Aku Wanita Simpanan

Aku Wanita Simpanan
Akad nikah


__ADS_3

Esoknya ... Hari pernikahan pun tiba.


Arka dan Devan terlihat duduk di masing-masing tempat duduk yang sudah tersedia. Keduanya sama-sama terlihat gagah dan tampan dengan mengenakan pakaian adat berwarna putih.


Arka duduk berhadapan dengan wali hakim yang akan menikahkannya dengan Nabila, karena Nabila tidak mempunyai sanak keluarga yang lain selain ibunya.


Sementara Devan duduk berhadapan dengan Rayhan selaku ayah dari Arsha yang akan menjadi wali nikah bagi puterinya itu.


Akad nikah pun berlangsung. Dimulai dengan Arka yang terlebih dahulu mengucapkan ijab kabul, disusul Devan yang terlihat sedikit gemetar karena berhadapan dengan Rayhan, ayah mertuanya.


"Sah!" sahut masing-masing dua saksi saat pengulu mengajukan pertanyaan.


Riuh doa terdengar dari para tamu undangan yang hadir dan menyaksikan dua akad nikah langsung di depan mata mereka.


Di ruangan lain, Bu Maya memeluk Nabila dengan erat. Ia merasa akhirnya tanggung jawab sebagai orang tua telah selesai. Begitu juga dengan Izzah, ia menciumi Arsha berkali-kali dan memeluknya erat.


"Udah dong Bu, make up aku nanti luntur loh. Kan malu kalau keluar eyeliner aku meleleh." Ucap Arsha mencoba menenangkan Izzah.

__ADS_1


Izzah tersenyum, sembari kembali menciumi puterinya itu.


Selang beberapa saat kemudian, dari sisi kanan terlihat Arsha dan Nabila yang menggunakan pakaian senada dengan kedua mempelai laki-laki berjalan dengan sosok tiga wanita hebat di samping mereka.


Jika biasanya pengantin wanita berjalan bersama dengan dua orang yang mengapitnya, namun berbeda dengan pernikahan Arsha dan Nabila. Sisi paling kanan ada Bu Maya memegang tangan Nabila dan diapit oleh Izzah. Kemudian di sebelah Izzah ada Arsha yang disampingnya berjalan Mbak Leti, kakaknya Devan. Ibunda Devan sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, sehingga Mbak Leti lah yang mendampingi Arsha.


Kedua mempelai wanita itu terlihat sangat cantik. Para tamu undangan merasa takjub karena pernikahan ini terlihat sangat unik, dikarenakan bukan mempelai wanita yang berada di tengah-tengah, melainkan Izzah.


Kelima wanita beda generasi itu pun berjalan semakin mendekat ke arah tempat akad nikah. Nabila kemudian duduk disamping Arka, dan Arsha duduk disamping Arka.


Dengan wajah datar, tangan Arka bergerak memegangi kursi untuk Nabila saat ia hendak duduk di sebelahnya. Setelah membubuhkan tanda tangan pada buku nikah dan penggambilan gambar, Izzah mendekat membawa nampan kecil yang berisi cincin.


Tanpa membantah, tangan pria itu bergerak mengambil benda kecil dengan permata yang mengelilinginya. "Ini jari atau lidi? Kurus sekali," bisik Arka saat memegang tangan Nabila dan memasukkan cincin itu ke jari manis istrinya.


"Biar pun kurus, jari ini bisa membuat makanan yang enak untuk Anda!" balas Nabila berbisik dengan penuh keyakinan.


"Nabila, cium tangan suamimu, Nak." Suara Bu Maya terdengar dari belakang.

__ADS_1


Nabila menatap Arka sekilas, lalu meraih tangan besar itu dan menciumnya dengan khidmat. Ada desiran dalam tubuh yang membuatnya merasa terenyuh saat tangan kiri Arka menyentuh pucuk kepala Nabila dengan lembut.


Hanya lima detik, lalu tangan besar itu turun dari kepala Nabila. Mata mereka beradu saat Nabila mendongakan kepala dan menatap wajah mantan bosnya itu.


"Sudah mirip seperti sinetron, 'kan?" tanya Arka lirih dengan alis yang dimainkan naik turun.


Nabila memutar bola mata malas, rasa harunya seketika hilang saat mendengar ucapan sang suami.


Keadaan berbeda terjadi pada pasangan pengantin Arsha dan Devan. Keduanya terlihat sangat bahagia sekaligus malu-malu.


Bibir Arsha tak henti-hentinya menyunggingkan senyum bahagia, apalagi saat Devan menyematkan cincin di jari manisnya yang diberikan oleh Mbak Leti.


"Makasih ya Sha udah mau nerima aku sebagai suami kamu." Ucap Devan.


Arsha hanya tersenyum.


Acara selanjutnya yaitu sungkeman. Bergantian Arka dan Arsha sungkeman pada kedua orang tuanya, Rayhan dan Izzah.

__ADS_1


Suasana haru begitu terasa, masing-masing menantu Rayhan dan Izzah orangtuanya tidak lengkap. Nabila tidak memiliki ayah, sedangkan Devan tidak memiliki ibu lagi.


__ADS_2