
Di dalam kamar...
Bak pengantin baru, dada Izzah bergemuruh saat mendengar suara Rayhan memanggil namanya lembut.
Izzah yang tengah berbaring langsung duduk saat Rayhan mendekatinya.
"Isteriku..." ucap Rayhan duduk berhadapan dengan Izzah diatas tempat tidur mereka.
"Suamiku..." balas Izzah tersenyum.
Rayhan memegang dagu Izzah lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Izzah. Bibir keduanya pun bertemu.
Untuk pertama kalinya setelah sekian tahun, keduanya merasakan sentuhan yang membuat bulu kuduk bergeridik.
"Bang..." ucap Izzah.
"Iya sayang...." balas Rayhan.
Rayhan duduk selonjoran bersandar di kepala dipan. Sementara Izzah berbaring dengan kepalanya bersandar di dada bidang Rayhan.
"Kenapa hidup Izzah selalu begini Bang?"
"Maksud Izzah?" tanya Rayhan.
"Sejak awal bertemu Abang, Izzah selalu membuat Abang menderita. Hidup kita selalu saja bahagia dan sedih berulang ulang secara terus menerus. Kapan kita akan bahagia tanpa ada masalah yang menerpa Bang."
"Istighfar sayang, ini semua sudah ketentuan dari Allah. Lihat sekarang, kita kembali berkumpul dan bahagia."
"Apa karena dulu Izzah pernah menjadi wanita simpanan Abang?" ucap Izzah lagi.
"Hush ngomong apa sih. Maksudnya Izzah menyesal gitu udah ketemu Abang?" Rayhan balik bertanya.
"Bukan gitu Bang." balas Izzah seraya memeluk Rayhan.
"Nah kalau gitu, gak usah ngomong aneh-aneh. Mari kita lanjutkan hidup kita lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah. Berterima kasih atas segala kebahagiaan yang Allah berikan."
__ADS_1
"Iya Bang. Semoga kedepannya tidak ada lagi masalah dan musibah yang menerpa kita sekeluarga."
"Aamiin." balas Rayhan sambil mencium kepala Izzah.
Rayhan lalu berbaring disamping Izzah. Menatap Izzah lembut.
"Sayang, boleh gak malam ini kita buatkan adik untuk Arka dan Arsha." ucap Rayhan memainkan matanya menggoda Izzah.
"Iiihhh Abang..." balas Izzah tertawa geli.
"Mau ya, sudah bertahun-tahun loh nganggur." goda Rayhan lagi.
Izzah kembali tertawa geli, membuat Rayhan gemas. Spontan Rayhan menarik Izzah dalam pelukannya lalu mencium pipi Izzah berulang-ulang."
"Udah...udah Bang." pekik Izzah merasa geli.
"Makanya mau ya..." pinta Rayhan seraya menghentikan aktifitasnya menciumi Izzah.
Izzah mengangguk, membuat senyum dibibir Rayhan mengembang.
"Yeesss akhirnya." teriak Rayhan.
Rayhan tertawa.
"Ini akan jadi seperti malam pertama pengantin sayang." goda Rayhan lagi yang semakin membuat rona merah dipipi Izzah.
Rayhan mengambil remote yang ada diatas nakas lalu mengarahkannya ke arah lampu. Seketika cahaya lampu kamar berubah redup, menjadi warna kekuningan.
"Bismillahirrohmanirrohim." ucap Rayhan lalu menarik selimut menutupi keduanya.
Malam yang panjangpun dimulai. Pasangan suami isteri yang telah berpisah bertahun-tahun itu akhirnya bisa mencurahkan segala kerinduan yang selama ini terpendam.
Bak pasangan yang baru menikah, keduanya benar-benar dibuai gejolak asmara yang membara. Hingga keduanya merengguh indahnya cinta yang halal.
"I love you sayang, terima kasih." ucap Rayhan seraya mencium kening Izzah.
__ADS_1
"I love you more Bang." balas Izzah.
"I love you most." ucap Rayhan lagi hingga keduanyapun dapat tidur dengan sangat nyenyak untuk pertama kalinya.
Pagi hari...
Dengan raut wajah yang terlihat fresh, Rayhan dan Izzah turun bergandengan menuju ruang makan.
Arka dan Arsha yang melihat mereka langsung berhambur menuju Izzah.
"Ibu....Ibu mana adik kita?" tanya Arsha.
"Iya Bu mana?" sambung Arka ikut bertanya.
"Adik!" seru Izzah.
"Iya Bu, semalam kan kita mau tidur sama Ayah. Tapi dilarang Oma. Oma bilang gak boleh gangguin Ayah sama Ibu karena mau buat adik. Terus sekarang mana adiknya?" tanya Arsha polos.
"Iya..iya mana Bu? Arka pengen lihat."
Bu Ros tertawa geli sambil mengoleskan selai ke roti untuk kedua cucunya yang sudah mengenakan seragam sekolah itu.
Sementara Izzah memandang Rayhan dengan mata melotot. Rayhan jadi tersenyum geli.
"Sayang, buat adik itu gak bisa jadi cuma satu malam. Perlu waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan." jawab Rayhan tertawa kecil.
"Kalaupun nanti adiknya udah berhasil dibuat, dia masih harus tumbuh diperut Ibu kalian selama sembilan bulan. Baru kalian bisa ketemu adik kalian. Jadi kalian gak usah ganggu Ibu sama Ayah dulu ya. Sekarang ayo cepetan sarapan dulu. Nanti telat lagi ke sekolah." sambung Bu Ros.
"Waahh lama juga ya Sha." ucap Arka disambut anggukan Arsha.
Izzah menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Mereka semua kemudian menuju meja makan untuk sarapan bersama.
"Hari ini Ayah sama Ibu yang akan antar kalian sekolah." ucap Rayhan.
__ADS_1
"Horeee....." sorak keduanya.
Bersambung......