatan di kampus. Amira berbaring diatas tempat tidur.
"Katakan pada Kak Dafa untuk tidak membuat keluarga Febby bangkrut." Ucap Amira.
Ariel menatap Amira dan mengusap kepalanya lembut.
"Jangan terlalu baik, kebaikan mu itu akan membawa bencana padamu, biarkan dia melakukan apa yang ingin dia lakukan." Ucap Ariel.
Amira menghela napas dan berkata pada Ariel, "kembalilah ke dalam kelas."
"Aku sedang tidak ingin belajar." Ucap Ariel dengan menggelengkan kepalanya.
"Yang benar saja!" Balas Amira tampak heran. "Aku hanya bersin sedikit, kau tidak harus membawaku kemari." Lanjut Amira.
Setelah lima menit, Ariel dan Amira kembali ke kelas mereka. Dosen Amira tampak begitu sedih. Amira pun berjalan mendekat ke arahnya.
"Pak, kenapa anda seperti ini?" Tanya Amira.
Pak Kim menghela napas panjang.
"Amira, jika aku tidak meminta mu untuk memaafkan kesalahan Febby maka orang tuanya akan mengambil semua properti ku."
Amira menjadi kesal setelah mendengarkan hal itu.
"Aku terlalu baik karena memaafkannya." Ucap Amira dengan marah.
Amira lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya kemudian menelepon Dafa.
"Halo Kak." Ucap Amira pada Dafa
Dafa tengah di kantor saat ini.
"Apa kau tidak punya kelas sekarang? Atau dosen memang mengizinkanmu untuk menelepon di dalam kelas?" Tanya Dafa.
"Ayolah Kak, aku punya satu permintaan." Ucap Amira.
"Katakan saja." Ucap Dafa pada Amira.
"Bisakah kakak mentransfer lima puluh persen dari keluarga Febby pada pamannya, Pak Kim." Ucap Amira menjelaskan semuanya pada Dafa.
"Itu akan sangat bagus, aku akan melakukannya." Balas Dafa menyetujui ucapan Amira.
"Terima kasih." Ucap Amira berterima kasih pada Dafa lalu menutup sambungan telepon.
"Pak, anda tidak perlu khawatir sekarang, Bapak hanya perlu menjaga perusahaan Bapak." Ucap Amira pada Pak Kim, dosennya.
Pak Kim berterima kasih kepada Amira karena hal itu.
Semua mahasiswa lainnya bersorak ria untuk Amira.
Amira lalu berjalan ke arah bangkunya lalu duduk. Ariel juga kembali ke bangkunya dan tersenyum pada Amira.
"Sayang, ayo kita pergi makan siang." Ucap Ariel pada Amira.
"Sayang!!! Jangan panggil aku seperti itu." Balas Amira.
Amira pun akhirnya setuju untuk pergi makan siang dengan Ariel.
"Apa kami boleh ikut?" Tanya Calvin seraya menatap Cindy.
__ADS_1
"Yup, tentu saja." Balas Amira.
Setelah kelas mereka berakhir, Amira pergi ke mobilnya dan mulai menyalakan mesinnya. Ariel mengikutinya.
"Kau seharusnya menunggu, sama seperti mereka." Ucap Amira.
"Bagaimana mungkin aku meninggalkan mu sendiri." Ucap Ariel dan duduk di dalam mobil.
Amira menghela napas dan pergi menjemput Calvin dan Cindy.
Mereka lalu pergi ke sebuah restoran yang bagus.
"Pesanlah sebanyak yang kalian mau. Aku yang traktir." Ucap Ariel.
Mereka semua memesan banyak makanan dan mulai makan.
Setelah selesai makan, mereka semua keluar dari dalam restoran dan pergi ke taman yang berada dekat dengan restoran itu. Mereka berjalan kaki untuk pergi kesana. Ariel memegang tangan Amira dan berjalan bersama.
"Lepaskan tanganku, ini berkeringat." Ujar Amira.
Ariel tidak melepaskan tangan Amira dan tidak menghiraukannya. Amira melihat toko es krim.
"Ayo kita makan es krim." Ucap Amira pada mereka semua.
Mereka semua lalu pergi ke toko es krim itu dan membeli es krim pilihan mereka
"Sangat enak untuk makan es krim setelah makan siang." Ucap Amira dengan bahagia.
Cindy menyetujui ucapan Amira.
'Bodoh, kau bisa memesan es krim jika kau ingin memakannya tadi di restoran.' ucap Ariel dalam hati.
Amira mengantar Cindy dan Calvin ke rumah mereka. Sebelumnya Alia sudah mengatakan kepada Amira untuk mengajak Ariel makan malam di rumah mereka.
Amira lantas masuk ke dalam kamarnya setelah dia dan Ariel tiba di rumahnya.
"Ariel..." Ucap Mama Ariel.
"Kapan Mama datang kemari?" Tanya Ariel pada mama nya.
"Mama datang kemari sejak siang tadi dan Mama berada di dapur membantu sahabat Mama." Ucap Mama Ariel.
Amira sudah mengganti pakaiannya dan turun ke lantai bawah. Dia menyapa Mama Ariel dengan sopan.
"Oh ya Tuhan, Amira kau tampak lebih cantik." Ucap Mama Ariel pada Amira.
Amira berterima kasih atas pujian yang diberikan padanya itu.
Setelah beberapa saat, Dafa pun tiba di rumah...
Dafa mengusap kepala Amira dan berkata, "bagaimana hari mu?"
Amira tersenyum dan menjawab, "menakjubkan."
Dafa tersenyum dan pergi ke kamarnya. Dia lebih dulu memanggil Ariel dan memberikan pakaiannya pada Ariel untuk mengganti pakaian yang ia kenakan sejak pagi tadi.
Mereka berdua lalu turun ke lantai bawah bersama setelah mengganti pakaian.
Amira melibat ke arah Ariel saat dia keluar dari kamar Dafa. Ariel lantas mengedipkan matanya dan menyeringai ke arah Amira. Amira pun merona malu.
__ADS_1
Mama Ariel dan Alia melihat ke arah mereka berdua. Mereka tersenyum bersama dan mengatakan, "ayo kita bermain sebuah permainan."
Dafa dan Ariel mulai menyiapkan sesuatu untuk permainan itu.
Amira berjalan mendekat ke arah mereka dan berkata, "apakah aku bisa membantu kalian?"
"Tidak. Bantuan mu bukanlah meringankan pekerjaan ini malah semakin memperbanyak pekerjaan." Ucap Dafa.
Mendengar hal itu, Ariel pun tertawa.
"Kakak!!!" Ucap Amira pada Dafa.
Amira lalu pergi dan duduk di sofa kemudian mulai menonton televisi. Dafa dan Ariel pergi ke taman dan membawa karambol untuk dimainkan. Keduanya memanggil Mama mereka dan juga Amira, tapi Amira tidak pergi ke taman.
Di taman, mereka berempat tengah bermain karambol. Amira mulai merasa bosan menonton televisi, jadi dia pergi ke taman untuk melihat mereka bermain.
Ariel memenangkan tiga kali permainan dan yang lainnya kalah darinya.
"Heh, aku bisa mengalahkan mu." Ucap Amira pada Ariel.
"Kenapa kalian tidak duel saja." Ucap Mama Ariel.
Amira dan Ariel setuju dan bermain. Amira menang melawan Ariel. Pada akhirnya Ariel berkata, "jika aku menang, apakah kau akan mengabulkan permintaan ku?"
"Menang lah lebih dulu dan setelah itu katakan." Ucap Amira dengan penuh percaya diri.
"Katakan kau setuju atau tidak?" Tanya Ariel.
"Oke, baiklah." Ucap Amira setuju.
Setelah Amira setuju, Ariel malah menang melawannya. Pada akhirnya Amira kalah dan Ariel menang.
Ariel menyeringai dan berkata, "ikuti permintaan ku sekarang."
"Apa?" Tanya Amira.
"Aku akan mengatakannya padamu nanti." Ucap Ariel dengan menyeringai.
Sekarang waktunya mereka untuk makan malam. Mereka semua duduk bersama saat Papa mereka tiba.
Amira merasa begitu puas akan rasa makanan yang disajikan.
"Masakan Tante sangat enak." Ucap Amira.
"Ini adalah masakan Mama mu." Ucap Mama Ariel.
Amira menatap mama nya dan berkata, "terima kasih untuk makanannya."
Alia merasa begitu bahagia dan berkata, "makanlah yang banyak."
Ariel duduk di samping Amira, dia mendekatkan dirinya ke arah Amira dan berbisik di telinganya.
"Bawa aku ke kamar mu setelah makan nanti." Ucap Ariel seraya meniup telinga Amira.
Amira pun tersedak makanannya. Ariel langsung memberikan air padanya.
"Badjingan." Balas Amira berbisik.
Bersambung....
__ADS_1